Pustaka Bentara “PELUKLAH AKU” FRANS NADJIRA

Minggu, 24 September 2017, pukul 18.30 WITA

Sebuah kumpulan puisi kembali lahir dari Frans Nadjira (75) bertajuk “Peluklah Aku”, merangkum 53 karya terkini dari penyair yang dikenal juga sebagai novelis dan pelukis. Sebelumnya pada tahun 2015, ia juga menerbitkan antologi puisi “Catatan Di Kertas Basah” terdiri dari 72 puisi, disusul kemudian dua novel “Keluarga Lara” dan “Jejak – Jejak Mimpi” yang berlatar cerita konflik di Sulawesi Selatan semasa perlawanan Kahar Muzakkar.

Sebagaimana karyanya terdahulu, puisi-puisinya dalam buku kali ini (Penerbit de la macca, Sulawesi) juga mengalir sedemikian rupa, sarat dengan metafora khas miliknya, serta menyentuh pembacanya dengan kedalaman pengalaman yang akrab dengan simbol-simbol alam, berikut hamparan makna yang menggoda kita untuk meresapinya lebih jauh. Selain mengungkapkan dunia pribadi yang soliter, puisi-puisinya juga mengandung pesan sosial dan kepedulian.

Dua narasumber, I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani (Dosen dan Sastrawan) dan Puji Retno Hardiningtyas, S.S (Peneliti Sastra Balai Bahasa Denpasar) akan membahas “Peluklah Aku” sekaligus memberi apresiasi secara menyeluruh perihal capaian susastra Frans Nadjira. Selain itu, akan ada pemutaran dokumenter karya Dadi Reza Pujiadi, pembacaan karya dan alih kreasi berupa musikalisasi puisi oleh sejumlah seniman seperti Wayan Jengki Sunarta, Nunung Noor El Niel, Imam Barker, Ahmad Obe Marzuki, Kim Al Ghozali, dan lain-lain.

Frans Nadjira lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 1942. Mulai menulis puisi dan prosa sejak 1960-an. Belajar melukis di Akademi Seni Lukis Indonesia (ASLI) Makassar (1960). Pernah meluncurkan antologi cerpen berjudul Bercakap-cakap di Bawah Guguran Daun-daun (Denpasar, 2004), antologi puisi Curriculum Vitae di Taman Budaya (Yogyakarta, 2007), dan antologi cerpen Pohon Kunang-Kunang (2010). Sajak-sajaknya pernah dimuat di Harian Bali Post, CAK, Kalam, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Pedoman Rakyat, Koran Bali, Fajar, Suara Merdeka, Antology Terminal, Laut Biru Langit Biru, Puisi ASEAN, Spirit That Moves Us (USA), On Foreign Shores, Ketika Kata Ketika Warna, The Ginseng, A Bonsai’s Morning, Horison Sastra Indonesia, IAI News (Australia), Jurnal Cerpen, Antologi Ruang Cerpen Rumah Lebah, dan Antologi Pena Kencana 100 Puisi Terbaik Indonesia, 60 Puisi Terbaik Indonesia, 50 Tahun Puisi Indonesia. Buku-bukunya yang di antaranya: Jendela Jadikan Sajak, The Calling of the Words The Calling of Colours, Springs of Fire Spring of Tears, Catatan di Kertas Basah, Keluarga Lara, Jejak-Jejak Mimpi, dan Peluklah Aku. Frans Nadjira dikenal pula dengan metode melukisnya yang disebut “psikografi” dan berlanjut dengan metode “asosiasi bebas”. Bersama keluarga kecilnya, sejak awal tahun 1970-an, Frans Nadjira menetap di Bali sembari menulis puisi dan prosa, serta melukis sebagai napas hidupnya.

I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani lahir di Jakarta, 2 Desember. Menyelesaikan pendidikan magister dan doktornya di Universitas Indonesia. Sempat mengabdi selama 8 tahun sebagai dosen di Universitas Indonesia, sebelum akhirnya mengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Buku kumpulan puisinya, antara lain: Mencari Pura (2011) dan Aku Lihat Bali (2015). Kerap diundang sebagai juri dan narasumber dalam berbagai event sastra nasional dan internasional.

Puji Retno Hardiningtyas, S.S adalah peneliti sastra di Balai Bahasa Denpasar, kini tengah menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Udayana. Ia sering diundang menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan sastra seperti seminar, diskusi, dan bedah buku baik di Bali ataupun di daerah lainnya di Indonesia. Beberapa judul penelitiannya antara lain: Peparikan dalam Puisi Jawa dan Bali; Estetika Resepsi Puisi Nyongkok Di Bucu karya I Nyoman Manda; Implementasi Pengajaran Sastra Indonesia di Sekolah: Upaya Pemahaman Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Pendekatan Kontekstual; dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s