Kelas Kreatif Bentara MEMBUAT KOMIK BERSAMA COMICOTOPIA & BENTARA MUDA BALI

Minggu, 16 September 2018, pukul 15.00 WITA

Komik atau cerita bergambar memiliki sejarah yang panjang, bukan saja di Indonesia tapi juga di seluruh belahan dunia. Keberadaannya mewarnai perkembangan peradaban manusia, merujuk sejumlah bukti sejarah di Roma, Mesir, hingga Yunani, di mana gambar terpilih dirangkai secara berurutan dan difungsikan sebagai sarana menyampaikan kisahan atau narasi tertentu.

Di Indonesia sendiri, sejarah komik diyakini dimulai sejak kehadiran komik strip Put On pada harian Sin Po sekitar tahun 1930an. Sejak itu mucul nama-nama maestro komik Indonesia dengan karya-karya melegenda, antara lain Si Buta Dari Gua Hantu (Ganes TH), serial Mahabharata (R. A. Kosasih), Gundala Putra Petir (Hasmi), Godam (Wid NS), Panji Tengkorak (Hans Jadalara), Jaka Sembung (Djair), Rio Purbaya (Jan Mintaraga) –yang meraih puncaknya pada periode 1960 hingga 1970an. Tema-tema yang lazim mengemuka adalah pewayangan, superhero dan humor politik.

Kelas Kreatif Bentara kali ini akan mengetengahkan lokakarya membuat komik, kerjasama Komunitas Comicotopia Bali dengan Bentara Muda Bali. Ini merupakan kelanjutan dari workshop dan dialog yang diselenggarakan sebelumnya, yakni seputar “Sosok Ikonik Dunia Kartun Indonesia” bersama Jango Pramartha dan Timbang Pandang serangkaian Pameran Ilustrasi Aplikatif dan Komik Tradisi Bali (Juli 2018).

Sebagaimana Kelas Kreatif Bentara sebelumnya, program ini akan memadukan antara pembekalan teori dan praktik. Tidak hanya mengulas perihal dasar-dasar membuat komik, namun akan dibincangkan pula mengenai perbedaan antara ilustrasi, karikatur, dan komik, berikut kiat-kiat membangun karakter dalam sebuah karya komik.

Dibahas pula perkembangan komik di era digitalisasi, yang mendorong para kreatornya terbuka pada berbagai kemungkinan baru penciptaan, baik pilihan tematik, gaya, terlebih cara menghadirkan karya-karya mereka ke ruang publik. Misalnya, kemunculan komik digital di Korea sejak tahun 2002, Webtoon atau komik Internet atau webcomic. Hal mana memungkinkan para komikus menghadirkan komik ciptaannya secara serentak dan seketika diakses di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri belakangan muncul pula portal komik digital yang bernama CIAYO Comics.

Sebagai narasumber adalah Ai Shuma dan Gabriel Pt Dedi dari Komunitas Comicotopia.

Comicotopia adalah komunitas yang mewadahi penulis naskah, ilustrator dan komikus yang memiliki minat untuk membuat komik. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2014, membuka ruang bagi para anggotanya untuk berkolaborasi dan berbagi ide serta pengembangan cerita juga gambar komik. Anggotanya terdiri dari pegiat komik dari Bali dan luar Bali. Selain berbagi melalui grup online, mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan bertema komik di Bali, seperti Cosmic Fest dan DjaFu.

Ai Shuma merupakan pendiri Komunitas Comicotopia Bali dan pencipta komik “Bhurloka” yang sudah dipublikasikan di aplikasi web komik Ciayo. Ia merupakan alumni ISI Denpasar, jurusan Desain Komunikasi Visual. Sebelumnya Ai Shuma pernah bekerja sebagai colorist di Tantraz Comics Bali, dan kini aktif sebagai freelance.

Gabriel Pt Dedi, adalah komikus dari komik official Line Webtoon berjudul Bingkai Titik. Ia adalah lulusan DKV UK Petra Surabaya. Karyanya berjudul “Titik Balik” meraih Juara 1 LINE Creative Webtoon Competition 2017, juga meraih Juara 1 pada ITB Fair Comic & Caricature COmpetition 2012 dengan karyana berjudul “Kopi Mr. Luwak”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s