Dialog Sastra #69 “PUISI ROMANSA LINTAS MASA”

Sabtu, 15 Februari 2020, pukul 19.00 WITA

Tema cinta selalu menarik bagi publik, terutama yang berangkat dari pengalaman nyata bersifat personal sekaligus universal. Kisah-kisah cinta, romansa; dari bahagia hingga tragedi, terbukti pula diadaptasi berulang ke dalam aneka wujud seni, baik ragam pertunjukan, film, maupun sastra. Bahkan, puisi-puisi bertema cinta, baik bersifat kasih sesama insaniah maupun kepada ilahiah, tak dipungkiri telah menjadi fenomena tersendiri dalam susastra.

Merayakan bulan cinta dan kasih sayang, program Dialog Sastra di Bentara Budaya Bali ini secara khusus akan memperbincangkan tentang puisi-puisi cinta penyair Indonesia maupun dunia. Kita mengenal puisi-puisi yang berlapis makna menggali kedalaman cinta secara menawan antara lain karya Chairil Anwar, WS Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono, hingga penyair era terkini semisal Aan Mansyur, dan lain-lain; juga penyair belahan negeri lain seperti Guillaume Apollinaire, Goethe, William Shakespeare, Jalaludin Rumi, Pablo Neruda, tak ketinggalan Rabindranath Tagore; puisi-puisi masterpiece ini mengalun lintas masa.

Akan dibahas pula perihal bagaimana kehadiran pembaca-pembaca muda (milenial), turut memunculkan trend baru dalam cara publik menikmati puisi, misalnya melalui puisi-puisi pendek atau kutipan puisi cinta yang dimuat di media sosial, semisal instagram.

Di sisi lain, bagaimanakah bait-bait cinta yang dalam tertuang dalam naskah-naskah Bali kuno, mengilhami lahirnya karya-karya besar dari para penulis atau sastrawan kini. Tampil sebagai narasumber yakni Gusti Agung Mas Triadnyani dan budayawan Wayan Westa.

Wayan Westa, penulis dan budayawan yang mendapatkan Hadiah Sastra Rancage tahun 2014 dengan kumpulan essay yang berjudul “Tutur Bali” (2013). Tamatan FKIP Universitas Dwijendra Denpasar, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali ini lahir di Klungkung, 27 Januari 1965.

Tahun 1989-1993 menjadi guru di SLUA Saraswati Klungkung dan dosen pada berbagai perguruan tinggi swasta. Pada tahun 1999 bekerja di Ford Foundation, juga sebagai redaktur Majalah Gumi Bali SARAD pada tahun 2000-2009, dan pada tahun 2010-2012 menjadi Pemimpin Redaksi Majalah SABDA. Karya-karyanya sempat dimuat pada berbagai media massa, seperti: Mingguan Karya Bakti, Harian Nusa, Bali Post, Kompas, Pos Bali dan Radar Bali. Sebagai penyunting berbagai tulisan yang diterbitkan oleh yayasan Obor Indonesia, Wulan Sedhuwuring Geni (Antologi Cerpen dan Puisi Daerah), Seribu Kunang-Kunang di Manhatan (terjemahan dalam 13 Bahasa Daerah), dan Sunari (Novel Bahasa Bali Karya Ketut Rida), dan Rabindranath Tagore, Puisi Sepanjang Zaman, Penerbit Yayasan Darma Sastra, 2002. Beliau juga sempat menjadi pembicara pada Sadyakala Sastra #39 Wayan Westa: Nasionalisme Dan Pemuliaan Bahasa Daerah tanggal 14 Maret 2014 dan Sandyakala Sastra #43 Obituari I Wayan Sadha tanggal 12 Maret 2015 pada Bentara Budaya Bali.

Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum. lahir di Jakarta, 2 Desember. Ia adalah penyair yang juga dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Menyelesaikan pendidikan magister dan doktornya di Universitas Indonesia. Sempat mengabdi selama 8 tahun sebagai dosen di Universitas Indonesia, sebelum akhirnya mengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Buku kumpulan puisinya, antara lain: Mencari Pura (2011) dan Aku Lihat Bali (2015). Selain menulis puisi, ia juga melakukan kajian tentang sastra modern, seperti Perempuan Bali di Mata Oka Rusmini: Telaah Terhadap Karya-Karya Kreatifnya (Penelitian Kajian Wanita, 2008) dan Kolaborasi Budaya Masyarakat Tradisional dengan Budaya Modern dalam Drama Tuyul Anakku karya W.S.Rendra (Penelitian Prodi Sastra Indonesia, 2012). Kerap diundang sebagai juri berbagai event sastra, seperti Juri Duta Bahasa Provinsi Bali, serta berbagai perlombaan menulis. Tulisan-tulisannya dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah, seperti ”Kajian Hermeneutika Ricoeur dalam Teks Calon Arang dan Novel Janda dari Jirah” dalam Prosiding 5th Internasional Seminar on Austronesian Languages and Literature, Universitas Udayana (2010). ”Fenomena Schismogenesis dalam Teks Sastra” dalam Prosiding Konferensi Internasional Kesusastraan XXII di Universitas Negeri Yogyakarta (2012), ”Pemikiran-Pemikiran Kritis Perempuan Bali dalam Karya Sastra Indonesia” dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, UIN (2014), dll. Diundang sebagai pembicara dalam seminar maupun acara-acara sastra nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s