Kelas Kreatif Bentara “HAKI DALAM KARYA SENI”

Selasa, 4 Juli 2017, pukul 15.00 WITA

Bila pada Kelas Kreatif terdahulu dibincangkan scoring dalam sinema, yakni perihal musik orisinil yang dibuat mengiring gambar atau visual film, kali ini akan didialogkan terkait HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atau yang kini dikenal dengan istilah HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dalam karya seni, khususnya film. HKI merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, atau lembaga guna memanfaatkan kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakan. Di situ, terkait mengenai Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi melahirkan aneka produk termasuk gawai berikut media sosial dan media online, timbul pertanyaan: bisakah seseorang atau perusahaan dengan serta merta secara bebas mengunduh dan memanfaatkan produk-produk multimedia (video dan animasi serta karya kreatif lainnya) serta menggunakannya untuk kepentingan yang bersangkutan? Apa pula yang dimaksud dengan istilah Term of Service yang kerap kali diterakan oleh penyedia layanan media dalam produk mereka sebagaimana Youtube dan Vimeo. Bagaimana pula Hak Cipta (copyright) berikut royalti tertaut masalah ini serta fenomena pembajakan karya seni khususnya film?

Dua narasumber Dr. I Wayan Wiryawan, SH., M.H (Ketua Tim Sentra HKI Universitas Udayana) dan I Dewa Ayu Diah Cempaka Dewi (Pengamat dan Penggiat Film) akan membincangkan secara mendalam tematik kelas kreatif kali ini, seturut pula dengan mudahnya publik atau masyarakat mengunduh, menggunakan, menggandakan, mendistribusi, membuat karya alih wujud; serta kemudian mendistribusikan kembali sebagian atau keseluruhannya (dalam berbagai format media) baik tujuan kesenangan ataupun komersil.

Kelas Kreatif ini juga serangkaian dengan Tayang Film dan Diskusi merujuk tajuk Rwa Bhineda kerjasama Bentara Budaya Bali dengan Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar khususnya kelompok mahasiswa angkatan 2014. Program ini digelar sebagai sebuah upaya transfer of knowledge atau perluasan kesadaran akan pengetahuan. Diadakan secara berkala dengan tujuan mendorong lahirnya para kreator-kreator muda yang lintas bidang serta siap berkolaborasi untuk melahirkan buah cipta yang cemerlang. Selain kelas jurnalistik, fotografi, film, penulisan kreatif, diadakan juga lokakarya atau workshop menyangkut kuratorial serta manajemen produksi.

Rangkaian kelas kreatif telah dimulai sedini awal tahun 2012 dalam bentuk lokakarya di berbagai bidang, semisal fotografi bersama M. Bundhowi, Ida Bagus Putra Adnyana, Ida Bagus Andi Sucirta, dll; teater bersama Abu Bakar, Kaseno, Iswadi Pratama, Eugenio Barba, Julia Varley, Godi Suwarna, Wawan Sofwan, Sahlan Mutchaba, Heliana Sinaga, Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dll; tari bersama I Nyoman Sura, Ni Luh Menek, Ni Ketut Arini, dll; jurnalistik bersama Maria Hartiningsih; workshop penulisan feature (berita kisah) dan fiksi (cerpen) bersama Putu Fajar Arcana; workshop penulisan esai dengan Arif Bagus Prasetyo; film bersama Happy Salma, Garin Nugroho, Putu Kusuma Widjaja, Agung Bawantara, Denny Chrisna, Rai Pendet, Erick EST, Oka Rusmini, Made Adnyana, Gusti Aryadi, dkk.

Dr. I Wayan Wiryawan, S.H., M.H. merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Udayana. Menyelesaikan S1nya di Universitas Brawijaya Malang serta program magister dan doktornya di Universitas Airlangga Surabaya. Kerap diundang sebagai narasumber dalam seminar nasional dan internasional. Sentra Hak Kekayaan Intelektual UNUD dibentuk dengan tujuan untuk membantu pemerintah dalam melakukan fungsi pembinaan dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan HKI. Keberadaan Sentra HKI diharapkan dapat berperan sebagai technology licensing organization bagi kalangan inventor (penemu) dengan investor (industri) maupun masyarakat pengguna secara luas sehingga produk-produk hasil penelitian dan pengembangan diharapkan akan dapat lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh pengguna. Hingga tahun 2007, Unud sudah mengkoleksi dua hak paten dan tujuh merk yang masuk dalam Hak Kekayaan Intelektual. Hak Kekayaan Intelektual menyangkut Hak Cipta, Paten, Merk, Rahasia Dagang, Desain Industri, dan Tata Letak Sirkuit Terpadu.

I Dewa Ayu Diah Cempaka Dewi, menamatkan program studi S1-nya di Jurusan Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2012 aktif di Festival Film Dokumenter Yogyakarta serta turut dalam sejumlah forum dan workshop film tingkat nasional dan internasional, di antaranya: Workshop Kritik Film – Salamindanaw Film Festival di Filipina (2016); Festival Forum Arkipel International Documentary & Experimental Film Festival (2015); Workshop Kritik Seni oleh Ruang Rupa Jakarta bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta (2015); ASEAN People’s Forum Kuala Lumpur di Malaysia (2015), dan Workshop Kritik Film oleh Festival Film Solo dan Cinema Poetica (2014). Selain menjadi programmer film, ia juga aktif menulis ulasan film yang dimuat di berbagai media cetak dan online. Saat ini bekerja sebagai Penanggungjawab Komunikasi di Pusat Kebudayaan Prancis Alliance Francaise Bali dan menjadi kordinator program pemutaran film di Taman Baca Kesiman Denpasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s