Resital Vokal “PUJIAN BAGI NEGERI”

Sabtu, 1 September 2018, pukul 19.00 WITA

Sebuah resital vokal, kerjasama Musicasa Jakarta dengan Amabile Music Studio dan Bentara Budaya Bali digelar masih serangkaian memaknai Ulang Tahun ke – 73 Republik Indonesia, sekaligus perayaan Dasawarsa Musicasa. Melalui tajuk “Pujian Bagi Negeri ”, Resital Vokal kali ini mengetengahkan sejumlah tembang atau komposisi yang mengalunkan nilai-nilai kebangsaan serta nasionalisme, di tengah perjuangan penegakan kemanusian yang bersifat lintas bangsa.

Lagu-lagu terpilih tersebut adalah gubahan komposer mumpuni Indonesia dan dunia, diantaranya komposisi karya Ismail Marzuki (1914-1958), F.X. Sutopo (1937-2006), Mochtar Embut (1943-1973), Franz Lehár (1870-1948), Johann Strauss (1825-1899), Charles-François Gounod (1818-1893), W. A. Mozart (1756-1791), J. S. Bach (1685-1750), Samuel Barber (1910-1981), Noël Coward (1899-1973) dll.

Tampil sejumlah musisi mumpuni Indonesia, antara lain Anita Widya Anggraini, Bavo Sidharta, Budi Utomo Prabowo, Ega O. Azarya, Evelyne Wirjasatria, Justina Tjandra, Joseph Kristanto Pantioso, Fika Djaya, Mirta Hartono, Prajna Indrawati, Priska Budihardjo, Rosa Sabina Johana Aliandoe.

Memang dunia kini disatukan oleh informasi yang serba digitalisasi, sehingga batas-batas sosial kultural masyarakat seringkali menjadi maya, apa yang terjadi di belahan benua lain dapat seketika dan serentak disaksikan pula di Indonesia atau negeri-negeri manapun. Dengan demikian, nilai-nilai kepahlawan, kebangsaan dan cinta tanah air atau negeri bisa bersifat lintas bangsa, terhindar dari fanatisme atau Chauvinisme, yang mudah dikobarkan melalui berita-berita hoax di media sosial yang memungkinkan timbulnya pribadi yang terjangkiti virus radikalisme dan kekerasan dalam bentuk apapun.

Musicasa adalah sebuah sanggar dan studio yang didirikan di Jakarta oleh Joseph Kristanto Pantioso dan Budi Utomo Prabowo pada tahun 2007. Sanggar musik ini memfokuskan pembelajaran pada musik klasik. Selain mengajar murid yang memang memiliki hobi musik, Musicasa juga turut mempersiapkan pelajar yang ingin mengikuti tes masuk sekolah musik di luar negeri, terutama Benua Eropa.

Sebelumnya, Bentara Budaya Bali juga pernah menggelar resital dan pertunjukan musik klasik, antara lain: Konser Musik Klasik “An Evening With Paganini” bersama Robert Brown dan Lianto Tjahjoputro (3 September 2017), Pertunjukan Gitar Klasik oleh Lianto Tjahjoputro dan Intan Mayadewi (24 Maret 2015), “A Tribute to Indonesian Composer” (11 Oktober 2015) bekerjasama dengan Amabile Music Studio, serta “Bali Virtuoso Guitar Performance” (27 Maret 2016) kerjasama PGKRI (Pagelaran Gitar Kolosal Rakyat Indonesia).

Acara ini berlangsung di Bentara Budaya Bali, bersifat bebas bea (gratis) dan terbuka bagi umum dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi atau RSVP melalui : Vanesa (085737495538).

