Pameran Seni Rupa JAPUIK TABAO JILID 2: “SABIDUAK SARANGKUAH DAYUANG”

Pembukaan: Sabtu, 25 Agustus 2018, pukul 19.00 WITA
Pameran: 26 – 31 Agustus 2018, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Bukan kali ini saja Bentara Budaya Bali menyelenggarakan pameran perupa dari Tanah Minang. Pada tahun 2013, tepatnya tanggal 26 Mei hingga 4 Juni, telah hadir karya terpilih Kamal Guci (59) yang membentangkan pemandangan alam Minangkabau nan molek dalam kanvas, namun jauh dari nada nostalgik romantik ala pelukis naturalistik.

Genta Putra Mulyawan God Has More Power 150 x 100 cm acrilic on canvas 2017

Genta Putra Mulyawan “God Has More Power” 150 x 100 cm acrilic on canvas 2017

Pada pameran seni rupa di Bentara Budaya Bali kali ini dihadirkan karya-karya 34 perupa asal Sumatera Barat dan Bali. Merujuk tajuk Japuik Tabao Jilid 2 “Sabiduak Sarangkuah Dayuang”, ini merupakan sebentuk ikhtiar untuk mempresentasikan upaya penemuan diri di tengah penegasan identitas budaya muasal mereka; suatu pergumulan kreatif yang kiranya tecermin pada ragam stilistik, estetik serta artistik pilihan masing-masing. Karya-karya yang dipamerkan merefleksikan pergulatan personal dan keguyuban komunal yang membayangi pencarian identitas kreativitas mereka.

Luapan goresan di kanvas mereka adalah sebentuk kesaksian perihal proses adaptasi dan resistensi masyarakat Minangkabau terhadap problematik kebudayaannya; antara bersiteguh dengan nilai-nilai otentik akar kultur setempat, atau terbawa pesona derasnya perubahan yang bersifat global. Atau, merengkuh keduanya dengan mengedepankan kekayaan ikonik setempat seraya meraih hal-hal yang dirasa bersifat universal.

Dalam pengantar pameran, Ristiyanto Cahyo Wibowo, mengungkapkan bahwa pada aspek visualitas kekaryaan para perupa ini mengedepankan atas daya rasa. Merasakan sesuatu, menampilkan kemampuan dalam menyatakan perasaan secara spontan, secara fantasi; yaitu serangkaian kejadian atau gambaran perilaku yang dikhayalkan agar siap untuk kejadian – kejadian yang akan datang yang diantisipasi. Juga secara impuls, suatu keinginan pada desakan naluri. Intisari dari masing – masing karya sepenuhnya dalam ketahuan mereka yang membuat. Karena bahan yang dilekatkan pada media memuat limpahan maksud yang tidak bisa disamakan dengan kata. Atau, bahkan tidak dimaksudkan apapun, sebatas energi kreatif yang ditujukan ke luar diri sendiri. Seperti mengucap secara visual, bukan memvisualkan benda.

Dosra Putra Mencari Dimana 135 x 100 cm Acrylic on canvas 2017

Dosra Putra “Mencari Dimana” 135 x 100 cm Acrylic on canvas 2017

Adapun para seniman yang berpameran antara lain:Ade Jaslil Putra, Andrea Venandro, Diana Puspita Putri, Dosra Putra, Genta Putra Mulyawan, Harlen Kurniawan, Ibnu Mubarak, I Gusti Ngurah Putu Buda, Imam Teguh, Jack Budi Kurniawan, Jesca Delaren, Khairul Mahmud, Kharisma P. Natsir, Muslimaniati, Nasikhul Amin Alzikri, Norma Fauza, Nyoman Sujana Kenyem, Pitta Pawiroz, Prisman Nazara, Putu Bonuz Sudiana, Ramadhan Fitra, Rangga Anugrah Putra, Ridhotullah, Riska Mardatillah, Rusdi Hendra, Seppa Darasono, Stefan Buana, Syafrizal, Teguh Sariyanto, Togi Mikkel Saragitua, Ni Luh Gde Vony Dewi Sri Partani, William Robert, Yasrul Sami, Yudha Wibisono, Zulfa Hendra.

