Pentas Teater Komunitas Teratai “PINANGAN KARYA ANTON CHEKOV”

Jumat, 30 Juni 2017, pukul 19.00 WITA

Pinangan adalah drama satu babak karya Anton Chekov (Rusia) yang kerap dimainkan oleh kelompok-kelompok teater di Indonesia. Naskah komedi ini diadaptasi atau disadur oleh Suyatna Anirun. Jalan ceritanya menarik bernada satir dan ironi, mengisahkan perseteruan yang bermula dari seseorang yang datang melamar, tetapi justru akhirnya terlibat konflik memperebutkan sebidang tanah dan mempermasalahkan hewan peliharaan kesayangan masing-masing.

Teater Komunitas Teratai yang disutradai oleh Hendra Utay dan pimpinan produksi Didon Kajeng mengadaptasi naskah Pinangan ini, sehingga ceritanya menjadi kontekstual dengan kenyataan di Bali juga di Indonesia. Tiga tokoh sentral sebut saja Agus Tubagus, Ratna, dan Rukmana Kholil terlibat dalam percekcokan yang kerap mewarnai keseharian masyarakat. Para pemain yang terlibat antara lain: Ida Bagus Surya Manuaba, Putu Yogantara, dan Micico Andrelli. Sebagai penata musik adalah Agus Weda Gunawan.

Anton Chekov dikenal karena ratusan cerpennya. Namun naskah dramanya juga memberi pengaruh mendalam terutama pada masa awal abad ke-20. Chekov dilahirkan di Taganrog, Rusia Selatan 29 Januari 1860 dan wafat pada 15 Juli 1904. Publik teater Indonesia mengakrabi lakon-lakon karyanya semisal monolog Bahaya Racun Tembakau, Orang Kasar, Kebun Ceri, termasuk juga Pinangan.

Komunitas Teratai didirikan pada awal tahun 2016. Masing-masing anggotanya aktif menulis, baik prosa maupun puisi, serta berlatih musik, tari, dan teater. Kelompok ini sempat pentas dramatic reading fragmen cerpen ‘Rumah Makam’ karya Putu Fajar Arcana di Bentara Budaya Bali (2016). Belum lama ini, menerbitkan buku antologi puisi bertajuk Sajak-Sajak Malam (2016). Beberapa anggota Komunitas Teratai berprestasi dalam bidang seni seperti: juara 1 lomba kendang tunggal, juara 2 lomba baca puisi se-Bali, dan pelakon terbaik dalam festival monolog nasional di Solo.

Hendra Utay adalah aktor, penulis naskah, sutradara, pelukis, yang lahir di Cimahi, 14 Oktober 1976. Pernah terlibat proses dengan Sanggar Posti (1992–1997) dan menjadi ketua Umum Komunitas Sampah Denpasar (2000 – sekarang). Pengalaman di dunia akting dimulai di tahun 1993 dengan bermain di TVRI Denpasar. Juga bermain dalam Aum (1994), Peti Mati (1997), Dalam Dunia Diam (2000), Sembahyang Kamar Mandi (2000), Monolog Karyo (2001), Kolaborasi dengan Commedian de Altre (2002) dari Italia di ARMA Ubud, Oedipus Sang Raja (2005), Racun Tembakau (2005) Pesta Monolog di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kisah Cinta Dan Lain-Lain (2006), dan Eidipus Sang Raja (2006) kolaborasi kecak dan tari dengan sutradara William Maranda. Menjadi Sutradara dalam Tanah Air Mata (2003), sutradara dan penulis naskah film indie Hitam (2006), The Voice (2007), menyutradarai dan menulis naskah Lakon Di Layon (2008) dan Hong (2008). Aktif mengajar teater di sekolah-sekolah di Bali juga sebagai juri dalam berbagai festival teater di Bali.

Didon Kajeng, pelakon terbaik dalam festival monolog nasional di Solo tahun lalu. Aktor teater ini pertama kali terjun ke sastra dan teater sejak pertemuannya dengan ibu Dhenok Kristianti, penyair dan sastrawan yang juga merupakan guru Bahasa Indonesianya saat duduk di bangku SMP. Didon yang kala itu masih kelas satu SMP diajak mengikuti lomba Sastra Lisan Pekan Seni Remaja Denpasar dan berhasil meraih juara dua untuk tingkat umum tahun 1988. Sejak saat itu Didon Kajeng kerap menjuarai berbagai lomba baca puisi, mendongeng, dan berpidato baik tingkat propinsi dan nasional. Mulai tahun 2008 Didon Kajeng kembali aktif dalam dunia teater terutama pentas monolog, dimulai dengan menjadi juara pertama lomba monolog KDRT yang diadakan Himpunan Wanita Penulis Indonesia Bali dalam rangka Pesta Kesenian Bali. Kala itu Didon berkesempatan berkenalan dengan Abu Bakar, dramawan dan penggiat teater di Bali. Bersama Abu Bakar Didon mementaskan beberapa naskah monolog dan drama, di antaranya monolog ‘Adik Kecilku’ dan lakon ‘Malam Jahanam’.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s