Dialog Sastra #57 “KISAH NYATA DAN REKAAN DALAM KARYA SASTRA”

Berangkat dari Novel “Suara Samudra” Karya Maria Matildis Banda
Minggu, 19 November 2017, pukul 18.30 WITA

Banyak karya sastra besar lahir dari pengalaman pribadi penulisnya, atau setidaknya terilhami dari kisah nyata berlatar sejarah tertentu. Dengan kata lain, cerita-cerita di dalam karya fiksi, cerpen, novel, tidak sepenuhnya adalah semata rekaan, namun juga mengandung kedalaman kenyataan, termasuk pengharapan akan masa depan.

Berangkat dari kisah novel “Suara Samudra” (penerbit Kanisius, 2017) karya Maria Matildis Banda, akan dibincangkan dalam dialog sastra kali ini, seputar kekuatan kisah nyata di dalam karya fiksi, serta rekaan macam apakah kiranya yang memungkinkan sebuah pengkisahan atau tuturan menjadi menarik bagi pembaca.

Novel ini sendiri bercerita tentang tokoh Lyra yang selama 27 tahun memendam rindu bertemu Arakian, ayah kandungnya, seorang lamafa (penombak ikan paus), lulusan SMAK Suryadikara, Ende. Pencariannya berawal dari kisah di masa lalu, di mana hubungan cinta Arakian dan ibu Lyra, Mariana tidak mendapat restu orangtua Mariana. Lyra, bersama kembarannya Dika berada dalam kandungan, ketika Arakian diusir mertuanya. Lyra kemudian tinggal di Bali dan Dika menjadi pastor. Kisah Arakian, yang memikul dosa masa lalu, kemudian berakhir miris, saat peledang (perahu yang dipakai untuk menangkap ikan paus) menghadapi bencana. Saat itulah Lyra justru datang mencari ayahnya.

Novel Suara Samudra Catatan dari Lamalera ditulis dalam proses yang panjang, sekitar sepuluh tahun (2007—2017). Gagasan penulisan novel dengan latar penangkapan ikan paus di Lamalera, berawal dari sebuah film dokumenter tentang tradisi penangkapan ikan paus di sana pada akhir tahun 1980 atau awal tahun 1990-an di rumah Bapak Ben Oleona. Sebagai narasumber dialog sastra kali ini adalah Dr. I Wayan Resen, M.Hum (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana) dan Prof. Dr. Aron Meko Mbete (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana).

Maria Matildis Banda, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Denpasar. Belum lama ini meraih Doktor Bidang Kajian Budaya di universitas yang sama (2015). Meraih penghargaan sebagai pemenang dalam penulisan karya sastra, antara lain: “Pulang” (cerpen); “Potret Gadisku” (drama); “Dalam Bening Mata Mama”, “Perempuan Kecintaanku”, dan “Rebung Gading” (cerpen); Pada Taman Bahagia (Grasindo Jakarta), Liontin Sakura Patah (Grasindo Jakarta), dan “Doben” (cerber, novel). Menerbitkan novel Bugenvil di Tengah Karang (Grasindo Jakarta, (2001); Rabies (Care Internasional, 2002/2003); dan Surat-Surat Dari Dili (Nusa Indah Ende 2005). Ia juga menulis cerpen, drama radio, drama panggung, puisi, cerita anak, dan dongeng. Kolumnis Parodi Situasi HU Pos Kupang sejak 2001 sampai sekarang (15 tahun). Sudah menulis sekitar 750 judul parodi situasi (2000 halaman) yang siap dibukukan, tentang isu pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan isu sosial budaya lainnya. Menulis buku Lota Aksara Ende. Aktif sebagai pemakalah dan peserta seminar dan lokakarya. Peserta Sandwich like Program di KTLV dan Universitas Leiden di Leiden Belanda Oktober – Desember 2011. Pemateri “Lota Script in Ende Flores” dalam Internasional Workshop on Endangered Scripts of Island Southeast Asia pada Februari – Maret 2014 Tokyo University di Tokyo Jepang.

Dr. I Wayan Resen, M.Hum, lahir di Gianyar, 19 Oktober 1952. Ia menyelesaikan S2 di Macquarie University, Sydney (1996) dan S3 di Universitas Udayana (2014). Saat ini berstatus sebagai Dosen Prodi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Prof. Dr. Aron Meko Mbete, lahir di Wolosoko, Ende, Flores, 23 Juli 1947. Saat ini merupakan Dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia juga lulusan Sastra Indonesia Universitas Udayana (1978). Gelar Doktornya dalam bidang Ilmu-Ilmu Sastra diselesaikan di Universitas Indonesia (1990). Aktif dalam berbagai kajian dan penelitian, sejumlah karya ilmiahnya juga telah dipublikasikan di berbagai jurnal serta buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s