Sinema Bentara LINTAS TEMATIK FILM PENDEK

Sabtu – Minggu, 19-20 Mei 2018, pukul 18.00 WITA

Sinema Bentara kali ini menghadirkan sejumlah film pendek Indonesia maupun internasional dengan beragam tematik juga genre. Film pendek besutan sutradara aneka bangsa ini menyuguhkan sisi imajinatif penuh arti dari scene-scene terpilih yang memfokuskan pada kedalaman cerita.

Misalnya saja, sejumlah film pendek animasi yang terangkum dalam bingkai Short Export 2017 kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe Institut Indonesien, memaparkan kompleksitas hubungan antarmanusia yang berbeda latar namun memiliki suatu bahasa ungkap kemanusiaan yang sama; penghormatan pada kesetaran dan keadilan.

Short Export 2017 merangkum film-film pendek fiksi dan animasi terpilih dari Jerman, hasil seleksi lebih dari 500 entri pada Clermont-Ferrand Festival. Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand merupakan titik pertemuan paling penting untuk film pendek internasional. Program ini merupakan kerjasama antara AG Kurzfilm – Asosiasi Film Pendek Jerman, Goethe-Institut Lyon, Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand, dan Kurz FilmAgentur Hamburg.

Layak disimak sebuah film pendek Perancis bertajuk Au Sol (Grounded) mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Evelyne bersama bayinya yang baru lahir harus berkelit dari peraturan bandara yang keras dan kaku, agar bisa berangkat ke London tepat waktu untuk pemakaman Ibunya. Film ini mendapatkan penghargaan film terbaik pada sejumlah festival film internasional di antaranya: Aubagne International Film Festival 2015, Cabbagetown Short Film & Video Festival 2014, dan Cleveland International Film Festival 2016.

Ditayangkan pula film pendek animasi dari Perancis, sebuah upaya tafsir dari puisi-puisi penyair sohor dunia, Guillaume Apollinaire, terangkum dalam “En Sortant de l’école – Guillaume Apollinaire” sepelihan karya-karya puisi monumental, seperti Le Pont Mirabeu, Carte Postale, Automne, dan lainnya. Seri animasi pendek ini mengesankan karena kekuatan visualnya yang berlapis arti.

Tak boleh dilewatkan pula Film Omnibus dari KPK bertajuk KvsK (Kita Versus Korupsi) dirilis pada tahun 2012 sebagai bentuk gerakan kesadaran akan perlawanan terhadap korupsi sedini usia muda melalui media film. Omnibus ini merangkum empat film pendek dari sutradara cemerlang Indonesia, di antaranya Emil Heradi, Lasja F.Susatyo, Ine Febriyanti, dan Chairun Nissa.

Sinema Bentara bulan ini masih diselenggarakan dengan konsep misbar, mengedepankan suasana nonton film bersama yang guyub, hangat, dan akrab dengan layar lebar di halaman Bentara Budaya Bali. Acara ini dimeriahkan pula Pasar Kreatif Misbar serta penampilan sejumlah kelompok anak muda kreatif di Bali melalui pentas akustik, musikalisasi juga pembacaan puisi, dan dimaknai diskusi sinema bersama narasumber terpilih.

Program kali ini ini didukung oleh Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, Pusat Kebudayaan Prancis Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali, dan Udayana Science Club.

JADWAL PEMUTARAN: 

Sabtu, 19 Mei 2018
18.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
18.30 WITA Pertunjukan Musik
19.00 WITA RUMAH PERKARA
(Indonesia, 2012, Durasi: 20 menit, Sutradara: Emil Heradi)
19.20 WITA AKU PADAMU
(Indonesia, 2012, Durasi: 17 menit, Sutradara: Lasja F. Susatyo)
20.00 WITA SHORT EXPORT 2017
(Film-film pendek terpilih dari Jerman)

Minggu, 20 Mei 2018
18.00 WITA Pasar Kreatif Misbar
18.30 WITA Pertunjukan Musik
19.00 WITA SELAMAT SIANG, RISA!
(Indonesia, 2012, Durasi: 18 menit, Sutradara: Ine Febriyanti)
19.20 WITA PSSSTTT… JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA
(Indonesia, 2012, Durasi: 13 menit, Sutradara: Chairun Nissa)
19.40 WITA AU SOL
(Perancis, 2014, Durasi: 18 menit, Sutradara: Alexis Michalik)
20.00 WITA Diskusi Sinema
20.30 WITA EN SORTANT DE L’ÉCOLE – GUILLAUME APOLLINAIRE
(Film Animasi dari Puisi-Puisi Penyair Guillaume Apollinaire)

