Pameran Seni Rupa MJK Art Community “KAMA BANG KAMA PETHAK”

Pembukaan : Minggu, 23 September 2018, pukul 19.00 WITA
Pameran berlangsung: 24 September – 4 Oktober 2018, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Jesaya Jerry P., 2018

Jesaya Jerry P., 2018

Pameran seni rupa di Bentara Budaya Bali kali ini menghadirkan karya-karya terkini sejumlah seniman yang tergabung dalam MJK Art Community, komunitas perupa lintas asal dan latar namun sama-sama alumni perguruan tinggi seni. Mereka meluapkan kreativitasnya seraya merespon kandungan nilai yang terdapat dalam ungkapan “Kama Bang Kama Pethak”.

Sebagaimana tajuk pameran sebelumnya, yakni “Tulang Rusuk”, dilaksanakan di Bentara Budaya Jakarta, mereka mengandaikan kebersamaan ini sebagai upaya memaknai keberadaan, yang diyakini ditandai oleh dua unsur hidup yang satu sama lain hakikatnya menyatu; senapas dengan filosofi yang dihayati masyarakat Bali, yaitu “Rwa Bhineda, diikuti 29 perupa serta dimaknai performing art oleh I Dewa Mustika dan Putu Bonuz Sudiana.

Hari Gita, Di Ketinggian#3, 145 x 200 cm. AOC, 2017

Hari Gita, Di Ketinggian#3, 145 x 200 cm. AOC, 2017

Setaut peristiwa pameran ini, kita dapat menyimak tulisan Made Susanta dan Janu PU, yang tentunya mengungkapkan korelasi kreatif antara tematik, berikut karya-karya yang terhampar di dinding atau tersaji di ruang Bentara Budaya Bali. Pertanyaan dapat segera diajukan, sejauh manakah sesungguhnya elaborasi para kreator terhadap kandungan nilai atau bingkai makna yang ditetapkan sebagai acuan bersama dalam pameran kali ini.

Kerja kreatif dalam kesenian selalu mengandaikan adanya proses yang lintas batas. Ini sejalan juga dengan semangat dari tema utama Bentara Budaya sepanjang 2018, yakin “Menerabas Cakrawala”. Dengan kata lain, acuan tematik atau bingkai makna sebuah peristiwa, baik yang selaras dengan local wisdom maupun wacana universal dari pergaulan global, hendaknya tidak berhenti semata sebagai ungkapan atau “pernyataan”, melainkan sungguh dieksplorasi serta dijelmakan sebagai “kenyataan”; melalui ragam visual dan tampilan komposisi yang otentik –menandai adanya tahapan Penemuan Diri- sekaligus menyentuh publik dengan kedalaman renungan.

Bingkai makna atau rujukan tematik bisa saja diandaikan semacam terminologi, yang memang membantu kita untuk merumuskan dan memahami satu keadaan atau satu fenomena kejadian (segugusan nilai), akan tetapi pada sisi lainnya tidakkah hal itu juga meringkas kemungkinan pemahaman, bahkan meringkusnya menjadi sesuatu yang bersifat membatasi proses kreasi. Tugas para kreator atau pencipta, baik seni rupa maupun bidang lainnya, adalah bagaimana melampaui batasan terminologi atau tematik itu dengan upaya memperkaya pemahaman dan kemungkinan tafsirnya. Sehingga publik memeroleh pengalaman dan pemahaman yang lebih membebaskan atau mencerahkan. Di titik itulah kreasi berfungsi pula sebagai rekreasi batin, mengingat bahwa para seniman hakikatnya adalah “makhluk bermain” atau Homo Ludens.

Wayan Upadana, 2018

Adapun seniman yang terlibat dalam pameran ini antara lain: Adi Gunawan, Agus Gibbon Priyanto, Agus Putu Suyadnya, Dani Heriyanto, Dedy Sufriadi, Deskhairi, Gusmen Heriadi, Hari Gita, Hayatuddin, I Dewa Made Mustika, I Made Arya Palguna, I Putu Bonuz Sudiana, Iqi Qoror, Jesaya Jerry P, Joni Antara, M. Andi Dwi Iskaryanto, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Norman Hendrasyah, Nyoman Sujana Kenyem, Riki Antoni, Robi Fathoni, Safrul, Seno Andrianto, Suroso, Isur, Tjokorda Bagus Wiratmaja, Tofan Muhammad Ali Siregar, Wayan Upadana, dan Wisnu Ari Tjokro.

