“TERRITORIUM” A Visual Concert Performance

Pertunjukan Kolaborasi Lintas Bangsa

Sabtu, 6 Juli 2019, pukul 18.00 WITA

Ini merupakan pertunjukan kolaborasi lintas bangsa, merujuk tajuk  “Territorium” buah kerja sama dengan KULTURRÅDET – Arts Council Norway dan Kementrian Luar Negeri Norwegia serta didukung Bentara Budaya Bali. Bukan semata pertunjukan dengan lakon pilihan tertentu, melainkan terdepankan sebagai  “A Visual Concert Performance”, melibatkan kreator-kreator dari berbagai latar bidang seni dan negeri.  

Proses cipta pertunjukan kolaborasi lintas bangsa ini terbilang panjang, tidak hanya diolah di Norwegia, namun juga sebagian adegan dikreasi dan disublimasi di Tokyo, serta melibatkan sekaa Cak dan koreografer Bali, Wayan Purwanto. Ide atau gagasan yang dipresentasikan terinspirasi mitologi yang hidup dalam khazanah kebudayaan Nordik, Avant Garde Jepang, dan Dadaisme Eropa. Melalui tahapan konstruksi dan dekonstruksi yang berulang perihal peran, identitas, ruang pribadi dan sosial; yang secara keseluruhannya terangkum di dalam penegasan akan hubungan antar kita, berikut konvensi yang mempertautkan hubungan-hubungan tersebut. Ini merupakan sebentuk pertunjukan kolase, mempresentasikan sebuah ruangan di mana “sense” dan “non-sense” diselaraskan atau disatu-padukan. Segenap unsur yang berbeda latar, masing-masing memiliki peran yang esensial dalam keseluruhan bangunan musikal yang bersifat polifonik.

Sebagai penampil Øystein Elle (vokal, instrumen), Maren Elle (Violin), dan Wayan Purwanto (Koreografer, Penari) serta Sanggar Singamandawa (Cak). Pertunjukan ini disutradarai oleh Janne Hoem sekaligus sebagai kreator bersama Øystein Elle. Territorium oleh Øystein Elle/Capto Musicae, produser Nina Ziegemann.

Bentara Budaya Bali juga pernah menghadirkan pertunjukan kolaborasi lintas bangsa yang menampilkan repertoar “Breathing A Reverie” (2016), melibatkan Carmencita Palermo (Australia-Italia) dan Karensa Dewantoro (Australia). Keduanya berkolaborasi dengan dukungan pemusik Rendra Freestone (Australia), Dewa Nurjana Putra dan musisi I Made Denis, beserta Sanggar Seni Werdhi Sanggita; Selain itu pernah dipentaskan pula “Musik Dari Negeri Yang Tlah Hilang” Kolaborasi Doulce Mémoire (Prancis) Dan Maestro Musik Sunda; Kolaborasi Musik Gran Kino (Perancis) dan Sarasvati (Indonesia) dan Pentas Teater “Urat Jagat” Kolaborasi Mainteater Bandung dan Melbourne, Australia.

Øystein Elle (b. 1973),memiliki latar belakang dan pendekatan eklektik baik sebagai pemain maupun komposer, serta aktif dalam berbagai seni pertunjukan. Elle adalah pemain “Extended Vocal Techniques”, dengan konsep multi-faceted sebagai unsur penting komposisi dalam produksinya. Ia juga mendalami musik Baroque, dan estetika musik maupun seni panggungnya dapat dengan jelas ditautkan dengan sumber inspirasi Baroque, Dadaisme, Eropa, dan Avant-Garde Amerika Utara. Gaya bermusiknya dapat digambarkan sebagai poly-stylistic, bergantian antara menjadi, atonal, melodis, noises-based, collagedriven dan improvisasi.

Sebagai seorang pemain dan pencipta pertunjukan teater, ia fokus pada bentuk-bentuk modern dari dramaturgi, dan khususnya pertunjukan yang digerakkan oleh musik, atau “Composed Theatre”. Dia telah menyusun skor musik untuk berbagai pertunjukan panggung, serta konser. Ia juga bertanggung jawab atas serangkaian karya teater di mana ia sendiri menjadi penggagas/produser yang bertanggung jawab, sutradara pengarang / co-sutradara, dan kerap pula tampil sebagai pemain. Pertunjukan Elles didukung oleh ” “The Norwegian Cultural Council”, “The Fund for Performing Artists”, “The Fund for Sound and Image”, The Ministry of Foreign Affairs”, organisasi “New Music”, dan “Norwegian Artistic Research Program”. Sebagai seorang pemain, komposer dan sutradara, karyanya –karya pertunjukan ditampilkan baik dengan produksi sendiri maupun produksi bersama di sejumlah negara di Eropa, Asia, Amerika Serikat dan Amerika Selatan.

