New Music for Gamelan Gde Yudane JOURNEY BERSAMA WRDHI CWARAM

Senin, 30 Oktober 2017, pukul 19.00 WITA

Sebuah konser musik baru untuk gamelan (A New Music for Gamelan) kembali digelar di Bentara Budaya Bali, menghadirkan empat komposisi terkini karya komposer I Wayan Gde Yudane. Komposisi yang merupakan respon kreatif dari puisi Ketut Yuliarsa ini bertajuk antara lain: Spring (11:30), Aquifers (26:00), Ephemeral (3:20), dan Journey (35:00) dan dipresentasikan oleh Sekaa Gamelan Wrdhi Cwaram.

New Music for Gamelan adalah sebentuk penciptaan gending baru dari perangkat gamelan (warisan terdahulu) yang disikapi secara baru pula. Kebaruan itu tecermin semisal adanya pengolahan instrumentasi, pelarasan, orkestrasi, warna suara dan sebagainya. Semangat kebaruan itu pula terwakili oleh capaian teknik permainan berikut struktur dan sistem kerja antar instrumentasi.

Dengan demikian, melahirkan sebentuk kebaruan sudut pandang, terutama adanya tata racik gending baru yang pada giliran berikutnya menciptakan pengetahuan dan perbendaharaan teknis racik baru.

Karya-karya Yudane kali ini merefleksikan perjalanan pencarian kreativitasnya guna merambah wilayah penciptaan baru, memperkaya kemungkinan musik gamelan serta merefleksikan keberanian sang kreator untuk menyikapi sesuatu yang sudah baku dan mentradisi, guna melahirkan karya baru yang orisinal dan unggul. Dihadirkan sebagai bagian perjalanan menuju pentas Europalia di Paris, empat komposisi ini dicirikan oleh kesanggupan menghadirkan melodi lembut dan sangat hening sepanjang pertunjukan. Konsep pertunjukan berangkat dari elastisitas, yakni perenggangan waktu dan tempo serta kespontanan di dalam kesetikaan juga kebersamaan, merespon ombak (vibrato) pada gamelan Semarandhana guna menciptakan ruang meditatif di mana nada-nada melodi terhubung secara imajinasi di dalam benak para pendengar.

Komposer sohor Selandia Baru, Jack Body, mengapresiasi karya-karya Wayan Yudane yang memperkenalkan konsep orkestra gamelan baru dengan capaian yang terbilang sungguh-sungguh baru; memanfaatkan ruang keheningan dan pengaturan irama pernafasan sebagai suatu kesatuan musikal yang utuh menyeluruh. Dengan demikian, Gamelan Bali hadir sebagai bentuk seni yang terus hidup dan berdialog dengan publik abad ke-21 melalui suara-suara yang penuh keyakinan diri.

I Wayan Gde Yudane, lahir di Kaliungu, Denpasar, menghasilkan karya musik konser, teater, instalasi maupun film. Meraih penghargaan Melbourne Age Criticism sebagaiCreative Excellent pada Festival Adelaide, Australia (2000) berkolaborasi dengan Paul Gabrowsky; Penghargaan Helpman sebagai Musik Orisinal Terbaik, Adikara Nugraha dari Gubernur Bali sebagai Kreator Komposisi Musik Baru (1999). Tampil di Festival Jazz Wangarata, Australia (2001), keliling Eropa dengan Teater Temps Fort, Grup France and Cara Bali, juga Festival Munich dan La Batie. Karyanya: musik film ‘Sacred and Secret’ (2010), Laughing Water and Terra-Incognita, dan Arak (2004), serta sebagainya.

Sekaa Gamelan Wrdhi Swaram adalah New Music For New Gamelan di Bali, didirikan pada tahun 1998 di Padang Sambian, Denpasar. Pemusik: I Ketut Widianta, Sang Nym. Putra Arsa Wijaya, A.A. Raka Suyadnya, A.A. Putu Atmaja, Ida Made Adnya Gentorang, I Gst Pt Lokantara Makalena, I Made Oka Antara, I Made Oka Dwi Antara, I GedeYudi Krisnajaya, I Gede Panca Gangga, I Wayan Arik Wirawan, I Nyoman Abdi Sucipta, I Made Jaya Subandi, I Made Sumantra. I Wayan Sudiarta, I Nyoman Yuda Pertama Putra, I Gst Ag. Putu Retno Saputra, I Gusti Agung Bagus Chandrastika Wangsa, Agus Dody Aryawan, Putu Eka Deri Sasmitha, Putu Agus Satria Setyawan.

Europalia adalah festival budaya internasional, pertama kali diselenggarakan di Brussel pada tahun 1969 serta telah diikuti oleh banyak negara di dunia. Indonesia merupakan negara Asia ke empat dan negara Asia Tenggara pertama yang ditunjuk untuk menjadi negara tamu di festival tersebut. Akan dihadirkan 20 eksibisi, 100 pertunjukan musik, 27 pementasan tari-tarian, 27 teater & pemutaran film, serta 34 karya sastra dari Indonesia, berlangsung selama empat bulan (Oktober 2017-Januari 2018) serta dijadwalkan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Raja Belgia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s