Sinema Bentara #KhususMisbar “ROMANSA PARA KELANA”

Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2020, pukul 18.30 WITA

Sinema Bentara bulan Februari ini mengetengahkan film pendek dan film panjang lintas negeri yang bertutur seputar Romansa Para Kelana. Kisah cinta yang dihadirkan lintas masa dan usia, mulai dari kebimbangan cinta ala remaja, cerita cinta tak sampai, hingga keindahan asmara yang ditulis dalam surat maupun puisi. Melalui film yang ditayangkan, tersirat pergulatan batin sang tokoh, kelana panjang lintas negara, situasi sosial – politik pada masanya, serta refleksi kehidupan yang dalam.

Lewat film Surat Dari Praha (Indonesia, 2016, Durasi: 97 menit, Sutradara: Angga Dwimas Sasongko), kita akan berkelana bersama Larasati (Julie Estelle) ke Praha dalam misinya mengantarkan sebuah kotak dan sepucuk surat untuk Jaya (Tio Pakusadewo). Juga menarik disimak bagaimana seorang tukang pos bersahaja tertarik menulis puisi untuk kekasihnya setelah berkali mengantarkan surat untuk penyair Pablo Neruda yang tengah diasingkan di Italia dalam film Il Postino (1994).

Secara khusus, akan ditayangkan film pendek Fana (2019) karya sutradara muda Arhan Arunika yang tengah melanjutkan studi di Institut Kesenian Jakarta. Film ini mengisahkan tentang Bara dan Fana, keduanya terikat dalam situasi di mana hubungan keduanya mulai merenggang dan berjauhan sampai salah satu dari mereka harus merelakan.

Sinema Bentara kali ini bekerjasama dengan Bioskop Keliling-Kemendikbud RI, BPNB Provinsi Bali Wilayah Bali, NTB, NTT, Pusat Kebudayaan Prancis IFI Jakarta, Alliance Française de Bali, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Analogi Aksara dan Udayana Science Club.

Sinema Bentara diselenggarakan di ruang terbuka Bentara Budaya Bali, nonton bareng ala misbar tahun 80-an yang guyub, hangat, dan akrab. Dimaknai pula dengan pasar kreatif misbar dan pertunjukan musik, menghadirkan para kreator dan entrepreneur muda.

SINOPSIS FILM

SURAT DARI PRAHA

(Indonesia, 2016, Durasi: 97 menit, Sutradara: Angga Dwimas Sasongko)

Didukung oleh Bioskop Keliling Kemendikbud RI – BPNB Provinsi Bali

Larasati terpaksa memenuhi wasiat ibunya, Sulastri, untuk mengantarkan sebuah kotak dan sepucuk surat untuk Jaya di Praha. Dibesarkan di tengah kehidupan keluarga yang tidak harmonis, hubungan Larasati dan ibunya tidak pernah benar-benar baik. Jaya, mantan tunangan ibunya, gagal memenuhi janji untuk kembali puluhan tahun silam akibat perubahan situasi politik.

Film ini meraih Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Pria Terbaik pada Usmar Ismail Awards 2016; Pemeran Utama Wanita Terfavorit Indonesia Movie Actor Awards 2016. Berdasarkan keputusan dewan seleksi bentuk Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), Surat dari Praha terpilih sebagai wakil Indonesia dalam ajang Academy Award tahun 2017 dalam kategori film berbahasa asing terbaik.

IL POSTINO (THE POSTMAN)

(Italia, 1994, Durasi: 108 menit, Sutradara: Michael Radford)

Didukung oleh Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar

Diasingkan dari tanah kelahirannya, penyair Pablo Neruda menemukan keramahan dari masyarakat di pulau kecil di Italia. Ia bertemu Mario Ruoppolo, seorang tukang pos sederhana yang kerap mengantar surat-surat kepadanya. Neruda memperkenalkan Mario ke dunia puisi. Mario kemudian menulis puisi untuk mendapatkan hati Beatrice.

Il Postino mendapat penghargaan Best Music pada Academy Awards 1996 dan nominasi Best Picture of the Year, Best leading role actor, Best Director, Best Original Score, dan Best screenplay. Film ini mendapatkan penghargaan David di Donatello Awards 1995 kategori Best Editing

ÔTEZ-MOI D’UN DOUTE

(Prancis, 2017, Durasi: 100 menit, Sutradara: Carine Tardieu)

Didukung oleh Institut Français d’Indonésie dan Alliance Française Bali

Erwan, seorang deminer profesional, akan segera menjadi kakek. Putrinya, Juliette, sebenarnya sedang menantikan seorang anak. Selama tes untuk memeriksa kemungkinan penyakit genetik, Erwan mengetahui bahwa dia bukan putra kandung ayahnya. Dia menyewa seorang detektif swasta untuk mencari tahu identitas ayah kandungnya. Sangat cepat, penyelidikan berhasil. Ayahnya adalah Joseph Levkine dan hidup tidak jauh dari putranya. Tetapi Joseph juga memiliki seorang putri, yang jatuh cinta pada Erwan.

Film ini diputar di bagian Fortnight Director di Festival Film Cannes 2017 dan menerima dua nominasi di Magritte Awards ke-8.

FANA

(Indonesia,film pendek, 2019, Durasi: 4 menit, Sutradara: Arhan Arunika)

Didukung oleh Analogi Aksara

Bara dan Fana, keduanya terikat dalam situasi dimana hubungan keduanya mulai merenggang dan berjauhan  sampai salah satu dari mereka harus merelakan.

Arhan Arunika lahir 13 Juni 2000 kini tengah menempuh studi di Institut Kesenian Jakarta. Terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam workshop film Busan International Kids and Youth (BIKY) Film Festival 2018. Debutnya sebagai Sineas dimulai dengan menjadi sutradara, produser, sekaligus penulis di film pertamanya yang berjudul “Ukek” (2016), meraih penghargaan sebagai juara 1 Simpati Digimax 2016 Balikpapan, Official Selection 7a Mostra Internacional Cinema Educatiu (MICE)2019 dalam kategori Made by Youth. Film lainnya yang berjudul Eunoia (2018) yang meraih semi finalis dalam Newark IFF Youth Festival dan The Eagle Drawing in The Sky (2018).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s