Sinema Bentara “CERITA BERSAMA HARI RAYA”

Jumat – Sabtu, 29 – 30 Juni 2018, pukul 18.00 WITA

Masyarakat di belahan manapun, memiliki hari istimewa tertentu yang dirayakan bersama, terkait kepercayaan, tradisi, dan agama, atau perayaan bersifat pribadi, semisal: ulang tahun maupun hari jadi pernikahan. Sinema Bentara bulan Juni ini menghadirkan film-film lintas bangsa yang secara gagasan maupun latar scene-scene terpilihnya, berangkat dari suasana perayaan tersebut. Ada warna-warni keberagaman juga gambaran akan kebersamaan yang menunjukkan betapa umat manusia ini unik, karena mengalami transformasi yang sejalan dengan latar sosial kultural masing-masing juga keadaan alam lingkungan di sekitarnya.

Melalui film Untuk Rena (Indonesia, 2005, Durasi: 104 menit, Sutradara: Riri Reza) kita dapat menyimak bagaimana kehidupan kebersamaan anak-anak di panti asuhan menjelang bulan suci Ramadhan, terlebih kehadiran sosok tamu misterius yang semula terkesan mengancam kebersamaan mereka, perlahan dapat menjalin keakraban di antara anak-anak tersebut dan membawa kedamaian bagi penghuninya.

Kita juga dapat turut merasakan kebersamaan menjelang Natal lewat impian seorang anak laki-laki yang mendambakan sosok Santa Claus dalam film Le Père Noël (Prancis, 2014, Durasi: 81 menit, Sutradara: Alexandre Coffre). Tanpa disangka sosok Santa Claus ternyata adalah seorang pencuri yang menyamar. Namun, sang bocah perlahan-lahan justru merasa aman dan dekat dengan yang bersangkutan, saat itulah petualangan bersama dimulai.

Kebersamaan penuh perjuangan juga dirayakan dalam film neorealisme Italia, La Strada (1954). Film yang tergolong klasik ini berhasil memenangkan Academy Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pertama pada 1956. Mengisahkan seorang anak perempuan yang tidak rupawan terpaksa mengikuti keinginan ibunya untuk turut dalam rombongan Sirkus Jalanan, dimana ia ternyata memiliki bakat yang luar biasa. Sang sutradara sohor dunia, Federico Fellini menggambarkan bagaimana kehidupan keseharian, kemewahan, tradisi, agama, berikut konflik psikologis maupun pertarungan menjadi atmosfer utama dari film ini.

Tidak ketinggalan, menarik untuk disimak film pendek Indonesia berjudul Palang Pintu (2015, Sutradara: Qausar HY). Palang Pintu merupakan upacara adat Betawi yang biasanya dilaksanakan untuk pernikahan adat, ditandai dengan adu silat dan pantun. Film ini merupakan pemenang kategori Fiksi Mahasiswa pada Malang Film Festival 2016.

Sinema Bentara bulan Juni ini dimaknai sebagai ungkapan turut bersuka cita atas perayaan Lebaran sekaligus ungkapan damai bersama, rukun, dan tenteram selepas menjalankan ibadah puasa; sebentuk latihan menahan diri (hawa nafsu) sebagaimana juga upaya serupa yang dijalani oleh umat maupun masyarakat dari latar keyakinan yang berbeda.

Program ini masih diselenggarakan dengan konsep Misbar, mengedepankan suasana nonton bersama yang hangat, guyub, dan akrab. Acara ini bekerjasama dengan Bioskop Keliling BPNB Bali Kemendikbud RI, Aflamaker Production, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Pusat Kebudayaan Prancis Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali, dan Udayana Science Club.

