Sinema Bentara #KhususMisbar CERITA ORANG BIASA

Jumat – Sabtu, 16 – 17 November 2018, pukul 18.00 WITA

Ini adalah cerita orang biasa dalam kemelut perang tak terlupa. Film-film terpilih dalam Sinema Bentara kali ini adalah buah kejelian para sutradara yang dengan piawai mengangkat sosok-sosok manusia biasa sebagai pelaku utama, mengundang daya haru sekaligus mencerminkan absurditas kehidupan, dimana manusia boleh berencana dan berusaha, tapi nasib dan takdir tetap saja menyimpan misterinya; seseorang tak dinyana mengalami berbagai peristiwa tak terduga, berhadapan dengan sekian kejadian yang tak jarang berakhir derita di tengah kemungkinan suka cita.

Tidak menghadirkan sosok Pahlawan dengan kisah heroik dan dramatik, sebagaimana sering ditampilkan dalam film perang atau drama kolosal, melainkan justru menyentuh haru kita lantaran kejadiannya justru bisa terjadi pada keseharian siapa saja, terlebih sewaktu kemelut sosial bergelombang datang tiba-tiba seperti tsunami.

Film-film yang diputar antara lain: Tampan Tailor (Indonesia, 2013, Durasi: 100 menit, Sutradara: Guntur Soeharjanto); La Douleur (Prancis, 2017, Durasi: 126 menit, Sutradara: Emmanuel Finkiel); Bornholmer Straße (Jerman, 2014, Durasi: 93 menit, Sutradara Christian Schwochow); dan film-film pendek terpilih dari progam East Cinema seperti From The Edge Of Sanity (Bosnia & Syiria, 2017, Durasi: 26 menit, Sutradara: Milana Majar); Arrival (Irak, 2018, Durasi: 14 menit, Sutradara: Mustafa al-Janabi) dan It’s Back Then, (Irak, Durasi: 14 menit, Sutradara: Wathab Siga).

Selain itu, akan dihadirkan pula special screening film-film karya sutradara Lisa Russell, antara lain: Mother’s Cry (2015), Heroines of Health (2017) dan #Create2030 (2018).

Sinema Bentara kali ini masih diselenggarakan dengan konsep Misbar, mengedepankan suasana nonton bersama yang akrab, guyub, dan hangat. Program ini didukung oleh Bioskop Keliling BPNB Bali Kemendikbud RI, Program EAST Cinema – WaterTreeFilm, Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, Pusat iKebudayaan Prancis Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali, dan Udayana Science Club.  Pemutaran film juga dimaknai Diskusi Sinema bersama Lisa Russell (Sutradara Peraih Emmy Award).

Lisa Russell, MPH adalah seorang seniman, kurator, juga pembuat film dokumenter pemenang penghargaan Emmy Award. Ia telah diundang sebagai pembicara di TEDx, World Conference on Creative Economy 2018, dan sejumlah pertemuan internasional penting di berbagai belahan dunia. Ia menyelesaikan pendidikan magister di bidang Kesehatan Masyarakat di Boston University. Ia turut serta dalam berbagai proyek pembangunan internasional yang melibatkan relawan kemanusiaan. Hal tersebut menjadi inspirasi untuk karya filmnya mengenai kesehatan dan kesejahteraan masyarakat global.

Ia sering mengintegrasikan film-filmnya ke dalam kampanye advokasi dengan PBB dan lembaga internasional yang memiliki fokus pada pembangunan kesadaran, penggalangan dana dan advokasi legislatif. Lisa juga berkolaborasi dengan seniman bidang lainnya dalam advokasi kesehatan globalnya. Pada tahun 2005, Lisa berkolaborasi dengan artis nominasi Grammy, Zap Mama di The WOMAN Tour, sebuah inisiatif pemutaran film dan pertunjukan musik selama 3 minggu untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan wanita global. Dia juga bermitra dengan penyanyi pemenang Grammy, Maya Azucena di MDGFive.com, sebuah situs web interaktif dan komunitas online yang menyatukan seniman dan aktivis kesehatan perempuan. Lisa adalah salah satu pendiri Governess Films dan duduk di Dewan Direksi Urban Word NYC.

SINOPSIS FILM
TAMPAN TAILOR
(Indonesia, 2013, Durasi: 100 menit, Sutradara: Guntur Soeharjanto)
Didukung oleh Bioskop Keliling Kemendikbud RI – BPNB Bali Wilayah Bali, NTB, NTT

Bagi Topan dan istrinya Tami, impian sesederhana memiliki usaha jahitan yang maju dan menyekolahkan anak semata wayang mereka, Bintang, ke sekolah bagus. Namun sejak kematian Tami, Topan seperti kehilangan segalanya, termasuk semangat dan seluruh hartanya. Bahkan mesin jahit tua yang digunakan untuk mencari nafkah pun dengan terpaksa dijual dan menemui takdirnya bersama pemilik lain. Bagaimana Topan bisa bertahan dan tetap dapat merawat anak semata wayangnya?

Film ini telah ditayangkan secara khusus dalam berbagai festival film di dalam negeri dan luar negeri salah satunya Festival Film Indonesia di Osaka, Jepang tahun 2015.

FROM THE EDGE OF SANITY
(Bosnia & Syiria, 2017, Durasi: 26 menit, Sutradara: Milana Majar)
Didukung oleh EAST CINEMA – WaterTreeFilm

Di tengah perang yjang berkecamuk, dua orang anak lelaki dan seorang anak perempuan, Younes Ayoub dan Helen Alashehab meninggalkan tanah kelahiran mereka yang tercabik. Keluarga ini menjual semua yang dimiliki untuk pergi ke Eropa, tinggalah Younes seorang diri di Damaskus.