Mereka berangkat dari berbagai kota kelahiran di Minangkabau, di antaranya tengah mendalami seni rupa di ISI Yogyakarta dan ISI Padangpanjang. Mereka sempat berpameran di Taman Budaya Yogyakarta pada tahun 2016, mengusung tajuk yang sama. Menarik menyimak karya-karya terkini mereka ini seraya membandingkannya dengan buah cipta perupa-perupa seangkatan dari Bali ataupun daerah lain; terlebih mengingat fenomena yang dihadapi sesungguhnya tidak jauh berbeda, yakni bagaimana bersikap kreatif terhadap derasnya perubahan akibat kemudahan informasi era digitalisasi di segala lini kehidupan.

Profil Seniman:

Ade Jaslil Putra dilahirkan di Padang, 07 April 1993. Karyanya telah dipamerkan dalam beberapa pameran bersama di antaranya, Pameran “Aktifasi”, Taman Budaya Padang (2014),Pameran Angkatan 2013 FSR ISI-YK, Taman Budaya Yogyakarta (2015), Pameran Ulang Tahun Formmisi “AFTER MOOI INDIE”, Gallery R.J Katamsi ISI, Yogyakarta (2016), Pameran The 2nd Minangkabau Culture & Art Festival MANIKAM JAJAK , Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2017).

Dosra Putra dilahirkan di Timbulun, 31 Desember 1989. Beberapa kali karyanya dipamerkan dalam eksibisi yakni Pameran Teras Seni Di Rumah Teras Busur (2013), Pameran Garis Bawah Di Gedungsyafi’i (2015), Pameran Sakabek Di Lantai 3 Rektoret Isi Padang Panjang, Pameran Samui Bajajang Naikb Tango Turun Di Taman Budaya Padang (2015), Pameran Hari Pendidikan Di Gedung Pancasilasi Junjung (2016), Pameran Di Museum Kota Sawah Lunto (2017),

Ibnul Mubarrak telah berpameran diantaranya: Pameran Kelompok “Samuik#3” Di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang (2015), Pameran Seni Rupa “Japuik Tabao” Di Taman Budaya Yogyakarta (2016), Pameran Senirupa Riau “ Peradaban 4 Sungai Besar Riau “ Di Taman Budaya Riau (2016), Pameran Senirupa “ Festival Anak Nagari “ Di Batipuh ,Tanah Datar (2016), Pameran Senirupa Riau “ Gerbang Melayu “ Di Bandar Serai (2016), Pameran Senirupa Fki Ke-9 Di Institut Seni Indonesia ( Isi ) Padang Panjang (2016), Pameran Senirupa Riau “ Pesona Riau Dalam Warna “ Di Anjung Seni Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru (2017), dll.

Imam Teguh SY dilahirkan Talang Babungo, 1 Januari 1991. Sempat berpameran diantaranya: Pameran Bersama Kelompok Sakabek Art Di Lantai 3 Rektorat ISI Padang Panjang (2014), Pameran Bersama “Basamo Art Speace” ISI Padang Panjang (2015), Pameran Bersama Dalam Rangka Festifal Anak Nagari Batipuah Tanah Datar Sumatra Barat (2016), Pameran Bersama MATRILINI2 Taman Budaya Sumatra Barat (2017). Meraih penghargaan: Juara I Lomba Mural Kelompok Dalam Rangka Pelestarian Penyu Di Pantai Gandoriah Pariaman, Juara III Mural Kelompok Dalam Rangka Dies Natalis ISI Padang Panjang, Juara I Lomba Sketsa Dalam Rangka Dies Natalis ISI Padangpanjang Ke- 49.

“Jack” Budi K. dilahirkan di Padang Panjang, 10 Mei 1980. Telah berpameran tunggal maupun bersama, antara lain: Pameran “Hi, Hello…!”, Jogja Contemporary, Komp. Jogja National Museum, Yogjakarta (2015), Pameran Lukisan “ Corat-Coret” Di Gallery Katamsi ISI Yogyakarta (2014), Pameran “Buffalo Gatering” Unesa Surabaya (2013), Pameran Seni Rupa “Inggresulo” Yogya Gallery, Yogyakarta (2012), Pameran Kelompok Setan 07, Tembi Rumah Budaya Yogyakarta (2011), Pameran “Satu Arah Ribuan Tujuan”, Plaza FSR ISI Yogyakarta (2010), Pameran Kelompok 2x3di Kersan Art Sstudio (2009), Mural 1000 Tong Sampah Di Benteng Vredeburg Yogyakarta (2008), dll.