Profil Musisi:

Anita Widya Anggraeni, sempat belajar piano Jazz di bawah bimbingan Rita Silalahi di Elfa’s Music School dan mendalaminya di Christian City Church College, Australia – Contemporary Music (2004 – 2007). Setelah menyelesaikan studi musiknya, Anita memutuskan mengabdikannya untuk gereja dan pendidikan musik anak. Keputusan ini kemudian membawa ketertarikan baru dalam bermusik. Ia bergabung dengan Sanggar Musicasa di tahun 2010 untuk belajar vokal di bawah bimbingan Budi Utomo Prabowo. Hingga sekarang Anita tetap aktif belajar, menjadi staf pengajar piano dan aktif dalam kegiatan yang diadakan Sanggar Musicasa.

Bavo Sidharta, lahir di Jakarta 1992. Sempat berlatih vokal dengan beberapa instruktur vokal ternama seperti Arkadius Ari Wibowo, Hari Santosa, Linda Sitinjak, Satriya Krisna, dan Ega O. Azarya, juga Budi Utomo Prabowo. Sejak 2010 bergabung dalam Paduan Suara St. Caecilia Katedral Jakarta dan Paduan Suara Kristus Raja. Pada tahun 2012 dipilih oleh Kemenparekraf Indonesia sebagai salah satu penampil dalam pagelaran misi kesenian di Beijing, Cina. Sejak 2013 tergabung dalam Camerata Vocale Jakarta dibawah arahan konduktor sekaligus direktur musik, Budi Utomo Prabowo. Ia juga telah menyelesaikan pendidikan musiknya di Universitas Negeri Jakarta pada 2014. Di tahun yang sama, berpartisipasi dalam Asia Kodály Symposium for Music and Choral Educators yang diselenggarakan di Jakarta dengan pembicara Dr. László Norbert Nemes (Hungaria), Albert Tay (Singapore), Dr. James Cuskelly (Australia), Lucinda Geoghegan (Skotlandia), Tommy Kandisaputra (Indonesia), Susanna Saw (Malaysia), Aida Swenson (Indonesia).

Budi Utomo Prabowo, menempuh studi pengaba di Freiburg, Jerman, dan belajar piano pada Reinhart Buhrow. Kini ia berkonsentrasi membimbing pengaba-pengaba muda di sanggar musik ”musicasa” yang didirikan tahun 2007 bersama Kristanto Pantioso. Selain itu ia juga mengajar vokal dan musik teori, khususnya persiapan teori musik untuk tes masuk sekolah musik di negara berbahasa Jerman. Mendirikan paduan suara kamar Camerata Vocale Jakarta dan Orkes Komunitas Concordia. Aktif sebagai pianis untuk musik kamar bersama instrumentalis dan penyanyi. Menjadi anggota komite musik Dewan Kesenian Jakarta 2009-2015. Sejak akhir 2017 menjadi direktur musik Jakarta City Philharmonic.

Ega O. Azarya adalah seorang bas-bariton yang telah banyak tampil berkolaborasi dengan musisi dan orkestra di Indonesia. Sebagai konduktor paduan suara ia telah meraih juara pertama pada berbagai kompetisi internasional bersama The Archipelago Singers. Banyak tokoh musik yang telah berpengaruh besar bagi kemampuan bermusiknya antara lain, Joseph Kristanto Pantioso, Budi Utomo Prabowo, Bengt Óllen, Prof. Rudolf Piernay, Peter Broadbent, Máté Szabó Sipos dan Stojan Kuret. Selain mengajar di Sanggar & Studio Musicasa, Ega juga bertindak sebagai associate conductor PSM Unpar, serta aktif menjadi pengajar tamu dan memberikan choral clinic bagi berbagai paduan suara mahasiswa dan gereja.

Evelyne Wirjasatria memulai pendidikan vokalnya di Universitas Negeri Jakarta dibawah bimbingan AT Sri Mulyaningsih. Selain pendidikan vokal dari universitas, ia juga pernah mengikuti masterclass vokal dengan Aning Katamsi, Jonathan Velasco, Maike Albrecht dan Rudolf Piernay. Ia bergabung dengan sanggar Musicasa sejak tahun 2010 dibawah bimbingan bapak Joseph Kristanto Pantioso. Bersama Musicasa, Evelyne aktif tampil dalam berbagai resital vokal dan Vortragsabend.