PROFIL SENIMAN

ADI GUNAWAN

Adi Gunawan lahir di Parigi, 20 Januari 1974. Alumnus Seni Murni ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, antara lain Pameran Tunggal “Halaman Depan” di Bentara Budaya Jakarta (2007), “Mengeja B-A-B-I” di Syang Art Space-Magelang (2009), “Willingdon Beauty” di Andis Gallery Jakarta Districk (2011). Selain itu, juga menggelar pameran bersama yakni Pameran “Kecil Itu Indah” di Edwin Gallery-Jakarta (2016), “Tribute To The Maestro Nyoman Gunarsa” di Sanggar Dewata Indonesia Yogyakarta (2017), “SINTESIS ” bersama MJK art community di Breeze Art Space-Jakarta (2018), dan lain-lain.

AGUS “GIBBON” PRIYANTO

Agus “Gibbon” Priyanto lahir di Bantul, 1 Desember 1979. Menempuh Pendidikan di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini telah menggelar Pameran “Transfer Windows” bersama Komunitas MJK di Ruang Dalam Art House Yogyakarta (2016) dan Pameran “Sewindu” bersama Komunitas MJK di Nalar Rupa Gallery, Yogyakarta (2015).

AGUS PUTU SUYADNYA

Agus Putu Suyadnya lahir di Denpasar, 19 Februari 1985. Alumnus Pendidikan Seni Murni ISI Yogyakarta ini telah memajang karya-karyanya dalam beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal “Karakteristik Wayang Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Lukisan” di ISI Yogyakarta (2011), Pameran Tunggal “Suburb Stories” di Seminyak, Bali (2014), Pameran “KEBOIWALOGI” Bentara Budaya Yogyakarta (2017), Pameran “Proud To Be An Artist” Sanggar Dewata Indonesia Yogyakarta, Syang Art Space, Magelang (2018) Pameran “SINTESIS ” bersama MJK art community di Breeze Art Space-Jakarta (2018). Ia pula telah meraih beberapa penghargaan yakni Special Award, “Kisi-kisi Jakarta” Jakarta Art Awards (2006), The Best Five Finalist, Radar Bali Art Award (2008), dan lain-lain.

DANI “KING” HERIYANTO

Dani “King” Heriyanto lahir di Sumedang, 1 Juni 1980. Alumnus Pendidikan Seni Murni Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran di antaranya Pameran ‘Mother and Child’, Malaysia (2018), Pameran ‘Kepak-kepak Sayap’ bersama Komunitas Perupa Pecinta Unggas, Taman Budaya Yogyakarta (2018), Pameran ‘Putih & Hitam’ bersama MJK art community, Syang Art Space (2017), Pameran ‘Season #6’, Indie art space, Yogyakarta (2016), Jakarta art Bazart, Pameran Art Front Gallery (2016), dan lain-lain.

DEDY SUFRIADI
Dedy Sufriadi lahir di Palembang, 20 Mei 1976. Ia telah menempuh Pendidikan Magister Seni Rupa di ISI Yogyakarta. Beberapa karya-karyanya telah dipajang di beberapa pameran, seperti Pameran Tunggal “Momerendum”, Redsea Gallery Singapura (2017), Pameran Tunggal “Re-textsture”, Nalarroepa ruang seni, Yogyakarta (2016), Pameran Tunggal “HYPERTEXT”di Interpre Gallery, Malaysia (2014), Pameran “CA-RA-KA”, Warung Kopi DST, Yogyakarta (2018), “Peaceful Seeker # 1” di Tony Raka Gallery, Ubud, Bali (2018), dan lain-lain. Ia pula telah meraih beberapa penghargaan, di antaranya 1st Winner Young Art di Taipei (2015), Mandiri Art Award (2015), UOB Art Award (2015), Tujuh Bintang Art Award, Yogyakarta (2009), dan The Best Painting Visual Art Competition “Setelah 20 Mei”, Jogja Galery (2008).

