Pameran Foto, Pertunjukan & Workshop PREHISTORIC SOUL PROJECT: LEVIATHAN LAMALERA

Sabtu – Minggu, 16 – 17 September 2017

Pameran Foto : Pukul 10.00 – 18.00 WITA
Artist Talk : Sabtu, 16 September 2017, pukul 13.00 – 15.00 WITA
Workshop Video Mapping : Sabtu, 16 September 2017, pukul 15.00 – 18.00 WITA
Pertunjukan : Minggu, 17 September 2017, pukul 19.00 WITA

Ini bukan semata peristiwa seni, melainkan juga seruan kesadaran dan kepedulian akan lingkungan serta budaya. Berangkat dari fenomena sosial budaya di Lamalera, desa di pesisir selatan Pulau Lembata sebelah Timur Kepulauan Flores, yang masyarakat adatnya masih melakukan penangkapan ikan paus khususnya jenis Sperma, dihadirkanlah ‘Leviathan Lamalera’, pertunjukan teater multimedia baru (teks, gambar, animasi, video interaktif, skenografi) yang melibatkan pelaku dari berbagai disiplin ilmu.

Masyarakat adat Lamalera mempunyai latar belakang keahlian yang berbeda, terbukti dengan kemampuan mereka dalam mempertahankan aktifitas budayanya hingga sekarang di tengah perkembangan jaman. Perpaduan tradisi budaya prasejarah Lamalera dengan multimedia baru ini diharapkan dapat meneguhkan posisi penting Lamalera pada dinamika budaya maritim Asia Tenggara, sekaligus menegaskan keragaman dan keunggulan warisan budaya Indonesia.

Budaya Maritim di Lamalera ini sudah berlangsung sekitar 600 tahun. Lamalera mempunyai posisi yang sangat penting dalam sejarah dan budaya maritim di Asia Tenggara (R. H. Barnes dalam “Indonesia, Fisher & Weavers of Lamalera“, 1996). Secara khusus, masyarakat Lamalera meyakini paus dalam mitologi mereka adalah kerbau yang dikirim oleh Ibu Pertiwi untuk kelangsungan hidup bersama, disebut juga dengan istilah “Koteklema”.

Di sisi lain, berkurangnya populasi mamalia laut dan tingginya tekanan pembangunan yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan modern menyebabkan terkikisnya nilai-nilai penting warisan budaya mereka. Perkembangan sosial budaya dan teknologi informasi juga berdampak pada pudarnya pengetahuan mereka tentang tradisi kelautan, pengetahuan perbintangan, filosofi, perahu tradisional dan aturan-aturan adat yang terbalut dalam sistem kearifan lokal.

Leviathan Lamalera, digagas oleh Prehistoric Soul, mencoba memberikan perspektif berbeda perihal dinamika sosial kultural Desa Lamalera berikut derasnya perubahan akibat hadirnya berbagai hal baru. Jika selama ini banyak LSM datang dan hadir membungkus kepentingan mereka dengan seni untuk mencapai tujuan yang sebenarnya tentang konservasi dan perburuan paus, maka Leviathan Lamalera akan menggali dan merepresentasikan nilai budaya asli setempat yang terkandung di dalam aktifitas kultural itu. Melalui kolaborasi lintas seniman yang melakukan riset dan penciptaan empat minggu di Desa Lamalera, proyek seni ini berupaya menghadirkan permenungan tentang peran empati kita yang positif terhadap aktifitas masyarakat yang telah berlangsung secara turun temurun. Leviathan Lamalera merupakan peraih Hibah Seni Yayasan Kelola 2017 dalam bidang Karya Inovatif.

Capaian seni instalasi The Leviathan Lamalera ini kelak diharapkan menjadi museum kecil multimedia dan landscape art. Sebuah bentuk nyata dari spirit konservasi, juga menciptakan destinasi pariwisata baru yang berdampak secara ekonomis bagi masyarakat. Museum dalam perspektif modern adalah ruang kreatif dan pusat eksibisi bagi pengembangan seni dan budaya setempat. Seluruh hasil dokumentasi kegiatan akan dihibahkan kepada perpustakaan di Desa Lamalera sebagai arsip untuk perkembangan, keberlangsungan, bahan data dan catatan memori bagi semuanya yang peduli akan desa kecil yang mendunia ini.

Seniman yang berkolaborasi di antaranya: Jonas Sestakresna(penggagas Prehistoric Soul, Seniman Teater dan Multimedia), Bimo Dwipoalam, Dwirachmatika Maharani, D.P. Arsa, Dwianto Wibowo, Kristiawan, Lidya Adventa, Yudi Chandra, Sanggar Purbacaraka, Gilles Saissi, Pierre Alvian, Agha.

Prehistoric Soul : sebuah konsep pertunjukkan yang merekontruksi kehidupan prasejarah melalui multimedia yang melibatkan individu dari lintas disiplin ilmu dengan tujuan mengingatkan manusia untuk tidak mengekploitasi alam dan mengingatkan kebutuhan dasar manusia. http://www.prehistoricsoul.net

JONAS SESTAKRESNA ; penggagas Prehistoric Soul, pemikir konseptual yang memiliki integritas tinggi, aktif, dikenal karena pengalamannya menciptakan acara-acara yang tak terlupakan, berbagai pertunjukan di berbagai kota di Indonesia, pameran melalui metode yang bijak, mempertimbangkan kombinasi masyarakat, elemen-elemen, ruang-ruang, dan berbagai ide. Ia juga seorang musisi dan seniman visual, yang terutama memfokuskan diri pada seni media baru, serta mendedikasikan waktunya untuk berbagi ilmu melalui workshop mengenai teater, media baru, dan seni video.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s