Fika Djaya, memulai pendidikan musik dengan belajar bermain organ di bawah bimbingan Ibu Florentine. Ia belajar teknik vocal sebagai soprano di bawah arahan Joseph Kristanto di Musicasa, Jakarta dan berkesempatan tampil dalam Vortragsabend, membawakan lieder-lieder dan aria-aria dari berbagai komponis ternama dunia. Dalam konser JERIN – Jerman Indonesia (2011), ia sebagai solo sopran yang membawakan karya terkenal dari Carl Orff “Carmina Burana”, bersama Arcadius Ari Wibowo (tenor) dan Hari Santosa (bariton), diiringi oleh kolaborasi Tübingen Chamber Orchestra, Thailand Philharmonic Orchestra, Amadeus Chamber Orchestra Jakarta dan Batavia Madrigal Singers, pimpinan Gudni A. Emilsson dari Jerman. Mengikuti masterclass yang dibawakan oleh Rudolf Piernay yang diadakan di Musicasa, Jakarta (2016), terlibat dalam konser Jakarta City Philharmonic yang berjudul “Italia Abad XX: Daur Ulang & Opera” bersama dengan Pharel Silaban (tenor), Joseph Kristanto (bariton), Hari Santosa (bass), Rainier Revireino (bass), ia membawakan babak pertama opera “La Boheme” karya Giacomo Puccini. Hingga saat ini, ia mengajar di Musicasa dan juga bernyanyi di berbagai acara.

Joseph Kristanto Pantioso, memulai pendidikan musik pada sekolah musik Yayasan Pendidikan Musik jurusan piano kemudian memulai pendidikan vocal pada sekolah musik yang sama dibawah bimbingan Ibu Catharina W. leimena, Ibu Aning Katamsi dan Ibu Binu Sukaman. Memeroleh juara 1 Lomba Bintang Radio dan Televisi tingkat DKI (1994) dan mewakili DKI untuk tingkat Nasional, kemudian memperoleh peringkat ke 2. Memeroleh penghargaan “Golden Artist Award” dari sekolah musik YPM (2000). Melanjutkan pendidikan musik pada Musikhochschule Freiburg – Jerman, dibawah bimbingan Prof. Towako Sato- schoelhorn, Prof. Aziz Kortel dan Prof. H.P. Mueller (2001), meraih gelar Diploma Keunstlerische Ausbildung Gesang (Master Vokal) dengan pendalaman Lagu Sastra (Arts Song) dan Oratorio (2006). Mengikuti Masterclass secara aktif pada Prof. Elizabeth Glauser, juga mengikuti Sommer Musik Akademie di Mozarteum – Salzburg pada tahun 2010 dan 2012, berguru pada Prof. Rudolf Piernay dan Prof. Grace Bumbry. Sebagai penyanyi aktif bekerjasama dengan para pianis dan dirigen dalam berbagai konser dan recital di Indonesia. Tahun 2007 mendirikan lembaga pendidikan musik “MUSICASA” di Jakarta bersama Tommy Prabowo.

Justina Tjandra, mulai belajar piano pada usia 5 tahun dengan Miss Jenny Salimin. Setelah menamatkan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Tarumanagara, Justina memutuskan untuk mendalami lebih lanjut pendidikan musiknya di Douglas College dan University of Western Ontario, Canada. Ia telah meraih penghargaan dan beasiswa antara lain Hugh Livingston Maze Music Scholarship, Silverman Music Scholarship, The International Education Scholarship dan Western Graduate Research Scholarship. Ia juga mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam Canadian Operatic Arts Academy dan Vancouver International Song Institute serta piano masterclass antara lain dengan Madeleine Forte, Corey Hamm, Rena Sharon, Steven Blier, Simone Luti dan Gryphon Trio. Setelah menamatkan Bachelor of Music (Piano Performance) dan Master of Music ( Collaborative Piano ) di bawah bimbingan Stephan Sylvestre dan John Hess, Justina kembali ke Indonesia dan mendirikan Amabile Music Studio di Denpasar, Bali pada tahun 2012. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur Amabile Music Studio. Selain aktif mengajar piano, ia juga aktif mengadakan kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan seni musik di Denpasar dan menjadi juri di kompetisi piano nasional.