DESKHAIRI
Deskhairi lahir di Batu Sangkar, Sumatera Barat, 28 Desember 1972. Alumnus Pendidikan Seni Murni ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran “BAKABA #5, “Cadiak Indak Mambuang Pandai”, S.A.C, Jogja Gallery (2016), “KENDUREN #3” Perahu Art Conection, Yogyakarta (2016), “RICELANDS”, Nadine Gallery, Malaysia (2017), “PUTIH HITAM”, Syang Gallery, Magelang (2017), “TO LANDSCAPE and…”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta (2018), dan lain-lain.

GUSMEN HERIADI
Gusmen Heriadi lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 18 August 1974. Peraih penghargaan Best Works Bakaba#6 SAC Yogyakarta ini merupakan alumnus Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Karya-karyanya telah dipajang di beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal ’Tamu’, Edwin’s Gallery, Jakarta (2010), Pameran Tunggal ’Problema Masyarakat Kota’, ISI Yogyakarta (2005), Pameran Knowing Incompleteness’, Gajah Gallery, Yogyakarta (2017), Pameran ‘Sketsa dan Drawing’ , Latar Art Space , Jakarta (2018), dan lain-lain. Penghargaan yang telah diraih yakni The Best Watercolor Painting, ISI Yogyakarta (1996), dan The Best Acrylic Painting, ISI Yogyakarta, Indonesia (1997).

HARI GITA
Hari Gita lahir di Pariaman, Sumatera barat, 9 Desember 1984. Alumnus ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal ‘Sensitivitas Tubuh Manusia’, ISI Yogyakarta (2012), Pameran ‘Transfer Windows’ bersama MJK art community, Ruang Dalam Art House, Yogyakarta (2016), Pameran ‘Merandai Pajang’, Sekretariat Sakato Art Community, Yogyakarta (2017), Pameran Asia Contemporary Art Show’, Singapore Art Garret Gallery, Hong Kong (2018), dan lain-lain.

HAYATUDDIN
Hayatuddin lahir di Lampung 17 Juni 1972. Alumnus ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal ‘KOTA TANPA NAMA’, Gallery Semarang (2009), Pameran Tunggal ‘SURVIVOR’, Bentara Budaya Yogyakarta (2006), Pameran ’Yes We Are’, Nalar Roepa Ruang, Yogyakarta (2017), Pameran ‘Display’ Lentho Art Studio, Yogyakarta (2018), dan masih banyak lagi. Hayatuddin pula telah meraih beberapa penghargaan yakni meraih Karya Terbaik dalam LUSTRUM ISI IV (2004), 10 Besar Philip Morris ASEAN award (2005), dan lain-lain.

I DEWA MADE MUSTIKA
I Dewa Made Mustika lahir di Gianyar-Bali, 25 Agustus 1974. Finalis Philip Morris Indonesia Art Award VII merupakan alumnus dari ISI Yogyakarta. Beberapa pameran yang telah digelar yakni Pameran Tunggal ‘Partner Spirit ‘, di Taman Budaya Yogyakarta (2017), Pameran “Kamadhatu “Sanggar Dewata Indonesia Yogyakarta (2017), Pameran ‘Proud to be An Artist’, Sanggar Dewata Indonesia Yogyakarta (2018), Pameran ‘Imajinesia’, Graha Padma, Semarang (2018), dan lain-lain.

I MADE ARYA PALGUNA
Pria kelahiran Ubud, 1976 ini merupakan alumnus Seni Murni FSR ISI Yogyakarta. Karya-karya telah digelar dalam beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal “IF” , Sangkring Art Project, Yogyakarta (2015), Pameran ‘Re-covering Borobudur #1’ “KAMADHATU”, Limanjawi Art House, Magelang (2017), Pameran ‘Jalan Dua Pekan’, Bentara Budaya Yogyakarta (2017), Pameran ‘Ludvig International Symposium’ , Kendlimajor, Hungary (2018), Pameran ‘Mother and Child’, Nadine Fine Art Gallery, Malaysia (2018), dan lain-lain.

