Artist Talk "MANGURUPA DAN KEBERLANJUTAN SENI DI BALI"

Jumat, 6 Desember 2019,  pukul 19.00-21.00 WITA

Serangkaian pameran seni rupa komunitas Mangurupa, Badung, diselenggarakan pula timbang pandang atau Artist Talk seputar keberadaan kelompok ini sebagai sebuah gerakan seni rupa berbasis kedaerahan, berikut upaya mereka memberikan sentuhan terhadap perkembangan seni rupa Bali saat kini. Menyoal seni rupa Bali tentunya tidak dapat dilepaskan dari kelahiran kelompok Pitamaha, gerakan seni yang dipelopori oleh Rudolf Bonnet, Walter Spies dan Tjokorda Sukawati. Setelah peristiwa itu memang banyak lahir seni-seni baru dan masuk dalam kategori seni rupa modern. Pada periode kini melalui seni kedaerahan ada upaya untuk memberikan pendekatan baru baik berupa perspektif berkesenian, seni berbasis riset bahkan eksplorasi medium.

Kemajuan perkembangan seni rupa sebenarnya secara fundamental telah menafsirkan medium sebagai suatu makna yang bersifat lain, yang tak sama persis, penjelasan tentang keadaannya yang bersifat konkret dan fisikal. Medium melalui perkembangan gagasan tentang seni telah menghasilkan cara khas untuk menyampaikan gugusan makna, baik melalui bahkan tentang dirinya sendiri. Perkembangan dari cara pemahaman ini menghasilkan gagasan mendasar soal medium sebagai alat bagi pengalaman interaksi dan komunikasi, jadi semacam perangkat makna yang bersifat tertentu dalam praktek seni rupa secara institusional maupun historis. Medium dalam hal ini, berlaku sebagai habitat bagi berbagai idiom ekspresi untuk seolah-olah menjadi hidup dan menentukan keadaan makna yang dikandungnya, secara berkembang (Zaelani, 2018 : 13). Setidaknya dari pendekatan medium ada keinginan untuk memberikan pengalaman baru terhadap seni rupa Bali.

Dengan menggunakan pendekatan medium, sebagaimana dilakukan komunitas Mangurupa lewat media beludru, diharapkan dapat turut serta membangun medan seni rupa bali yang berkelanjutan, serta memberikan gejolak penciptaan dan satu sarana tentang gerakan seni kedaerahan.

Tampil sebagai narasumber timbang pandang yakni I Gede Jaya Putra (Perupa, Penulis), Ketut Putrayasa (Pematung), Alit Suaja (Pelukis), Dewa Ardana (Kriya Seni), dan I Putu Pageh Usianto (Ilustrator).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s