Jesca Delaren dilahirkan di Maninjau, 6 Juni 1997. Telah berpameran antara lain: Pameran Galodo Project #2 di ISI Padang Panjang (2016), Pameran “Go A Head People” di Novotel Bukittinggi (2016), Pameran Seni Rupa Festival Seni Indonesia (FKI) IX ISI Padang Panjang (2016), Pameran Seni Rupa “Runduak-Runduak Padi” ISI Padang Panjang (2017), Pameran Seni Rupa “Rupa Tanya Ruang” #2 ISI Padang Panjang (2017), Pameran Kelompok “Kaba Rupa” #ISI Padang Panjang (2017).

Prisman Nazara dilahirkan di Padang, 14 Februari 1993. Pamerannya antara lain: “ARTIST FOR MENTAWAI”, Taman Budaya Padang (2010), E-catalogue sentika“ the best artwork” (2011), Babebozine”keganjilan di sekitar kita” (2012), Pameran seni rupa “Nggresulo”, Jogja galeri (2013), Pameran drawing “Lintas Batas”, Gor Jetayu, Pekalongan (2014), Pameran Seni Rupa Dies Natalis XXXI “Implementasi Seni Berbasis Riset dan Teknologi” ISI Yogyakarta (2015), Pameran Seni Rupa wiswakharman expo “Jogja Mencari Ruang”, Taman Budaya Yogyakarta (2016), dll.

Ramadhan Fitra, turut dalam Pameran Bersama Komunitas Saruwe (2014), Pameran Rangkaian Awal (Gonjong Rupa) (2015), Pameran Masih Berlanjut ( Gojong Rupa ) (2016), Pameran Bukuku Buruk Rupa (2017), Pameran Pesona Riau Dalam Warna (2017), Pameran DKKS ( Dewan Kesenian Kuansing ) (2017), Pameran Festifal Seni Institut Seni Indonesia Padang Panjang (2017), Pameran Pekan Apresiasi Seni (Rupa Tanya Ruang Ke-2) (2017).
Rangga Anugrah Putra dilahirkan di Sleman, 7 Desember 1995, lulusan Seni Lukis di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Telah berpameran dalam Extrana Figuration Muroluquido Intitute , Colombia (2017), Paint All Etno” Teatercenter”ISI Surakarta (2016), Disleksia Angkatan Murni 2014 Jogja Nasional Museum (2015), “Spirit Grebeg Sekaten”, Hotel Duta Wisata Jalan Solo Yogyakarta (2014), dll. Meraih BEST ARTWORK Pameran GLORY MY COUNTRY KKNPPL UNY, Penghargaan 5 Terbaik Lukis Tehnik Plakat Angkatan 2014 Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Terpilih Sebagai 30 Perupa Muda PAPERU FKY #27 di Gedung Sasana Hinggil Yogyakarta dll.

Ridho Tullah, terlibat dalam: Pameran Bersama Kelompok Samuik “Langkah Awal” (Rumah Kelompok Pintu Samping Padang Panjang Sumatera Barat, 2014), Pameran Bersama Kelompok Samuik “Bajanjang Naiak, Batanggoturun” (Taman Budaya Padang, 2015), Pameran Bersama “Japuik Tabao”, (Taman Budaya Yokyakarta, 2016), Pameran “Tree Tunggal” Studio Seni Lukis ISI Padang Panjang (2017), Pameran “Dibalik Diam” (Gedung Studio Seni Televisi Dan Film ISI Padang Panjang, 2017), Pameran “Pesona Riau Dalam Warna” (Gedung Idrus Tintin Bandar Serai Pekanbaru Riau, 2017), Pameran “Asean – China Theater Week” (Nanning, Guangzhou, The People’s Republic Of China 6 -12 September 2017), dll.

Rizka Mardhotillah dilahirkan Bukittinggi, 06 Okt 1991. Merupakan alumni Institut Seni Indonesia Padang panjang. Sempat berpameran dalam sejumah eksibisi sebagai berikut, Pameran akhir semester di galeri seni murni ISI Padangpanjang (2012), Peserta lomba lukis tokoh di Museum Aditiawarman padang (2013), Pameran Bersama ISI Padangpanjang dan UNP “LANGKAH” di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat (2014), Pameran Berlayar di Garis Lurus bersama HMJ Seni Murni ISI Padang Panjang (2015), Pameran Japuik Tabao, Galeri Taman Budaya, Yogyakarta (2016), Pameran Ci Kaci Kaci, Galeri Taman Budaya Aceh, Banda Aceh (2017), dll.