I PUTU BONUZ SUDIANA
Putu Bonuz lahir di Nusa Penida, 30 Desember 1972. Alumnus ISI Denpasar ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal Because Life is Delicious di Kubu Art Space, Ubud (2015), Pameran Tetabuhan-Tatabumi, Bidadari di Ubud (2017), Pameran A Land to Remember di Santrian Gallery, Sanur (2018), NU-Abstract di Langgeng Art Foundation, Jogjakarta (2018), B to B #2, Komaneka Gallery, Ubud Bali (2018), dan lain-lain.

IQI QOROR
Pria kelahiran Surabaya, 1984 ini telah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dan Magister Seni Rupa Institute Seni Indonesia Yogyakarta. Beberapa pameran yang pernah digelar yakni Pameran Tunggal “Authority Of Madness” Graffik Gallery, London (2015), Pameran “Buku Mini #2”, Ace House, Yogyakarta (2017), Pameran Deciphering Food, Hatch Art Project, Singapore (2018), Pameran Aucland Art Fair (2018), dan lain-lain. Selain itu karyanya pula pernah dimuat di Art Magazine Singapore, Cover Story (2015).

JESAYA JERRY P.
Jesaya Jerry lahir di Sulawesi Selatan, 23 April 1972. Pemenang Pertama Kompetisi Seni Lukis Festival Budaya Toraja I ini merupakan alumnus Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Ia pula telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran merchandise bersama komunitas MJK di Breeze Art Space, Jakarta (2015), “Drawing Nusantara 2015” di Taman Budaya Yogyakarta [TBY], Yogyakarta (2015), “Thai & Indonesian [Art Exchange Workshop], di Bentara Budaya Yogyakarta (2014), dan lain-lain.

JONI ANTARA
Joni Antara merupakan alumnus dari Seni Murni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Pemenang Seni Lukis Cat Air Terbaik ISI Yogyakarta ini telah turut memamerkan karya-karyanya dalam beberapa pameran yakni Pameran “Out Of Focus” di Galery Srisasanti Yogyakarta (2015), Pameran “Season 6” di Indieart House Yogyakarta (2016), Pameran “Transfer Windows” di Ruang Dalam Art House Yogyakarta (2016), dan Pameran “Click” di Limanjawi Art House Magelang (2017).

M. ANDI DWI ISKARYANTO
Andi Dwi Ikaryanto lahir di Nganjuk, 30 Januari 1977. Alumnus Seni Murni FSR ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya ‘Sewindu’ bersama MJK art community, Galeri Nalar Rupa, Yogyakarta (2015), Pameran Yogyakarta Annual Art # 1, di galeri Balebanjar Sangkring, Yogyakarta (2016), Pameran ‘Tulang Rusuk’ bersama MJK art community, Bentara Budaya Jakarta (2017), dan Pameran “SINTESIS ” bersama MJK art community, Breeze Art Space, Jakarta (2018). Beberapa penghargaan yang telah diraih yakni Karya Seni Lukis II Terbaik ISI Yogyakarta, Karya Seni Lukis Terbaik Nyoman Gunarsa Prize, dan lain-lain.

NGAKAN PUTU AGUS ARTA WIJAYA
Ngakan Putu Agus Arta Wijaya lahir di Pejeng, 13 Agustus 1990. Alumnus Seni Rupa ISI Denpasar ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya “Prajurit kemayu”, di Viavia resto and alternative art space, Yogyakarta (2015), “ART SHINE”, Gallery Ciputra, Ciputra Artpreneur, Jakarta (2017), Perupamuda #2, “November On Paper”, di Bale Banjar Sangkring, Yogyakarta (2017), “A Small Universe In The Field of the Meaning”, Martell feat EDWIN’S Gallery, Jakarta (2018), “IMAJINESIA”, Graha Padma Residence, Semarang (2018), dan lain-lain.

NORMAN HENDRASYAH
Norman Hendrasyah lahir di Kediri, 8 November 1969. Karya-karyanya pernah digelar di beberapa pameran yakni Pameran “TRANSFER WINDOW”, MJK Art Community, Ruang Dalam Art House, Yogyakarta (2016), dan ‘Putih & Hitam’, bersama MJK art community, Syang Art Space, Magelang (2017).

