Bali Tempo Doeloe #19 TOPENG: JEJAK ARKEOLOGIS DAN HISTORIS BALI

Minggu, 25 Februari 2018, pukul 19.00 WITA

Keberadaan topeng di Bali ternyata tidak hanya mencerminkan capaian seni yang tinggi, akan tetapi juga menggambarkan adanya transformasi sosial kultural masyarakat pulau ini. Tidak heran informasi tentang seni topeng juga sudah mengemuka sejak zaman Kerajaan Gelgel (abad 15-16 M). Bahkan pada masa Kerajaan Bali Kuno, tertera pada prasasti Bebetin 896 Masehi, menyebutkan peristilahan tentang tapel, bukan hanya simbol Bhatara Bhatari, namun kala itu dihadirkan pula dalam ragam seni pertunjukan.

Sedini itu, masyarakat Bali diyakini telah mengenal berbagai jenis kesenian antara lain: lakon topeng (kala itu disebut sebagai petapukan), pewayangan, dan seni tabuh. Seiring perubahan zaman serta merunut jejak historis dimaksud, topeng-topeng mengalami transformasi bentuk. Dalam proses sejarah yang penjang, dari mulai era klasik hingga kontemporer, kita bisa menyanding-bandingkan antara topeng – topeng mitologis yang diyakini berkekuatan magis dengan patopengan yang biasa digunakan dalam drama tari, juga topeng-topeng kreasi modern dan kontemporer. Setiap topeng menegaskan eksistensinya tersendiri, namun secara keseluruhan terangkai tak terpisahkan sebagai jati diri masyarakat Bali.

Bali Tempo Doeloe kali ini akan mendiskusikan perihal keberadaan topeng dan kaitannya dengan transformasi sosial kultural masyarakat Bali. Sebagai narasumber adalah Drs. I Gusti Made Suarbhawa (Kepala Balai Arkeologi Denpasar) dan I Ketut Kodi, SSP, M.Si. (Akademisi, Dalang).

Bali Tempo Doeloe adalah sebuah agenda yang memutar seri-seri dokumenter tentang Bali Tempo Doeloe, dipadukan dengan diskusi bersama para pengamat dan pemerhati budaya, dalam memaknai perubahan kondisi Bali dari masa ke masa. Dialog berkala dan berkelanjutan yang telah digelar sedari tahun 2013 ini tidak hanya mengetengahkan sisi eksotika dari Bali masa silam, melainkan juga menyoroti problematik yang menyertai pulau ini selama aneka kurun waktu, termasuk kemungkinan refleksinya bagi masa depan. Beberapa tematik yang pernah dihadirkan dalam program ini antara lain: “Denpasar Dalam Tantangan Zaman”, “THE GODS OF BALI: Antara Ritual Sakral Dan Pertunjukan Profan”, “Gema Gamelan Bali ke Masa Depan”, “Citra Dalam Sinema”, “Rudolf Bonnet dan Arie Smit: Cerita Seni Rupa Bali”, “Mistis dan Turistik Bersisian di Nusa Penida”, “Bioantropologi: Tenganan Pegringsingan Dalam Dua Perspektif”, “Jejak DAS Pakerisan Dalam Arkeologi dan Seni”, dan lain-lain.

Drs. I Gusti Made Suarbhawa, alumni Jurusan Arkeologi Universitas Udayana, kini menjabat Kepala Balai Arkeologi Denpasar. Sejumlah penelitiannya antara lain: Permukiman Kuno di Sekitar Danau Batur, Situs Olah Logam di Situs Tamblingan, Penelitian Pusat Pemerintahan Singhamandawa, Penelitian Prasasti di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Penelitian Peradaban di Situs Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat, Penelitian Naskah di Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Penelitian Situs Aimoli, Alor, Nusa Tenggara Timur, Penelitian Arsitektur dan Permukiman Tradisional di Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan Penelitian Arsitektur Kolonial di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

I Ketut Kodi, SSP, M.Si adalah dosen Pedalangan di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar. Ia dikenal sebagai sosok dalang ternama multitalenta, dengan suara yang khas. Selain mendalang, ia juga merupakan seorang seniman calonarang. Bersama tim kesenian ISI Denpasar ia melawat dan berpentas ke India pada tahun 2011 dalam tajuk “Bali Puppets Meet India Puppets”. Ia juga sempat menyutradarai garapan Seni Pakeliran Inovatif “Wayang Sampat Somya”, dipentaskan oleh Sanggar Seni Singatsu, Singapadu, pada Bali Mandara Mahalango 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s