Øystein menyelesaikan pendidikan di Konservatori Musik, Agder University, dan di HKU University of the Arts di Utrecht, Belanda. Tahun 2017 ia menyelesaikan doktor di bidang artistik “Capto Musicae” dengan fokus utama komposisi lintas disiplin. Penelitiannya ini dibiayai oleh Norwegian Artistic Research Program yang terkait dengan Norwegian Theatre Academy / Østfold University College, tempat Elle sekarang bekerja sebagai associate professor di bidang musik / suara / menyanyi, dan komposisi lintas disiplin.

Maren Elle adalah seorang pemain biola di Norwegian Radio Orchestra. Selain karya orkestra, ia juga memainkan musik kamar dalam berbagai konteks, termasuk sebagai pemain biola baroque dalam ansambel Barokkanerne. Dia lulus Norwegian Academy of Music, Barratt Dues Music Institute and the Conservatory  di Utrecht, Belanda. Maren adalah musisi yang serba bisa dan dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi pada sejumlah perilisan album dalam musik klasik, modern, dan ritmik. Sebagai penampil, ia piawai memainkan folk music fiddling, melalui improvisasi atonal hingga musik pop. Dia memiliki kepedulian tentang penyebaran musik, dan bagaimana membuka ruang apresiasi lebih luas untuk musik, baik di kalangan penonton anak-anak atau orang dewasa.

Janne Hoem adalah seorang seniman visual dan sutradara kerap mengerjakan pertunjukan teater dan film. Dia melakukan eksplorasi melampaui gender, melakukan pencarian di balik kebangsaan, latar dan mitologi untuk menemukan konsep kemanusiaan yang universal. Hoem adalah seorang fotografer dan memperoleh pengalaman di bidang teater dari Judith Malina, Penny Arcade, Yaoshito Ohno, George Quasha, dll. Dia juga mendalami teknik Butoh dan Grotowski guna mencipta dari dalam diri – bersama pemain lainnya. Ia berupaya untuk mengekspresikan budaya dari seluruh tubuh sehingga bisa menemu apa yang hakiki dari diri.

Beberapa karya teater atau filmnya selama 5 tahun terakhir: Tahun 2019 «The nights of Yukio», (sebagai kreator/sutradara/produser) Hongu Taisha Shrine, Wakayama/ Japan; tahun 2018 «Hexe» Theatre X/Cai, world premiere (sebagai sutradara bersama butoh-duo Mutsumi & Neiro, Øystein Elle and Ruth W. Meyer), Tokyo/Japan,; tahun 2017 “Njord” – a concert performance at Færder Kulturfestival. Sebagai kreator dan sutradara (bersama Agnes Smid/noise-oboe, Erling Kittelsen/poetry, Øystein Elle/vocal), Vestfold/Norway 2016 “Territorium-Tokyo”, Theatre X. Co-creator/director/choreographer. Tokyo/Japan 2016 “Territorium”, Tou scene/NY music co-production, co-creator/ director/ choreographer. Stavanger/Norway 2015 “Hedda Gabler”, Juni Dahr/Visjoner, assistant director/co-director, Oslo/Norway 2015 “Territorium – the movie», creator/filmmaker/choreographer (1 hour), Norway 2014 “Burst forth”, video (5.52 min), Øystein Elle/Capto Musicae. Filmnya Kunstforeningen Verdens Ende (2015), The Gypsies Sees Us (2013) 6 film tentang para gipsy di Oslo, ditampilkan di Chateau Neuf, Oslo / Norwegia, House of Litteratur (Litteraturhuset), Oslo /Norwegia.

I Wayan Purwanto, koreografer dan penari, lahir di Singapadu, 17 November 1968. Menamatkan pendidikan di STSI Denpasar (1996). Ia sempat bergabung di Sanggar Tari dan Tabuh Semara Ratih, Ubud, Sanggar Tari “Puri Saraswati” Singapadu dan Yayasan Intan Budaya Negeri, Peliatan, Ubud. Pernah berkolaborasi dengan One Extra Company Dance and Theatre Australia : Dancing Demon (1991), kolaborasi Tari Kontemporer Potret Diri dengan Maestro Noh Jepang Reijiro Tsumura dan Penari Balet Kaori Kagawa (2012), Kolaborasi Tari Kontemporer Pencaharian dengan Yukiko Onishi, Chikako Bando (2012). Ia juga berpentas ke berbagai negara seperti Jepang, Brasilia, Swedia, Inggris, Australia, dll. Pada tahun 2013 ia juga berkolaborasi dengan sejumlah seniman dan penari dalam pertunjukan “A Tribute to Maestro Blangsinga” di Bentara Budaya Bali. Aktif dalam berbagai festival tari dan meraih penghargaan, Ia merupakan koreografer sejumlah pertunjukan dan tari, antara lain: Tari Angkus Prana, kolaborasi dengan Nyoman Sura dan pemusik Dwiki Darmawan (2011), Kala Rau ing Kalangan (2016), dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s