NYOMAN SUJANA KENYEM
Nyoman Sujana Kenyem lahir di Ubud, 9 September 1972. Alumnus ISI Denpasar ini telah menggelar beberapa pameran di antaranya Pameran Tunggal Silence Of Nature, di Lovina-Bali (2015), Pameran Tunggal A Place Behind The House di Komaneka Gallery Ubud,Bali (2016), Pameran B to B #1, Gallery Raos Batu Malang (2017), Pameran Militant Art, Santrian Gallery, Sanur – Bali (2017), Pameran Kepada Republik #3, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta (2017), dan lain-lain.

RIKI ANTONI
Riki Antoni lahir di Pariaman, 01 Januari 1977. Alumnus ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran yakni Pameran Tunggal “A Quiet Universe of Painting” GreenHouse, Yogyakarta (2017), Pameran Art Expo 2016, Kuala Lumpur, Malaysia (2016), Pameran “Lust For Colour”, Red Chakra Galeri, Yogyakarta (2017), Pameran “Ping Project #3”, Studio Aruna Yunizar, Yogyakarta (2017), Pameran “TO LANDSCAPE and…”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta (2018), Pameran Bakaba#7 ‘Zaman Now’, Sakato Art Community, Jogja Gallery Yogyakarta (2018), dan lain-lain.

ROBI FATHONI
Robi Fathoni lahir di Palembang, 26 September 1973. Alumnus ISI Yognyakarta ini karya-karyanya telah digelar di sejumlah pameran, di antaranya Pameran Yogya Annual Art, Bale Banjar Sangkring Art Space, Yogyakarta (2016), Pameran “Art Contemporary Singapore” ArtemisArt Gallery Singapore (2017), Pameran De Facto Art Door Galery Taipei By ArtemistArt (2017), Pameran “Imajinesia”, Graha Padma Art Project, Semarang (2018), dan lain-lain. Beberapa penghargaan yang telah diraih yakni Juara II Lomba Sketsa Telaga Reja, Juara III Lomba Mural AMTA dan Juara III Lomba Desain Kaos Dadung.

SAFRUL

Safrul lahir di Yogyakarta, 8 Desember 1989. Alumnus ISI Yogyakarta ini telah menggelar sejumlah pameran, di antaranya Muhibah Seni ke UCLA, Los angeles, California, USA (2013), Pameran “Gresulo” Yogyakarta (2013), Pameran “Akhir Adalah Awal” Yogyakarta (2015), Pameran Pameran Besar Seni Rupa Indonesia, KEMENDIKBUD, Manado (2016), Pameran Seni Rupa se-Aceh, Taman Budaya Aceh (2016) dan Pameran CIKACI, Taman Budaya Aceh (2017). Beberapa penghargaan yang telah diraih yakni Pemenang Ketiga Jogja Fashion Week (2011), Pemenang Kelima Jogja Fashion Week (2012), Pemenang Pertama Pameran Batik Kontemporer (2012), dan Pemenang Ketiga Wood Skill Competition (2007).

SENO ANDRIANTO

Seno Andrianto lahir di Jakarta, 16 Februari 1974. Alumnus Seni Murni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran yakni Pameran Tunggal “Sleep Mode” Lukisan Cat Air di Bentara Budaya Yogyakarta (2014), Pameran “Dibalik Kelambu” Bentara Budaya Yogyakarta (2015), Pameran “Sninjong” Pelataran Joko pekik Yogyakarta (2016), Pameran “International Artswitch”, Jogja Galeri Yogyakarta (2017), Pameran “Final Challanges”, Semarang Gallery, Semarang (2018), dan lain-lain. Ia juga merupakan Pemenang Kedua UOB Indonesia Painting, serta meraih sejumlah penghargaan lainnya, semisal Seni Lukis Potret Terbaik FSR ISI Yogyakarta, Cat Air Terbaik FSR ISI Yogyakarta, dan Lukis Alam Benda FSR ISI Yogyakarta.

