Sambutan Kapuslit Arkenas

Om swastiastu,

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua

Tidak dapat dipungkiri bahwa kekayaan alam pikir leluhur kita masih terus bertahan dan eksis hingga saat ini. Kearifan lokal yang dinilai positif dan tak lekang oleh zaman tetap dipertahankan dan dijalani oleh masyarakat dalam keseharian mereka. Bali, dengan segala kekayaan lingkungan alam dan alam pikirnya, tetap menjadi magnet utama yang terus menghidupkan taksu dan kearifan nenek moyang hingga sekarang. Salah satu kearifan leluhur yang diwariskan adalah konsep kaje kelod, luan teben, dan trianggga trimandala dalam pengelolaan tata ruang Bali. Itu hanyalah salah satu umpama kearifan dari sekian banyak lainnya.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional beserta Balai Arkeologi, melalui Rumah Peradaban, berupaya melakukan sinergi dengan masyarakat dan stakeholder lainnya, seperti Pemerintah Daerah dan media massa. Maksud utama program ini adalah menghidupkan kembali akar budaya adiluhung yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Melalui slogan, “mengungkap, memaknai, dan mencintai”, program Rumah Peradaban mencoba mengungkap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia melalui penelitian-penelitian arkeologi yang terus dilakukan; kemudian memaknai hasil penelitian tersebut dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah diterima oleh masyarakat. Dengan dipahaminya kearifan dan nilai-nilai budaya yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak masa lampau, maka dengan sendirinya masyarakat akan mencintainya. Puslit Arkenas beserta Balar berkewajiban untuk mengangkat nilai-nilai akar budaya tersebut demi kepentingan pencerdasan masyarakat dan bangsa. Sasaran Rumah Peradaban tak lain adalah masyarakat itu sendiri. Rumah Peradaban menjembatani hasil penelitian arkeologi yang sifatnya ilmiah agar lebih mudah dicerna dan dimengerti oleh masyarakat.

Keberadaan Puslit Arkenas di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi warna tersendiri. Di samping kegiatan penelitian yang bersifat akademis, Puslit Arkenas juga mengedepankan program-program pengembangan yang berorientasi kepada masyarakat, seperti pameran, workshop, dan sosialisasi siswa sekolah. Misalnya saja, selain menerbitkan buku dan jurnal ilmiah yang ditujukan untuk kalangan akademisi, diterbitkan pula buku pengayaan dengan bahasa sederhana yang ditujukan untuk siswa-siswa sekolah. Ide ini dirasa tepat, karena Rumah Peradaban merupakan media pembelajaran, pencerdasan, pengayaan, dan pencerahan mengenai peradaban masa lampau guna membangun peradaban bangsa yang lebih maju dan berkepribadian di masa sekarang dan yang akan datang.

Om santi santi santi om,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

29 April 2016

Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Iklan