Rusdi Hendra dilahirkan di Sumani, 31 Oktober 1993. Ia menyelesaikan studinya di Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia, Padang Panjang (2016). Terlibat dalam pameran: Pameran Samuik “ Bajanjang Naik Batanggo Turun” (2015), Mural Dies Natalis ISI Padang Panjang (2014), Pameran “Egosentris” di Jogja Nasional Museum, Jogjakarta 2017, Pameran Kediri Art Culture Vestifal “ Painting The Future” (2017), Pameran Metavora “ NOW” (Solo, 2017), Pameran HUT Sanggar Bambu Ke-58 (Jogjakarta, 2017), Pameran “Satu Nama” (Omah Wiji Art Space, Jogjakarta 2017), dll. Meraih penghargaan: Juara 2 Lomba PEKSIMIDA Sumatra Barat dan Penampil Baik di PEKSIMINAS Sulawesi.

Syafrizal dilahirkan di Kampung Baru,25 April 1977. Pamerannya antara lain: Pameran Seni Rupa Taman Budaya Pekanbaru Di Mall SKA (2013), Pameran Binnale Sumatera “Sambung” Di Taman Budaya, Padang (2014), Pameran Seni Rupa “Budaya Melayu Di Era Globalisasi Informasi” Di Taman Budaya Pekanbaru (2015), Pameran Seni Rupa ASEAN Di Museum Pendidikan Indonesia – Kota Bandung (2016), Pameran Bersama “ .C.A.R.I. M.U.K.A. “– Di Purwakarta (2017), Pameran Nusantara “ REST AREA – Membaca Indonesia “ – Galeri Nasional Indonesia (2017), dll. Meraih penghargaan: Finalis Indonesia ART Award 2003,Jakarta , Karya Terbaik III “Pekan Seni Mahasiswa Nasional”2002 di Yogyakarta, Karya Terbaik 1 Seni Lukis Kaligrafi di FAK.Imam Bonjol Padang 2002, Karya Terbaik IV Lomba TOKOH Nasional 2002 di Padang.

Yasrul Sami B., aktif berpameran seni lukis ± 107 kali sejak tahun 1994 – 2018 di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia, di kota Padang, Medan, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bali, Malang, dan Melaka(Malaysia). Diantaranya Pameran The Philip Morris, Indofood art award, perupa Muda Indonesia, perupa Sumatera Barat, Biennale Sumatera, Biennale Yogyakarta, Refleksi di Maleri Nasional Jakarta, dll.
Genta Putra Mulyawan, lahir di Solok, 25 Januari 1993. Ia merupakan lulusan FSRD ISI Padangpanjang (2015). Pernah berpameran “Galodo Project #1, #2, #2 ISI Padangpanjang (2015), Pameran Tapijak Paku, Studio Seni Lukis ISI Padangpanjang (2016), Pameran Komunitas Berantai, Sawahlunto (2017), dll.

Seppa Darsono lahir di Bantul, 15 September 1986. Beberapa pameran yang pernah diikuti Seppa antara lain: Pameran Tunggal “Inner-scape (7-Lungan)” (2017), Pameran Bersama “Orginizing Chaos” Dalam Festival Equator Biennale Jogja XIV bersama Estehanget Gamelan (2017), Pameran Bersama “Wangsit” di Jogja Gallery (2017), Pameran “Segaris” di Garis and Without Border Art Space (2016), Pameran Geneng Street Art Project #3 “Gemah Ripah Loh Jinawi” (2015), Pameran Biennale Jogja Equator #3 Hacking Conflict Parallel Event Bertolak Bersanding (2015), Pameran Gerimis #2 “Ketemu Kamu” (2015) dan lain-lain.

Andrea Venan lahir pada 10 Mei 1991. Alumnus Universitas Negeri Padang Jurusan Seni Rupa ini pernah terlibat dalam beberapa gelaran pameran, seperti: Pameran Minang Young Art Project (2017), Pameran Komunitas Seni Gubuk Kopi Kota Solok (2016), Pameran Basuki Abdullah di Jakarta (2016), Pameran Drawing Room FBS UNP (2013), dan lain-lain.

