Kelas Kreatif Bentara WORKSHOP WAYANG BERSAMA MADE SUKADANA & KAWAMURA KOHEY

Jumat, 14 Juli 2017, pukul 18.00 WITA

Pertunjukan wayang dalam beragam bentuk dan aneka ceritanya, terbukti merupakan ekspresi kultural berbagai bangsa di dunia. Bahkan hampir sebagian besar masyarakat Nusantara memiliki kesenian wayang berikut keunikan masing-masing yang mencerminkan dinamika dan transformasi masyarakat setempat. Selain berangkat dari wiracarita seperti Mahabrata dan Ramayana, tidak sedikit pertunjukan wayang yang mengisahkan peristiwa-peristiwa sejarah atau lakon-lakon legenda tertentu yang unik serta memikat. Demikian juga dengan “wayang kontemporer”, buah kreasi dan inovasi kreatif para dalang guna menghadirkan sebentuk pertunjukan yang lebih mengesankan publik masa kini.

Bentara Budaya Bali menyelenggarakan workshop tentang pertunjukan wayang, menghadirkan kolaborasi antara seniman Made Sukadana dan Kawamura Kohey. Keduanya dikenal sebagai dalang inovatif-kreatif, selain selama ini mempresentasikan pertunjukan wayang klasik, juga dikenal sebagai dalang wayang kontemporer.

Kedua seniman pewayangan ini memiliki pengalaman internasional, kerap tampil dalam berbagai pertunjukan di banyak negara dengan memainkan wayang-wayang buah ciptanya sendiri berikut cerita-cerita carangan atau rekaan baru. Mereka akan berbagi pengalaman perihal teknik pencahayaan, proses kreatif, serta upaya-upaya kreasi baru berupa wayang-wayang yang kisahannya bersifat universal sekaligus kontekstual dengan kenyataan kini.

Made Sukadana lahir di Pejeng, Gianyar, 9 Oktober 1973. Sedari kecil sudah menekuni dunia seni dan pada tahun 1988 ia mulai mengasah seni pedalangan secara informal kepada Made Juanda. Ia juga pernah mengikuti festival Walter Spies di Ubud, mementaskan Wayang Listrik dengan lakon “Mayadenawa” (1997), serta berkolaborasi dengan sejumlah seniman mancanegara dan berpentas ke berbagai belahan dunia seperti San Fransisco (1998), Hongkong, Amerika (meliputi 29 negara bagian selama 3 bulan), dll. Ia juga terlibat dalam pertunjukan teater yang dipentaskan di Yogyakarta (2010), Padang (2012), Semarang (2013), Palembang (2015) dan pada tahun 2016 turut mendukung pertunjukan Kolaborasi Multimedia “Kalarau ing Kalangan”.

Kawamura Koheysai dikenal sebagai seniman multitalenta asal Jepang. Sebagai dalang wayang kontemporer, ia bukan hanya tampil seorang diri (solo play), bahkan juga menciptakan sosok-sosok wayang berikut musik latarnya. Sedari tahun 1999, ia menekuni kesenian Bali serta secara khusus belajar seni wayang kontemporer kepada Mr. Larry Reed (San Fransisco). Sejumlah produksi wayang kontemporer yang telah digarapnya antara lain: Kawamura Koheysai no Kage to Ongaku (2009~), [Jizo ni tsuite](Yamagata Biennale 2014), [Hebiwa Hebiwa] (Yamagata, Hukushima 2015), [Kousetsu Syohukuji Engi](Yamanashi 2016), [Bam Boo Nest] (Yamagata Biennale 2016). Berkat inovasi dan kreatifitasnya ia memperoleh penghargaan Juara Seni dari The Gotoh Memorial foundation (Jepang / 2016). Ia sempat memberikan workshop dan pentas di Bentara Budaya Jakarta serta menyajikan pertunjukan di tanah air seperti Yogyakarta, Bali, dan Kalimantan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s