Pustaka Bentara “PAPUA DALAM TIMBANG PANDANG BUDAYA”

Senin, 10 Juli 2017, pukul 19.00 WITA

Pustaka Bentara kali ini merujuk tajuk “Papua Dalam Timbang Pandang Budaya”, berangkat dari sebuah buku Papua Versus Papua: Perubahan dan Perpecahan Budaya (Labirin, 2017) karya Dr. I Ngurah Suryawan, Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Papua lulusan Jurusan Antropologi Universitas Udayana. Esai-esai yang terangkum dalam buku ini terfokus dalam tiga tema besar. Pertama membahas tentang peta sosiokultural studi-studi kebudayaan Papua dan produksi kuasanya; tema kedua mengulas tentang kondisi Papua kontemporer yang berhubungan dengan pemekaran daerah berikut pembagian kekuasaan yang terjadi; tema ketiga menggambarkan siasat orang-orang Papua menghadapi kerasnya kehidupan keseharian selama ini. Adapun kata pengantar oleh Manuel Kaisiepo, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia pada Kabinet Gotong Royong yang juga pernah berkarir sebagai wartawan Kompas pada tahun 1984-2000.

Sebagai antropolog, Dr. I Ngurah Suryawan melalui esai-esai terpilihnya ini menggambarkan realitas masyarakat Papua yang memiliki mobilitas tinggi, terinterkoneksi dengan etnik budaya lain berikut keragaman budayanya, serta relasi mereka dengan kuasa investasi global. Diuraikan pula bahwa melalui momen-momen pertemuan dimaksud itulah, masyarakat Papua mempunyai kesempatan untuk memikirkan pembaharuan-pembaharuan identitas dan kebudayaannya. Tak pelak lagi, mobilitas dan keterhubungan masyarakat Papua dengan dunia luar semakin membuka peluang mereka untuk berpikir melampaui batas-batas budaya dan lokalitas tertentu. Inilah tugas utama ilmu antropologi untuk memberikan makna bagi proses perubahan sosial budaya di tanah Papua. Proses pemaknaan secara antropologis ini boleh dikata berlangsung secara reflektif, di mana sang antropolog menjadi bagian dari dinamika perubahan yang telah dan tengah terjadi selama ini.

Tantangan terbesar ilmu antropologi khususnya di kawasan-kawasan frontier (garis depan) seperti di Papua adalah menempatkannya dalam konteks pusaran pemaknaan transformasi sosial budaya yang dialami manusia itu sendiri. Antropologi, dengan demikian menjadi “senjata” dalam menghadapi desakan perubahan sosial budaya yang tak terhindarkan. Penelitian ini merefleksikan kuasa etnografi dalam rentang panjang perjalanan reproduksi pengetahuan kebudayaan Papua. Terutama sekali adalah kritik terhadap akumulasi pengetahuan tentang kebudayaan Papua yang diulang-ulang dan melupakan konteks perubahan sosialnya.

Tampil sebagai pembahas adalah Dra. Nazrina Suryani, M. A, Ph.D, dan I Wayan “Gendo” Suardana.

I Ngurah Suryawan kelahiran Denpasar, Bali. Ia dikenal sebagai penulis esai di berbagai media serta sebagai pembicara dalam seminar nasional dan internasional. Esai-esainya terangkum dalam buku antara lain Jiwa yang Patah (2014), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017) dan Suara-Suara yang Dicampakkan: Melawan Budaya Bisu (2017—akan terbit). Program penelitian postdoctoral dimulainya dari tahun 2016 tentang ekologi budaya orang Marori dan Kanum di Merauke, Papua dalam skema ELDP London dan Australian National University (ANU). Menjadi research fellow di KITLV dan Universitas Leiden 2017 untuk menulis penelitiannya tentang terbentuknya elit kelas menengah di pedalaman Papua. Suryawan adalah lulusan S1 di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali (2006) dengan skripsi berjudul “Bertutur di Balik Senyap: Studi Antropologi Kekerasan Pembantaian Massal 1965-1966 di Kabupaten Jembrana, Bali”, dan program Magister di Kajian Budaya Program Pascasarjana Universitas Udayana (2009) serta pendidikan Doktor di Program Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2015) bekerjasama dengan Faculty of Humanities Universiteit Leiden.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s