Kelas Kreatif Bentara MEMBUAT DOODLE ART Bersama Komunitas FODA (Full Of Doodle Art)

Sabtu, 8 Desember 2018 pukul 18.00 WITA

(Karya Yessiow)

Kurun waktu belakangan, Doodle Art atau seni mencorat coret kian populer khususnya bagi generasi milenial. Bukan sekadar corat coret biasa, Doodle Art merupakan gambar dalam bentuk-bentuk imaginatif dan beragam, biasanya bersifat abstrak namun ada pula yang dibuat demikian rapi. Bukan sekedar untuk mengisi kebosanan, namun banyak kreator yang menjadikan bidang seni ini sebagai ruang ekspresi, selaras tumbuh dan berkembangnya sejumlah komunitas yang mewadahi para penekun Doodle Art di berbagai kota di Indonesia.

Aneka kreasi Doodle Art dapat ditemui dalam pelbagai medium, misalnya digunakan sebagai motif desain fashion, motif tas, kemasan produk, animasi semisal yang Doodle yang dimunculkan Google pada laman pencariannya, dan masih banyak lainnya.

Sejumlah sumber menyebutkan, istilah Doodle pertama kali muncul pada awal abad ke-17 dan diyakni berasal dari bahasa Jerman atau Nudeltopf Dusseldorf yang berarti bodoh atau kebodohan. Makna kata tersebut juga hadir dalam lagu “Yankee Doodle” yang awalnya dinyanyikan oleh pasukan kolonial Inggris sebelum Perang Revolusi Amerika. Sementara itu, pemaknaan Doodle sebagai bagian dari komunitas kreatif mengalami perluasan pemahaman selaras dengan era kemoderanan dan kontemporer.

Kelas Kreatif Bentara kali ini akan mengetengahkan perbincangan serta lokarya dasar seputar Doodle Art bersama Komunitas FODA atau Full of Doodle Art. Sebagai narasumber yakni Yessi Nur Mulianawati (Yessiow), pendiri Komunitas FODA Indonesia serta Ida Bagus Herry Yasmana dari Komunitas FODA Bali. Akan dibahas perihal seluk beluk Doodle Art berikut perkembangannya di Indonesia, juga bentuk-bentuk kreasi Doodle Art serta perbedaannya dengan Grafiti, Mural atau Zentangle. Selain langkah-langkah membuat Doodle, diulas pula mengenai potensi dari ragam seni ini di masa mendatang, khususnya dalam bentuk-bentuk kreasi yang lintas bidang, serta bagaimana komunitas Doodle Art ini dapat berkembang dengan cukup masif di Indonesia.

Apakah Doodle Art semata-mata hanya meluapkan kreasinya pada coretan yang bersifat personal di dalam buku, ataukah meluas di dinding-dinding ruang publik? Bagaimana hubungannya dengan pegiat seni mural atau street art lainnya? Pertanyaan itu juga akan dibincangkan dalam kesempatan kelas kreatif kali ini.

FODA atau Full of Doodle Art terbentuk sejak 13 Januari 2012, berawal dari pembicaraan santai, dan berubah menjadi sesuatu yang serius, pertama kali FODA mengepakkan sayapnya di Surabaya, kemudian terbang semakin jauh hingga ke delapan kota besar di Indonesia yaitu Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Bandung, Jakarta, Palembang, dan Bali, yang memiliki koordinator di setiap kotanya. Kegiatan rutin yang diadakan yaitu Gathering, Skill Sharing, Mini Exhibition, Workshop. Komunitas ini memiliki keinginan yang kuat untuk memperkenalkan doodle art kepada khayalak luas. Dan ingin merubah pandangan orang orang bahwa doodle art adalah salah satu penggayaan yang perlu dipandang penting.

Yessi Nur Mulianawati (Yessiow) adalah seniman doodle yang berbasis di Bali, Indonesia. Kecintaannya pada seni dimulai pada usia 5 tahun dan ia mulai menekuni “doodle art” sejak tahun 2012. Portofolionya mencakup doodle art”, mural, dan seni digital. Dia menggunakan “doodle art” sebagai media pilihannya karena dia merasa ide dan imajinasinya paling baik diekspresikan dalam bentuk makhluk dan ornamen. Karya-karyanya sangat khas melalui penggunaan imaji berani yang dikombinasikan dengan warna-warna pastel, yang telah menjadi ciri khasnya. Selain dipamerkan di berbagai acara, ia juga mendirikan salah satu komunitas doodle terbesar di Indonesia, yaitu FODA (Full of Doodle Art) pada tahun 2012 yang kini telah berkembang di 10 kota. Yessiow merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual, Telkom University, Bandung. Ia juga telah terlibat dalam berbagai pameran seni, di antaranya yang terkini Arc of Bali, Bali (2018).

Ida Bagus Herry Yasmana, lahir di Denpasar, 9 Juni 1995. Ia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Ia menekuni doodle art sejak duduk di bangku kuliah, dari sana ia menemukan semangat dari doodle itu sendiri. Bersama teman-temannya ia membentuk Komunitas FODA (Full of Doodle Art) Bali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s