Pameran Pemenang II Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V Puritip Suriyapatarapun

“BOUNDARY OF FREEDOM“

Pembukaan : Jumat, 12 Januari 2018, pukul 19.00 WITA
Workshop & Diskusi Seni Grafis : Sabtu, 13 Januari 2018, pukul 15.00 WITA
Pameran berlangsung : 13 – 21 Januari 2018, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Setelah menampilkan karya pegrafis Jayanta Naskar, pemenang pertama Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015, pada Januari 2017 lalu, kali ini publik seni rupa Bali dapat menyaksikan dan sekaligus mengapresiasi capaian karya pemenang II Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015, Puritip Suriyapatarapun dari Bangkok, Thailand.

Karya-karya Puritip yang dipamerkan ini seluruhnya dikerjakan dengan teknik litografi. Merujuk tajuk “Boundary of Freedom’, seni grafis yang dihadirkannya mengacu pada pendekatan realis. Secara khusus ia mengangkat isu kemerdekaan yang dianggapnya hanya hidup dalam cangkang ilusi.

Puritip secara kreatif menyatakan pemikirannya tentang manusia sebagai makhluk sosial. Ia menggambarkan identitas bangsa Thailand dengan representasi wajahnya dan bendera negaranya ke dalam objek-objek seperti alat pintal, alat tenun, mesin jahit, alat setrika, dan benda-benda keseharian lain sebagai lambang hidup manusia yang saling terkait satu sama lain. Pada pokoknya secara simbolis dalam karya-karyanya Puritip mengungkap hakikat batas kebebasan dalam kehidupan manusia sebagai individu, makhluk sosial dan warga sebuah negara.

Peraih Grand Prize Young Thai Artis Award 2014 ini berhasil menjadi Pemenang II Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015 dengan karyanya yang berjudul Our Whole Life Searching.

Kompetisi Trienal Seni Grafis diselenggarakan oleh Bentara Budaya sejak 2003. Kompetisi digagas sebagai upaya terus-menerus menggalakkan seni grafis konvensional. Bentara Budaya berharap kompetisi pameran grafis ini pada waktu mendatang dapat menjadi salah satu parameter perkembangan dan kualitas seni grafis Indonesia.

Trienal Grafis V 2015 diikuti seniman grafis dari 20 negara yaitu Amerika Serikat, Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kanada, Italia, India, Jepang, Jerman, Malaysia, Mesir, Polandia, Puerto Rico, Spanyol, Swedia, Thailand, Turki. Karya Puritip terpilih sebagai Pemenang II oleh para juri yang terdiri dari Aminudin TH Siregar, Tisna Sanjaya, Bambang Bujono, Devy Ferdianto, dan Syahrizal Pahlevi.

Seperti halnya karya Jayanta, karya Puritip yang dipamerkan di Bentara Budaya ini terpilih dalam kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia V tersebut merujuk pada tema kompetisi yaitu “Dunia dalam Karantina“. Tema besar tersebut berangkat dari perenungan, antara lain tentang dampak globalisasi pada kehidupan. Globalisasi seperti dicatat para juri, bisa berarti juga bahwa pencarian-pencarian bentuk masyarakat ideal dikhawatirkan telah berakhir.

Serangkaian pameran ini diselenggarakan pula workshop grafis yang diawali timbang pandang tentang seni grafis selama ini, khususnya di Indonesia dan Bali, termasuk upaya Trienale Grafis yang didedikasikan oleh Bentara Budaya sedini tahun 2003 dan masih terus berlanjut menuju penyelenggaraan ke-6 pada tahun 2018.

 

Workshop Seni Grafis

Sabtu, 13 Januari 2018, pukul 15.00 WITA

Workshop menggrafis kali ini akan mengetengahkan teknik mencetak dengan transfer image. Sebagai narasumber adalah Pande Darmayana dan Saupi dari Komunitas Studio Grafis Undiksha.

Transfer image adalah teknik penyalinan gambar/objek tertentu ke acuan cetak. Teknik ini dapat mempermudah ataupun mempercepat proses penyalinan objek ke acuan cetak, terutama jika ingin mencetak objek objek yang membutuhkan tingkat presisi yang tinggi, misalnya jika ingin menyalin foto yang realistik ke dalam acuan cetak untuk diproses lebih jauh, misalnya jika ingin membuat acuan cetak dengan menggunakan teknik cukil ( cetak tinggi).

Profil Narasumber

Dr. Wayan Kun Adnyana, pengajar FSRD ISI Denpasar. Selain intensif mengikuti pameran seni rupa di berbagai kota, Kun juga menulis kritik seni rupa dan kebudayaan di berbagai media massa, seperti Kompas, Media Indonesia, majalah Visual Arts, dll. Buku-bukunya antara lain: “Nalar Rupa Perupa”(Buku Arti, Denpasar, 2007), Bersama DR. M. Dwi Marianto menulis buku Gigih Wiyono; Diva Sri Migrasi, Galeri 678, Jakarta, 2007. Bersama Dr Jean Couteau, dan Agus Dermawan T menulis buku Pita Prada (Biennale Seni Lukis Bali Tradisional), Bali Bangkit, Jakarta, 2009. Turut merintis Bali Biennale 2005, sebagai committee dan juga kurator Pra-Bali Biennale-Bali 2005. Telah mengkurasi berbagai pameran seni rupa untuk: Tony Raka Art Gallery Ubud, Pure Art Space Jakarta, Ganesha Gallery Four Seasons Resort Jimbaran, Gaya Fusion Art Space Ubud, Danes Art Veranda Denpasar, Tanah Tho Art Gallery Ubud, Syang Art Space Magelang, Kendra Art Space Seminyak, Mondecor Jakarta, dan lain-lain. Penghargaan: finalis UOB Art Awards 2011, Finalis Jakarta Art Awards (2010), Nominasi Philip Morris Indonesian Art Awards (1999), Kamasra Price Seni Lukis Terbaik (1998), dll.

Saupi, lahir di Lombok, 10 Juni 1995 ini pernah terlibat dalam beberapa gelaran pameran, seperti: Pameran Bersama“Kelapa” HUT Komunitas Kucing Seru di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja (2014), Pameran Bersama “HABIT STRENGTH” di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja (2015), Pameran Bersama“ CULTURE AND NATURE” “KucingSeru”, Undiksha Singaraja (2015), Pameran Bersama “OUT LINE” di Bandung, Jawa Barat (2016), Pameran Tugas Akhir “Angkatan 2013” di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja (2016).

 

Pande Darmayana, lahir di Gianyar, 22 Agustus 1995. Karya-karyanya sempat dihadirkan dalam beberapa pameran, seperti: Pameran Bersama“Peliatan Festival” Perupa Peliatan, Ubud (2010), Pameran Bersama“Peliatan Festival” Perupa Peliatan, Ubud (2012), Pameran Bersama“Valentine” HMJ Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (2014), Pameran Tugas Akhir “Angkatan 2013” Kampus Bawah Undiksha, Singaraja (2016), serta Pameran Bersama “Angkatan 2013” di Art Patio Gallery, Lovina, Buleleng (2016).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s