Diana Puspita Putri lahir pada 6 April 1996. Ia merupakan mahasiswi Institut Seni Indonesia Yogyakarta jurusan Seni Rupa Murni. Karya-karyanya sempat dihadirkan dalam beberapa pameran di antaranya: Pameran Ingredients di Limanjawi Art House (2018), Pameran Positioning Yogya Annual Arts #3 di Sangrkring Art Project (2018), Pameran Estrelass ArtNov di Breeze ArtSpace (2017), Pameran The Silent Earth di Titik Temu Art Space (2017), Pameran Basoeki Abdullah Art Award #2 (2016) dan lain-lain. Beberapa penghargaan yang diraih yakni Penerima Bronze Award of Emerging Artist Category , UOB Painting of The Year 35th (2016) dan Pemenang Pertama Polban Islamic Fair Comic Contest Provinsi Jawa Barat (2014).

Harlen Kurniawan lahir di Bukit Tinggi, 19 Oktober 1980. Beberapa pameran yang pernah diikuti Seppa antara lain: Pameran Tunggal “Enigmatik” di Langgeng Art Space Yogyakarta (2018), Pameran Tribute . Teddy D. di Museum Tanah Liat, Yogyakarta (2017), Pameran BARBARADOZ Patah Tumbuh Liar di Galeri Tahunmas Yogyakarta (2017), Pameran Frag and Artspace di Kasongan Yogyakarta (2017), Pameran Seni Rupa Dalam Memperingati Hari Penyalahgunaan Narkotik di Graha Pustaka, Yogyakarta (2016), dan lain-lain.

I Gusti Ngurah Putu Buda telah menggelar Pameran Tunggal, antara lain: Black and White World Exhibition di Copsa Gallery, London (2006), Mystical Spirit Exhibition si Kiridesa The Gallery & Oorja Zone, Dubai (2007), dan Pameran Seizing Art Space di Sanur (2013). Selain itu, Pameran Bersama yang pernah diikuti yakni: Bali On The Move di Tony Raka Gallery (2013), Pameran Ulu Teben Art di Bentara Budaya Bali (2015) dan lain-lain. Penghargaan yang pernah diraih yakni Top Finalist in 2004: Sovereign Annual Contemporary Asian Art Prize Hongkong.

Khairul Mahmud lahir pada 18 Januari 1991. Alumnus Universitas Negeri Padang Jurusan Seni Rupa ini pernah terlibat dalam beberapa gelaran pameran, seperti: Pameran “Diateh Karateh” (2016), Pameran Ruang Fine Art #2 (2017), Pameran RAS “Rumah Ada Seni” (2017), Pameran Kamar Kost (2018), Pameran Artventure (2018), Pameran Mural “Paint Your City” (2018), Pameran Sumbart Pride (2018), dan lain-lain.

Kharisma P. Natsir lahir di Bukittinggi, 15 Januari 1995. Ia merupakan Alumnus Jurusan Seni Rupa Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali. Beberapa gelaran pameran yang pernah diikuti antara lain: Pameran Bali Art Expo Gerbang Nusantara Bersama 155 Pelukis dan 260 Karya (2018), Pameran Tunggal “Pegayaman” (2018), Pameran Pelukis Wanita “The Offerings” (2018), Pameran Tugas Akhir Semester Genap 2016/2017 “Merajut Kebhinekaan Dalam Karya Seni Rupa dan Desain” (2017), Pameran Bersama ISI Denpasar, IKIP dan UNDIKSHA “Kamasandi #1: Mistery of Silence” (2016), dan lain-lain.

Muslimaniati lahir di Kota Panai, 7 Agustus 1998. Ia kini sedang menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Padang. Karya-karyanya pernah ditampilkan dalam beberapa pameran, di antaranya: Pameran Mural Bersama “Serumah Bersama FBS Universitas Negeri Padang (2018), Pameran Bersama “Equality” Minang Young Artist Project (2017), Pameran Bersama “Rupa-Rupa Art” HMJ Seni Rupa UNP (2017), Pamera Bersama Dalam Rangka HUT ke-53 Fakultas Seni Rupa Universitas Negeri Padang (2016), dan lain-lain.

Nasikhul Amin Al Zikri lahir di Padangpanjang, 1 Oktober 1995. Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini karya-karyanya telah digelar dalam beberapa pameran yakni: Pameran Jalan Menuju Media Kreatif #9 (2017), Pameran Kelas Etnografi ISI Padangpanjang (2016), Pameran Imaji #2: Old Photographic Process, Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta (2016), Pameran Imaji #2: Old Photographic Ptocess, Bentara Budaya Yogyakarta (2015), dan Pameran Pak Aku Kangen – Suave Café and Bar, Yogyakarta (2105).