SINOPSIS FILM

1. OMNIBUS KvsK (KITA VERSUS KORUPSI)
Pemutaran film ini didukung oleh KPK RI
Kita Vs Korupsi dirilis pada 26 Januari 2012 secara non-komersial, diproduksi bersama antara Transparency International Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, Management Systems International, USAID, dan Cangkir Kopi.

a. RUMAH PERKARA
(Indonesia, 2012, Durasi: 20 menit, Sutradara: Emil Heradi)
Seorang lurah harus memilih siapa yang ia bela: atasan dan jabatan, atau kesejahteraan rakyatnya yang sempat ia janjikan.
b. AKU PADAMU
(Indonesia, 2012, Durasi: 17 menit, Sutradara: Lasja F.Susatyo)
Sepasang kekasih hendak menjalankan satu keputusan penting. Keraguan muncul karena perbedaan persepsi tentang ’jalan pintas’.
c. SELAMAT SIANG, RISA!
(Indonesia, 2012, Durasi: 18 menit, Sutradara: Ine Febriyanti)
Keputusan orang tua Risa di masa lalu dan keputusan Risa di masa sekarang sama-sama tidak akan disesali sampai mati.
d. PSSSTTT… JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA
(Indonesia, 2012, Durasi: 13 menit, Sutradara: Chairun Nissa)
Cerita tentang tiga remaja teman sekolah tentang bagaimana mereka mendapatkan barang-barang kesukaan mereka.

2. SHORT EXPORT 2017
Pemutaran film ini didukung oleh Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe Institut Indonesien.

Sejak 2006, proyek kolaborasi Jerman-Perancis bernama “Soiree Allemande” telah menampilkan film-film pendek Jerman yang luar biasa, kini dikenal dengan tajuk SHORT EXPORT – Made in Germany. Ini merupakan kerjasama antara AG Kurzfilm – Asosiasi Film Pendek Jerman, Goethe-Institut Lyon, Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand, dan KurzFilmAgentur Hamburg. Beberapa film pendek yang terpilih pada Short Export 2017:
a. TASCHENGELD
(Jerman, 2016, Durasi: 12 menit, Sutradara: Annika Pinske)
Seperti biasa Elsa menghabiskan sore hari di klub milik Ayahnya, Carl. Ayahnya kelelahan karena sibuk bekerja dan terganggu oleh Elsa, ia mengirim Elsa ke klub di lantai atas untuk membuat perubahan. Ia pun menanti perubahan tersebut hingga merasa bosan, sampai akhirnya sebuah pertemuan tak terduga mengubah hubungan antara Elsa dan Ayahnya.
Film ini telah diputar dalam berbagai festival internasional di antaranya Hofer-Filmtage, Landshuter Short Film Festival, Filmfest Dresden, Short Film Week Regensburg, Edition of Chennai International Short Film Festival, India, Achtung Berlin, Filmkunstfest Mecklenburg Vorpommern, Wendland Shorts, Fünf Seen Filmfestival.
b. SHIPS PASSING IN THE NIGHT
(Jerman, 2015, Animasi, Durasi: 13 menit, Sutradara: Elisabeth Zwimpfer)
Malaika tinggal di Eropa, sedangkanPombalo di Afrika. Dia adalah seorang nelayan dan tengah mengumpulkan barang-barang yang terdampar. Karena jaringnya tetap kosong, dia berangkat ke Eropa. Di pantai mereka saling berhadapan seperti kapal yang lewat di malam hari.
Film ini meraih penghargaan Best Short Film 2016 pada Hessian Film Award, Frankfurt, Germany –diputar dalam berbagai festival seperti SESIFF Seoul International Extreme-short/Short film Competition, South-Corea 2017, Ars Independent Festival, Katowice, Poland 2017, Silhouette Film Festival, Paris, France 2017, Cartoon Club Rimini, Italia 2017, KARAMA Human Rights Film Festival, Beirut, Libanon, 2017, Supertoon – International Animation Festival, Croatia 2017, Euganea Film Festival, Padua, Italia 2017
c. [OUT OF FRA]ME
(Jerman, 2016, Durasi: 19 menit, Sutradara: Sophie Linnenbaum)
Paul, yang sejak kecil selalu ada di luar frame, bergabung dengan kelompok pendukung untuk orang-orang yang menderita penyakit sinematik. Di sana ia bertemu dengan seorang gadis yang mungkin menjadi solusi atas masalahnya. Film ini meraih penghargaan Best Short Film pada Regnsburg Short Film Week 2016.
d. KAPUTT
(Jerman, 2016, Animasi, Durasi: 7 menit, Sutradara: Volker Schlecht, Alexander Lahl)
Berdasarkan wawancara dengan mantan tahanan, dokumenter animasi ini memberi gambaran sekilas tentang penjara wanita paling terkenal di Jerman Timur. Sebuah film tentang pemenjaraan politik dan kerja paksa. Film ini telah diputar pada Berlin International Film Festival (Berlinale Shorts – International Shortfilm Competition).
e. BERLIN METANOIA
(Jerman, 2016, Durasi: 15 menit, Sutradara: Erik Schmitt)
Seekor beruang lolos dan seluruh kota menjadi gila. Meskipun semua warga melakukan aktivitas sehari-hari mereka yang tidak masuk akal, seekor beruang telah berhasil membebaskan diri dari kennelnya. Sementara Kore memiliki masalah yang sama sekali berbeda. Bayang-bayang masa lalunya menghantuinya – bayang-bayang yang tidak bisa dia hilangkan. Tidak ada jalan keluar: dia perlu menghadapi ketakutannya yang paling melelahkan. Film ini telah diputar pada Palm Springs International Film Festival 2016.
f. HOME LEAVE – FROM AN ASTRONAUT´S SKETCHBOOK
(Jerman, 2016, Animasi, Durasi: 14 menit, Sutradara: Franz Winzentsen)
Film ini menyajikan beberapa fragmen biografi masa kecil dan masa muda seorang astronot pada misi antariksa pertamanya. Film ini meraih nominasi pada German Short Film Award 2016
g. THE EXCHANGE – Le parapluie grec
(Jerman, 2016, Durasi: 6 menit, Sutradara: Markus Mischkowski, Kai Maria Steinkühler)
Sebuah catatan 50 Euro mengubah pemiliknya dan membayar semua hutang – sebuah perumpamaan tentang krisis keuangan aktual dan teori peredaran uang, yang direalisasikan sebagai penghormatan untuk film bisu awal. Film ini telah diputar pada International Short Film Festival Oberhausen 2017.