SINOPSIS FILM
Untuk Rena
(Indonesia, 2005, Durasi: 104 menit, Sutradara: Riri Riza)
Didukung oleh Bioskop Keliling BPNB Bali Kemendikbud RI

Rena (11 tahun), tinggal di Rumah Matahari, sebuah panti asuhan yang damai dan penuh tawa. Di panti yang menaungi kurang lebih 30 anak itu, Rena memiliki ‘adik-adik’ yang sangat ia lindungi, dan ia sengaja membuat ulah setiap datang kunjungan calon orang tua yang ingin mengadopsi mereka. Menjelang bulan suci Ramadhan, datang seorang tamu misterius bernama Yudha ke Rumah Matahari. Hal ini membuat Rena sangat khawatir karena ia menduga Om Yudha datang untuk mengambil salah satu adik-adiknya. Rena pun mengajak adik-adiknya untuk bersikap hati-hati terhadap Om Yudha. Tapi Yudha tetap datang di setiap akhir minggu dan pelan-pelan terjalin keakraban di antara mereka. Suasana di Rumah Matahari mulai berubah.

Film ini meraih penghargaan Sutradara Terbaik pada MTV Movie Award – Indonesia 2006 juga diputar pada Osian’s Cinefan Film Festival 2006, New Delhi dan pemutaran keliling untuk Indonesian Film Festival 2009: Focus On Riri Riza di Prague-Vienna-Ljubljana-Belgrade-Hamburg.

Palang Pintu
(Indonesia, 2015, Durasi: 12 menit, Sutradara: Qausar Harta Yudana)
Didukung oleh Aflamaker Production

Gilang, ditunjuk untuk menjadi palang pintu dalam upacara pernikahan Juha, mantan pacarnya. Karpet tergelar, tamu berdatangan, mereka memadati upacara pernikahan itu. Rombongan pengantin datang. Semua tamu bersiap. Tugas yang diemban Gilang hanya menantang palang pintu dari pihak laki-laki untuk bersilat. Tugas itu sejatinya sudah diatur dimana Gilang harus mengalah. Ternyata Kabir, sang pengantin lelaki, tidak suka melihat Gilang disana. Ia memancing amarah Gilang dengan pantun yang menjadi bagian tradisi palang pintu itu. Akhirnya, Gilang menjadi ‘Palang Pintu’ dalam arti sebenarnya. Film ini merupakan pemenang kategori Fiksi Mahasiswa pada Malang Film Festival 2016.

Le Père Noël
(Prancis, 2014, Durasi: 81 menit, Sutradara: Alexandre Coffre)
Didukung oleh Institut Français d’Indonésie dan Alliance Française Bali

Keinginan Anthony untuk bertemui Santa Claus terkabul ketika pencuri menyamar sebagai Santa menerobos masuk ke dalam rumahnya. Namun, dua orang ini menjadi dekat dan memulai sebuah petualangan baru. Film ini dinominasikan meraih Grand Prize pada Skip City International D-Cinema Festival 2015.

 

La Strada
(Italia, 1954, Durasi: 104 menit, Sutradara: Federico Fellini)
Didukung oleh Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar

Ketika ayah Gelsomina meninggal, ibunya memintanya bekerja pada grup sirkus jalanan yang dipimpin oleh Zampanó. Gelsomina adalah seorang gadis yang tidak rupawan, namun ia memiliki bakat luar biasa pada sirkus. Meskipun kerap berbeda pandangan dan pemikiran dengan Zampano, Gelsomina berupaya tetap dapat merayakan kebersamaan dalam grup sirkus jalanan yang perlahan mulai disukainya.

Film tersebut memenangkan Academy Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pertama pada 1956. La Strada menjadi salah satu film paling berpengaruh yang pernah dibuat, menurut Institut Film Amerika. Film tersebut menempati peringkat keempat dalam daftar 10 film teratas menurut Institut Film Britania pada 1992.

Jadwal Pemutaran
Jumat, 29 Juni 2018
16.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
16.30 WITA Untuk Rena
18.00 WITA Pertunjukan Musik
18.30 WITA Le Pere Noel

Sabtu, 30 Juni 2018
17.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
18.00 WITA Pertunjukan Musik
18.30 WITA Palang Pintu
19.00 WITA Diskusi Sinema
19.30 WITA La Strada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s