Ni Luh Gede Vony Dewi Sri Partani lahir di Denpasar, 28 Juni 1978. Ia pernah terlibat dalam beberapa gelaran pameran, seperti: Pameran Luwih Utamaning Luh di Taman Budaya Bali (2017), Pameran She Paint Her Sky di Yayasan Krishnalila Denpasar (2016), Pameran “I Love My Mom” di Seniwati Art Space (2013), Pameran Bali Art Fair di Maha Art Gallery (2013), Pameran “Alignment” di Bidadari Art Gallery (2013) dan lain-lain.

Norma Fauza lahir di Padang, 17 April 1996. Mahasiswi Jurusan Seni Murni, FSRD ISI Padangpanjang ini telah mengikuti beberapa gelaran pameran di antaranya: Pameran “Rohana Kudus” (2018), Pameran Sasanak Art” di Padang Panjang (2018), Pameran Bersama “Wakiri” di Taman Budaya Padang (2018), Pameran Bersama “Gonjong Rupa” Face to Scape di Taman Budaya Padang (2017), Pameran Bersama ASEAN-China Theater Week di Beijing, Cina (2017), Pameran Bersama “Pesona Riau Dalam Warna” di Riau (2017), Pameran Bersama “Basamo Artspace” di ISI Padang Panjang (2016), dan lain-lain.

Pitta Pawiroz lahir di Bantul, 28 Maret 1990. Ia merupakan alumnus Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Karyanya sempat dihadirkan dalam Pameran Terakhir “Semangat Kebersamaan” TBY Yogyakarta (2013).
Nyoman Sujana Kenyem, lahir 9 September 1972 di Sayan, Ubud. Menyelesaikan pendidikannya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia), Denpasar. Ia telah berpameran tunggal, antara lain: A Place Behind The House, Komaneka Gallery Ubud (2016), Silence Of Nature,art patio,Lovina (2015), Highest, Philo Art Space, Jakarta (2013), G13 Gallery, Kelana Jaya, Selangor, Malaysia (2011), dll. Pameran bersama: B to B #1 ,Gallery Raos Batu Malang (2017), Militant Art, Santrian Gallery, Sanur – Bali (2017), Kepada Republik #3, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta (2017), Art Exchange Project,Indonesia-Korea,Mac Art Museum, Daebudo, Korea (2017), Nitibumi, Nitirupa Bentara Budaya Bali (2016), Sama Sama Art Exchange Project Indonesia-malaysia-Philippine,Bentara Budaya Bali (2015), dll. Ia meraih penghargaan Karya Terbaik Tugas Akhir STSI Denpasar (1998) dan Lukisan Terbaik “Kamasra Prize”, STSI Denpasar (1996).

I Putu Bonuz Sudiana, lahir di Nusa Penida, 30 Desember 1972. Ia merupakan lulusan STSI Denpasar (kini ISI Denpasar). Ia telah berpameran tunggal diantaranya: NU-Abstract: POLITICAL AESTHETIC. At NADI GALLERY, Jakarta (2018), A Land to Remember. Santrian Gallery, Sanur Bali (2017), Tetabuhan-tatabumi, Bidadari Art Space. Mas,Ubud-Bali (2016), Because Life is Delicious at Kubu Art Space. Ubud (2015) dll. Pameran bersama: NU-Abstract at Langgeng Art Foundation, Jogjakarta (2018), B to B #2, Komaneka Gallery, Ubud Bali (2018), ColourFul at Hadiprana Gallery, Jakarta (2017), AtUH Art the Universal Habit by Militant Arts, Santrian Gallery Sanur Bali (2017), Militant for Happiness at CLC. Krobokan Bali (2016), SoulScape in Progress at Bentara Budaya Bali (2015) dll. Meraih penghargaan Finalis Philip Morris Art Award VI (1999), Karya Terbaik Kamasra, STSI Denpasar (1995, 1997, 1998).

