Pentas Musik Bagi Negeri “KEMBALI KE IBU” Bersama Aya & Laras BTMDG

 

Sabtu, 9 September 2017, pukul 18.30 WITA

Sosok Ibu terbukti menginspirasi lahirnya karya-karya yang bernilai seni tinggi, baik dalam bidang sastra, musik, film, tari maupun ragam ekspresi lainnya. Para kreator tidak hanya berupaya mengeksplorasi sosok ataupun ketokohan ibu secara harfiah atau sehari-hari, namun juga mengelaborasi nilai-nilai luhur simbolis: cinta tanah air atau Ibu sebuah bangsa. Kita mengenal idiom Ibu Pertiwi, yang merefleksikan bumi tempat pijak masyarakat negeri ini sekaligus bermakna sebagai sesuatu nan agung, tanah tumpah darah kelahiran, di mana segala hal di Nusantara diibaratkan bermuasal darinya. Dengan kata lain, dapat juga berarti Ibu Budaya.

Bersama Aya dan Laras, duo musikus remaja berbakat yang menamakan diri BTMDG, akronim Batumadeg,  desa di Nusa Penida – pulau kecil yang dulu dikenal gersang dan kering, kita akan Kembali Ke Ibu – sebuah seruan untuk mencintai kampung halaman atau tanah air melalui musik dan lagu.

Aya, si sulung bermain violin sejak umur 4 tahun, sedangkan Laras, si bungsu menyanyi dan ikut lomba sejak usia 6 tahun. Mereka tumbuh hingga usia remaja di Kanada dan kembali ke Bali tahun 2013. Selain bermusik, mereka juga menulis kreatif, menciptakan puisi, merancang naskah film dan video klip. Bahkan Aya sedini itu telah menulis esai tentang seseorang korban cyber-bullying, terinspirasi dari kisah nyata Amanda Todd yang mengakhiri hidupnya sendiri.

Setiba di Bali, Aya dan Laras menyaksikan langsung kenyataan memprihatinkan tentang Bali dan Tanah Air. Mereka meluapkan kecintaannya pada “Ibu” dengan menciptakan lagu. Lagu pertamanya adalah Hometown atau kampung halaman/ tanah air. Lagu kedua bertajuk “1314”, menceritakan tentang cinta monyet anak remaja. Diberi judul 1314, karena saat mereka mencipta lagu ini, Laras berusia 13 dan Aya 14. Lagu ketiga, “Happy Place” mengisahkan tentang fenomena kehidupan remaja sekarang terhadap pengaruh teknologi dan gadget. Yang terkini berjudul “Thousands of Candles for Peace”, seruan akan perdamaian dan kesatuan bangsa di tanah air, terilhami kecemasan akan adanya konfilk SARA akibat pemilihan gubernur di DKI.

Aya dan Laras BTMDG terlahir dari keluarga musik lintas generasi. Kakeknya adalah IGB Ngurah Ardjana (alm.), salah satu tokoh musik Bali menciptakan lagu Bali Pulina, Sekar Sandat, Keropak Wayang, Sugih Keneh Kesugihan Sujati. Ibunya adalah Heny Janawati seorang penyanyi opera yang pernah tampil di berbagai panggung opera dan musik klasik di Eropa dan Amerika Utara, sekaligus pendiri sekolah vocal StaccatoBali.

Keindahan musikal dan pesan idealisme mereka dapat diresapi melalui lagu pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=NK9VYNtYg14 (Hometown); https://www.youtube.com/watch?v=04EcigRokLc (Happy Place); https://www.youtube.com/watch?v=02am9bxYLqU (Thousands of Candles for Peace).

Selain pertunjukan musik dan pemutaran dokumenter, acara dimaknai pula timbang pandang bersama Made Adnyana (Pengamat Musik dan pendiri Bali Music Magazine). Program ini merupakan kerjasama Bentara Budaya Bali dan Staccato Bali serta didukung oleh Caspla Bali.

I Made Adnyana lahir di Pupuan, Tabanan, 23 Oktober 1971, mengawali ketertarikan dengan film sejak masih kanak-kanak. Kegemaran menonton dan mengamati film dari beragam genre, berlanjut hingga dewasa, hingga rutin menulis resensi film di Bali Post Minggu, 1993-2004. Ia juga sempat menggeluti dunia jurnalistik dan bergabung di beberapa media. Hingga kini menjadi pengajar tetap rumpun mata kuliah jurnalistik di IKIP PGRI Bali. Selain menulis naskah dan belajar menjadi sutradara, ia juga turut terlibat dalam pengambilan gambar dan penyuntingan sejumlah karya seperti “Senyum Itu” (2005), “Maaf, Aku Pernah Melupakanmu” (2008), “Kami Pasti Pulang” (2009), “Beri Kami Cahaya” (2010), “Bulan Tertutup Awan” (2011), “Cerita untuk Kawan” (2012) dan “Mentari kan Bersinar Lagi” (2013).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s