Mirta Hartono, memulai perjalanan bermusiknya dengan belajar piano di Yayasan Pendidikan Musik di Jakarta. Kecintaannya pada musik vokal bertumbuh saat menempuh pendidikan di Universitas Parahyangan Bandung dengan bergabung dalam paduan suara mahasiswa Unpar di mana ia aktif dalam konser-konser dan kompetisi yang diikuti oleh paduan suara tersebut. Selain itu ia juga pernah aktif menyanyi di beberapa paduan suara di Jakarta. Mirta mendalami musik vokal dengan berguru pada Joseph Kristanto. Saat ini Mirta merupakan staff pengajar di sanggar Musicasa.

Prajna Indrawati memulai pendidikan piano pada umur 3,5 tahun dibawah bimbingan Juuke R Widjojo. Kemudian melanjutkan di Yayasan Musik Jakarta hingga lulus Pre Conservatory 3 dan Teaching Certificate dibawah bimbingan Oerip S. Santoso serta Pedagogi Musik dibawah bimbingan Latifah Kodijat. Ia baru saja menyelesaikan Master of Performance in Piano Accompaniment dari Royal College of Music (London) dibawah bimbingan Roger Vignoles dan Kathron Sturrock. Selama di RCM, ia juga memperoleh beberapa penghargaan, yakni Titanic Award untuk accompanist terbaik pada Lies Askonas Competition 2018 serta peringkat kedua pada Brooks van-der Pump English Song Competition dan Joan Chissell-Schumann Competition. Sebagai accompanist, ia juga telah tampil di Royal Festival Hall-Southbank Centre, Victoria and Albert Museum, St. James Picadilly, dll. Dengan saxophonist Manu Brazo (Vario Duo), ia memperoleh kesempatan untuk disiarkan secara live di BBCRadio3 “in tune” dan telah menyelenggarakan konser di Sevilla (Spanyol) dan Crete (Yunani). Konser mendatang termasuk tampil di St. Martin in-the-Fields, Kings Place dan beberapa Festival Musik.

Priska Budiharjo, mengawali pendidikan musik dengan belajar piano lalu diterima di sekolah musik YPM dibimbing oleh ibu Paula Tunggono & ibu Iravati M Sudiarso hingga lulus persiapan konservatorium 3. Lalu mengajar di SM YPM hingga sekarang. Disamping itu juga belajar orgel dibimbing oleh Romo A Sutanto & Pendeta Van Dop. Sejak thn 1987 aktif mengiring paduan suara gereja. Mengiring di Musicasa sejak thn 2008 hingga sekarang.

Rosa Sabina Johanna Aliandoe, mulai bermusik di dalam kegiatan Gereja dan sempat menjadi anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia Paragita. Ia juga sempat bergabung dalam Batavia Madrigal Singers, lalu berpartisipasi dalam banyak kegiatan konser dan penampilan musik lainnya. Saat ini Rosa aktif menyanyi secara serius dengan difertimento vocal ensemble, Twilite Chorus, Camerata Vocale, St Peter Choir, St John Paul II Choir dan beberapa kelompok vokal lain. Rosa adalah pengajar vokal tingkat dasar di Musicasa, yang juga adalah tempatnya berguru teknik vokal pada Joseph Kristanto Pantioso sejak 2005, dan Budi Utomo Prabowo pada kurun waktu 2007-2011. Sebelumnya ia juga berguru teknik vokal pada Binu D Sukaman dan Ratna Kusumaningrum Asmoro di Yayasan Pendidikan Musik Jakarta. Rosa juga adalah pelatih dan conductor Apostolos (sebuah paduan suara Kristiani independen), koor St Gregorius (koor Paroki St Petrus dan Paulus Mangga Besar), serta Koor Cantate Domino (Wilayah I Paroki Stella Maris, Pluit).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s