Akademika Bentara “LOMBA MUSIKALISASI PUISI SE-BALI”

Sabtu, 10 November 2018, pukul 08.00 WITA-selesai

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menyelenggarakan Lomba Musikalisasi Puisi serangkaian peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, dilaksanakan di Bentara Budaya Bali.

Merujuk tajuk “Pelestari Seni dan Budaya, Pahlawan Baru Bangsa”, lomba ini diniatkan untuk membuka ruang kreativitas dan apresiasi seluasnya bagi generasi muda melalui ragam kesenian kolaboratif yang lintas bidang. Musikalisasi puisi bukan saja mengedepankan unsur-unsur susastra dalam puisi, namun mempertautkan pula seni musik dan pemanggungan atau seni panggung.

Lomba terbuka bagi siswa SMA/SMK/Sederajat se-Bali, masing-masing kelompok terdiri dari minimal 5 orang. Sebagai juri yakni : Ida Bagus Martinaya (Jurnalis, Pegiat Teater, Kartunis), Wendra Wijaya (Pegiat Musikalisasi Puisi), Wayan Sumahardika (Sutradara Teater).

Sebelumnya, pada tahun 2011, Bentara Budaya Bali bekerjasama dengan Udayana Science Club (USC) pernah menyelenggarakan Festival Puisi Bentara Budaya, mengetengahkan Lomba Cipta Puisi dan Baca Puisi se-Indonesia serta Lomba Dramatisasi Puisi se-Bali. Adapun Lomba Cipta Puisi ini diikuti oleh 700 penyair yang berasal lebih dari 130 kota se-Indonesia dengan jumlah karya mencapai 2.251 puisi.

Ida Bagus Martinaya (Gus Martin), lahir di Denpasar, 31 Maret 1961. Menyelesaikan Program S1 Prodi Senirupa Hindu FPAS Universitas Hindu Indonesia dan kini tengah menuntaskan S2 (Magister) Prodi Kebudayaan dan Agama di Pascasarjana UNHI. Pernah menjadi wartawan, redaktur, dan kartunis selama hampir 30 tahun di Bali Post, Dewata Post, Warta Bali juga Koran RENON, serta sempat pula bergabung dengan Pos Bali. Gus Martin juga merupakan Pendiri Kelompok Teater Agustus dan Bengkel Musik Teater Agustus (1981), serta menerima Penghargaan dari Fakultas Sastra Universitas Udayana untuk Tokoh Sastra-Teater (1990). Ia juga sempat menjadi Ketua Paguyuban Kartunis Indonesia (Pakarti) Bali. Sejumlah penghargaan yang diraihnya antara lain: Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup untuk Kartunis Terbaik (1982), Piagam Seni Kerti Budaya untuk Seniman/Pembina Musik dari Bupati Badung (2006), Widya Pataka dari Gubernur Bali untuk Karya/Buku Sastra, dll.

Wendra Wijaya, lahir di Denpasar, 11 November 1985. Aktif dalam Komunitas Seni di Negara-Jembrana, mulai mengasah kemampuan menulis bersama Komunitas Kertas Budaya, menghasilkan beberapa Karya Puisi, Cerpen, dan Catatan Lepas. Selain menulis, juga aktif menyanyikan sajak bersama grup bentukan sendiri. Beberapa tahun belakangan, lebih memilih berada di belakang layar pertunjukan seni. Menggarap musikalisasi puisi untuk beberapa kelompok/teater serta aktif dalam pembinaan musikalisasi puisi di Bali.

I Wayan Sumahardika, lahir di Denpasar, 11 Mei 1992. Menempuh pendidikan Pascasarjana Prodi Pendidikan Bahasa di Undiksha, Singaraja. Sejumlah tulisannya berupa Puisi, Prosa, Esai dan Ulasan yang pernah dimuat di Media Indonesia, Indopos, Bali Post, Tribun Bali, Bali Tribune, Tatkala.co dan Balebengong serta terhimpun dalam beberapa antologi. Aktif dalam dunia seni panggung di Teater Kalangan, baik sebagai pemain maupun sutradara. Pernah meraih Juara I Lomba Naskah Drama Modern Bali dan Juara II Lomba Naskah Drama Tradisional dalam acara Bali Mandara Nawanatya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s