ARRIVAL
(Irak, 2018, Durasi: 14 menit, Sutradara: Mustafa al-Janabi)
Didukung oleh EAST CINEMA – WaterTreeFilm

Film ini bercerita tentang bagaimana menderitanya penduduk Irak akibat perang antara ISIS dan militer Irak. Seorang ayah salah menguburkan anaknya, alih-alih menguburkan anaknya yang telah mati, ia malah menguburkan anaknya yang masih hidup.

IT’S BACK THEN
(Irak, Durasi: 14 menit, Sutradara: Wathab Siga)
Didukung oleh EAST CINEMA – WaterTreeFilm

Film ini berlatar belakang kota Karbala, Irak di tahun 1990 an. Menceritakan tentang penderitaan penduduk setempat ketika kekurangan air di masa perang. Film ini berdasarkan kisah nyata.

LA DOULEUR (MEMOIR OF WAR)
(Prancis, 2017, Durasi: 126 menit, Sutradara: Emmanuel Finkiel)
Didukung oleh Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali

Juni 1944, Prancis masih di bawah pendudukan Jerman. Penulis Robert Antelme, tokoh utama dari Perlawanan, ditangkap dan dideportasi. Marguerite, penulis yang masih muda, bertemu dengan agen Prancis Gestapo, Rabier, dan, siap melakukan apa saja untuk menemukan suaminya, menempatkan dirinya untuk menguji hubungan yang ambigu dengan pria yang sebenarnya musuhnya ini, hanya untuk dapat membantu mencapai tujuannya.

Film ini mendapatkan nominasi sebagai Film Terbaik pada Haifa International Film Festival 2017 dan San Sebastián International Film Festival 2017.

BORNHOLMER STRAßE
(Jerman, 2014, Durasi: 93 menit, Sutradara Christian Schwochow)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien

Film ini menggambarkan jam-jam terakhir sebelum pembukaan Tembok Berlin pada 9 November 1989 di perbatasan lintasan Bornholmer Straße dari perspektif komandan Harald Schäfer. Skrip ini didasarkan pada peristiwa malam itu, ketika Komandan Harald Jäger memberi perintah untuk membuka perbatasan.

Mother’s Cry
(USA, 2015, Poetry Video, Durasi: 3 menit Sutradara: Lisa Russell)

“Mother’s Cry” adalah video pendek pemenang penghargaan berbagai festival film internasional yang menampilkan penyair muda terkenal, Savon Bartley. Ia menyuarakan isu perubahan iklim dengan menggunakan kata-kata terpilih sebagai media bercerita. “Mother’s Cry” telah ditayangkan pada lebih dari 15 festival film internasional yang menaruh perhatian khusus pada isu perubahan lingkungan dan sosial. Film ini juga ditayangkan di PBB pada acara DPI Youth Briefing on Climate change dan International Youth Day 2016.

Heroines of Health
(USA, Dokumenter, 2017, Durasi: 28 menit, Sutradara: Lisa Russell)

3 perempuan. 3 negara . 3 cerita yang tak terungkap. Hingga kini.

Heroines of Health adalah sebuah film baru yang diproduksi oleh GE Healthcare, memberikan pandangan yang mendalam tentang kehidupan tiga wanita yang luar biasa – Dr. Sharmila (India), Mercy (Kenya) dan Ibu Rohani (Indonesia) – yang telah mengatasi tantangan luar biasa untuk menjadi kekuatan penyelamat hidup tentang kesehatan global di komunitas mereka.

#Create2030
(USA, Dokumenter, 2018, Durasi: 5 menit, Sutradara: Lisa Russell)

# Create2030 adalah film baru, sebentuk kampanye kreatif untuk melibatkan seniman dalam memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), atau dikenal sebagai Global Goals. Film ini diproduksi dengan dukungan Kelompok Advokasi SDG PBB untuk melibatkan seniman di SDG. Misinya adalah merekrut dan memobilisasi seniman yang memiliki kesadaran sosial dan berkomitmen untuk menggunakan potensi serta bakat mereka guna kebaikan sosial di sekitar Global Goals. Film ini dinarasikan oleh Laolu dengan musik oleh Ray Angry dan menampilkan seniman termasuk Zap Mama, Toni Blackman, Bilal, Ivan Katz, Jared Green, Mari Malek, dan lain-lain.

JADWAL PEMUTARAN FILM:
Jumat, 16 November 2018
16.00 WITA Tampan Tailor
(Indonesia, 2013, Durasi: 100 menit, Sutradara: Guntur Soeharjanto)
18.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
18.30 WITA EAST CINEMA
– From The Edge Of Sanity
(Bosnia & Syiria, 2017, Durasi: 26 menit, Sutradara: Milana Majar)
– Arrival
(Irak, 2018, Durasi: 14 menit, Sutradara: Mustafa al-Janabi)
– It’s Back Then
(Irak, Durasi: 14 menit, Sutradara: Wathab Siga)
19.00 WITA La Douleur
(Prancis, 2017, Durasi: 126 menit, Sutradara: Emmanuel Finkiel)

Sabtu, 17 November 2018
18.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
18.30 WITA Special Screening Lissa Russell Films
– Mother’s Cry
(USA, 2015, Poetry Video, Durasi: 3 menit Sutradara: Lisa Russell)
– Heroines of Health
(USA, Dokumenter, 2017, Durasi: 28 menit, Sutradara: Lisa Russell)
– #Create2030
(USA, Dokumenter, 2018, Durasi: 5 menit, Sutradara: Lisa Russell)
19.30 WITA Diskusi Sinema
Lisa Russel (Sutradara Peraih Emmy Award)
20.00 WITA Bornholmer Straße
(Jerman, 2014, Durasi: 93 menit, Sutradara Christian Schwochow)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s