Stefan Buana, lahir di Padang Panjang, 27 Februari 1971. Menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta (1993-2003). Pameran tunggalnya: “Face To Peace” ODE TO ART Singapore (2015), “Memoir of Rice” ICC (International Culture Centre) Pandaan, Surabaya, Indonesia (2011), “Mental Gerilya” Toni Raka Contemporary Gallery – Bali, Indonesia (2010) dll. Pameran bersama: MATJA – JNM (Jogja National Museum) 2015, Cuplikan Elok – Centre of Fine Art Academy Museum, Beijing, RRC (2015), BAKABA Sakato Group Exhibition (2014), Unity in Diversity, Affinity of Art, Hongkong (2014), Trans-avantgarde –AJBS Galllery Surabaya (2013) dll. Meraih penghargaan karya terbaik di Sumatra Biennale – Padang (2013), Finalist Nee York Biennale (2013), Finalist Beijing Biennale (2012) dll

Teguh Sariyanto, lahir di Bantul, 24 Desember 1996. Meraih Juara 1 Mural HUT ke – 50 SMSR Yogyakarta (2013), Juara 1 Kompetisi Box Painting, Yamaha GT-125 (2013), dll. Terlibat dalam pameran: “Sabdacora” Joy Generation .Galery Prawirotaman Hotel.Yogyakarta (2016), Pameran “Outline” Drawing Fest. Gedung Indonesia Menggugat , Bandung (2015), Pameran Seni Rupa “ Youthphoria” Jogja National Museum (2014), Pameran Bersama Delayota Art “Regrowing Earth” Taman Budaya Yogyakarta (2014), Pameran Seni Rupa “Nyaur Utang” Bentara Budaya Yogyakarta (2014) dll.

Togi Mikkel Saragitua, lahir 16 Maret 1989 di Bandung. Pameran bersama: Tumbuh, Loop Station, Yogyakarta, Indonesia (2017), The Art of Humanity “Imago Mundi”, Bentara Budaya, Yogyakarta (2017), The Art of Humanity “Imago Mundi”, Bentara Budaya Jakarta dan Bentara Budaya Bali (2016), Blow Up Your Mind-Art Performance, RSGM, Bandung, Indonesia (2015), Experimental Drawing, Studio of Creatorivm, Bandung, Indonesia (2015), Menanam Tjinta “Tattoo Art Merdeka”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia (2015), : Imaji Mimpi, “Guyub Rupa”, Unnes Gallery, Semarang, Indonesia (2014), Out of Cocoon, 212 Gallery, Bandung, Indonesia (2013) dll.

William Robert, seniman berdarah Ambon lahir di Medan, 3 Juni 1967. Finalis Indofood Art Award , Jakarta (2002), Finalis Philip Moris Art Award, Jakarta (1997), dll. Pameran tunggalnya : TropictArt, Thaimur, Missisauga, Canada (2007), ExtravaganART, Tembusu Art Gallery, Singapore (2008), Opening the Atelier, William Robert Atelier Ubud- Bali (2010), Pesan-pesan Yang Tak Terbaca, Emma on The Boat, Lismore-Australia (2011), dll. Berpameran bersama diantaranya: Pameran Asian Water Colour “Ekspression”, Bentara Budaya Jakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, Balai Soejatmoko Solo, dan Bentara Budaya Bali (2012), Pameran Malaysia Art Expo, Matred Building-Kuala Lumpur (2012), Pameran BIAB, Beijing International Art Biennale, National Museum of China (2012), Pameran LoveArth, International Water Colour, Galeri Nasional Indonesia & Bentara Budaya Bali (2015), Pameran Cuplikan Elok, Perupa Indonesia-China, CAFA Museum, Beijing-China (2015), Pameran Standing With Master IAE , Jababeka (2018), Pameran SIPHT , Galeri Depan Rumah Proses, Bandung (2018), Pameran Di Atas Kertas, North Art Space, Jakarta (2018) dll

Zulfa Hendra, lahir di Bukit Tinggi, 10 Juli 1973. Menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta. Meraih penghargaan: ‘Dirix Art Gallery’, Yogyakarta, Indonesia (2003), ‘Dream Trails’ di Troped Art Gallery, 798 Art Area, Beijing, China (2008), Finalis Philip Morris Indonesia Art Award (1997) dll. Beberapa pameran bersama: Bakaba#7 ‘Zaman Now’, Sakato Art Community, Jogja Gallery (2018), “TO LANDSCAPE and…”, SICA, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta (2018), “Bricolage”, Sakato Art Community, D’gallerie, Jakarta Indonesia (2018), “Tulang Rusuk”, MJK art community, Bentara Budaya Jakarta (2017), Deepest Imagination, Raintree Boutique Villa & Gallery, Yogyakarta (2017), “Alam Benda” Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta, Indonesia (2016), dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s