Pameran Lukisan Kelompok Oerip “OEROEP”

Pembukaan: Kamis, 3 Oktober 2019, pukul 18.30 WITA

Pameran berlangsung: 4-12 Oktober 2019, pukul 10.00-18.00 WITA

Urip iku urup (hidup itu nyala), falsafah Jawa yang dapat diartikan “hidup yang sejati adalah ketika mampu menerangi sekitar”. Dalam kehidupan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sebagai teori, hal tersebut sudah selesai dan tidak perlu dibahas lagi. Namun jika berhubungan dengan proses, merupakan perjuangan panjang seakan tak pernah selesai. Untuk sekedar hidup, seorang manusia cukup makan dan berpakaian saja. Jika ingin menjadi “nyala” dan menerangi sekitar, tentunya butuh lebih dari itu.

Sebagai individu, manusia sebaiknya juga mampu menerangi dirinya sendiri. Inilah yang pertama dilalui dalam proses pendewasaan dalam diri. Dapat berarti “berdamai” dengan diri sendiri, memahami bahwa tubuh dan jiwa membutuhkan “makanan”. Tidak memanjakan dan tidak juga terlalu mengekang. Menyesuaikan sesuai kebutuhan, bukan hanya keinginan saja. Jika dipandang dari sudut spiritual, merupakan hubungan lekat dengan Tuhan. Sebuah kedekatan yang tidak akan nampak dari luar, tetapi mampu mempengaruhi setiap jiwa di sekitar.

Manusia juga makhluk sosial yang butuh terhubung dengan manusia lain. Urup dalam wilayah ini berarti tindakan nyata, karena hubungan juga bersifat “materi” dengan “materi”. Kesulitan manusia yang lain tidak selesai jika hanya berupa rasa empati saja. Doa menjadi pengingat terhadap Tuhan dan menjaga rasa ikhlas. Sedang tindakan merupakan “bukti” terhadap Tuhan maupun manusia lain. Dalam seni rupa, ide dan gagasan tidak mudah diapresiasi. Hasil karya visual itulah yang dinikmati bersama.

Peristiwa pameran ini merupakan sebuah refleksi estetis seni lukis, yang memaknai secara kritis arti kehidupan manusia, dan mencoba melihat ulang realitas sosial kita hari ini berdasarkan ingatan-ingatan sejarah. Melihat dan menghayati kembali arti peristiwa itu melalui isyarat-isyarat simbolis, lalu sambil menakar keterkaitannya dengan konteks kehidupan kita hari ini.

Pameran “Urup” ini boleh dikata adalah tindakan nyata Kelompok Urip dalam proses berkesenian. Karya yang ditampilkan merupakan hasil. Menjadi penghubung antara pengunjung di ruang pamer dan proses seniman di studio. Ada juga proses ketika bersosialisasi, pengalaman spiritual, pencapaian kedewasaan berpikir. Semua itu juga merupakan proses yang ingin dibagikan kepada publik. Kehidupan adalah proses, inilah urip. Jika manfaat setiap karya dapat sampai kepada masyarakat penikmat seni, inilah Urup.

Peserta pameran antara lain: Tjahjadi Hartono, Ruslan Pangeran, Katirin, Joni Ramlan, Januri, Ipong Purnama Sidhi, Gus Her dan Lini Natalini Widhiasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s