SUROSO ISUR
Suroso Isur lahir di Pemalang, 29 November 1982. Pemenang Asia Prize, Beppu Asia Biennale of Contemporary Art 2010, Japan ini telah menggelar karya-karyanya di sejumlah pameran, di antaranya The 2nd Bangkok Triennale International Print and Drawing, Bangkok Art and Culture Centre and Sanamchandra Art Gallery,Silpakorn University, Thailand (2015), Art Fair Contemporary , Singapore (2016), Art Stage Singapore, Marina Bay Sands, Sands Expo & Convention Centre (2017), “SINTESIS ”, bersama MJK art community, di Breeze Art Space, Jakarta (2018). Alumnus Seni Murni ISI Yogyakarta ini pula telah meraih beberapa penghargaan yakni Juara I, Poster Kependudukan Internasional, New York, AS (2004), Juara I, Lukis Potret Megawati Soekarno Putri, Solo (2004), dan The UOB Painting of the Year Award Indonesia (2013). Selain itu, ia juga turut mengisi Workshop Melukis di Minamitateishi Elementary School, Beppu Asia Biennale of Contemporary Art, Beppu, Oita, Japan (2010).

TJOKORDA BAGUS WIRATMAJA
Tjokorda Bagus Wiratmaja lahir di Ubud, 17 Februari 1984. Alumnus Pasca Sarjana ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran di antaranya Pameran Tunggal “Safari Abstraksi” di Gallery Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta (2011), Pameran “Click Adalah Klik”, Limanjawi Art House, Borobudur, Jawa tengah (2017), Pameran “Art Vs Pokemon”, Gallery “Inter-Art”Aiud, Romania (2017), Pameran “BRUSH STROKES REFLECTION”, LATAR BTPN Jakarta (2018), Pameran “ASIA ART EXCHANGE”, I-Cat Gallery di Laos, dan lain-lain. Penghargaan yang pernah diraih yakni Juara II Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) se-Indonesia dan Sketsa Terbaik FSR Seni Murni Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

TOFAN MUHAMMAD ALI SIREGAR
Tofan Muhammad Ali Siregar lahir di Medan, 9 Mei 1980. Ia merupakan alumnus Seni Murni ISI Yogyakarta. Karya-karyanya pernah digelar di “Transfer Windows”, bersama MJK art community, Ruang Dalam Art House Yogyakarta (2016), Bazaar Art Jakarta bersama Andrew Art Gallery di Ritz Carlton Jakarta (2017), “Tulang Rusuk”, bersama MJK art community, Bentara Budaya Jakarta (2017), “SINTESIS ”, bersama MJK art community, Breeze Art Space, Jakarta (2018), dan lain-lain.

WAYAN UPADANA
Wayan Upadana lahir di Gianyar, 9 September 1983. Alumnus Seni Murni ISI Yogyakarta ini telah menggelar beberapa pameran, di antaranya Pameran Tunggal Home, Bentara Budaya Yogyakarta (2014), Pameran Tunggal Memory di Fremantle Art Centre, Fremantle, Western Australia (2016), Pameran Skala di Sculpture Trienale, National Gallery of Indonesia, Jakarta (2017), Pameran Spektrum Hendra Gunawan di Ciputra Artpreneur, Jakarta (2018), Pameran Sculpture by the Sea Cottesloe, Cottesloe, Western Australia (2018), dan lain-lain.

WISNU ARI TJOKRO
Wisnu Ari Tjokro lahir di Jakarta, 6 Juni 1977. Alumnus ISI Yogyakarta ini karya-karyanya telah dipajang di beberapa pameran yakni Pameran Fotografi ‘FASHION VOICE’, V-Art Gallery, Yogyakarta (2013), ‘50:50’, di Nalar Roepa Gallery, Yogyakarta (2014), ‘Out of Focus’, Srisasanti Gallery, Yogyakarta (2015), ‘Sewindu’, bersama MJK art community, Nalar Roepa Gallery, Yogyakarta (2015), ‘Season 6’ bersama MJK Art Community, Indie Art House,Yogyakarta (2016), dan “Transfers Window”, bersama MJK Art Community, Ruang Dalam Art House, Yogyakarta (2016).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s