3. AU SOL (GROUNDED)
(Perancis, 2014, Durasi: 18 menit, Sutradara: Alexis Michalik)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Prancis Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali

Evelyne harus pergi ke London untuk pemakaman ibunya. Tapi di bandara, dia tidak memiliki ID bayi yang baru lahir. Jadi dia tidak diizinkan naik ke pesawat. Tetapi dengan bantuan Stephanie, nyonya muda, Evelyne akan melawan peraturan peraturan bandara yang kaku, dan mungkin, berangkat tepat waktu.

Film ini mendapatkan penghargaan Prix Beaumarchais SACD pada Aubagne International Film Festival 2015, Grand Prize Best Foreign Film pada Cabbagetown Short Film & Video Festival 2014, Best International Short Film International pada Cleveland International Film Festival 2016, Best Short Film pada International Short Film Festival of India 2015, Best First Short Film pada Tirana International Film Festival, AL 2014.

4. 10 Film Animasi dari Puisi-Puisi Penyair Guillaume Apollinaire
(EN SORTANT DE L’ÉCOLE – GUILLAUME APOLLINAIRE)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Prancis Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali
a. MUTATION
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Loïc Espuche)
b. SALTIMBANQUES
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Wen Fan, Mengshi Fang)
c. JE ME SOUVIENS DE MON ENFANCE
(Perancis, Animasi, 2016, Durasi: 3 menit, Sutradara: Marie de LAPPARENT)
d. FUSÉE-SIGNAL
(Perancis, Animasi, 2016, Durasi: 3 menit, Sutradara: Caroline CHERRIER)
e. LE COIN
(Perancis, Animasi, 2016, Durasi: 3 menit, Sutradara: Charlie Belin)
f. CARTE POSTALE
(Perancis, Animasi, 2016, Durasi: 3 menit, Sutradara: Fabienne WAGENAAR)
g. LE REPAS
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Émilie Phuong)
h. UN OISEAU CHANTE
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Mathieu Gouriou)
i. AUTOMNE
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Hugo De Faucompret)
j. LE PONT MIRABEAU
(Perancis, Animasi, 2015, Durasi: 3 menit, Sutradara: Marjorie Caup)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s