Sinema Bentara #KhususMisbar CERITA TAK TERLUPA

Kamis – Jumat, 15-16 Juni 2017, pukul 17.00 – 22.00 WITA

Dunia anak-anak dipenuhi oleh kisah yang menakjubkan. Bukan saja dibayang-bayangi dongeng ajaib berikut peri-peri cantik dan penyihir jahat, melainkan juga makhluk-makhluk imajiner yang wujudnya sering tak terbayangkan.

Di sisi lain, kisah tentang anak-anak kerap direkam melalui media audio visual kerap dihadirkan dengan nuansa riang, penuh kepolosan serta kespontanan. Tidak jarang film-film tersebut diiringi berbagai macam musik dan syair gembira yang membuat para penonton terhibur senang.

Namun benarkah cerita tentang anak-anak sungguh sepenuhnya indah seperti itu? Bukankah realita kita hari ini menunjukkan yang sebaliknya? Tidak sedikit anak-anak menjadi korban perang, yatim piatu, tidak mendapat pendidikan akibat kemiskinan dan keterbatasan akses, belum lagi pertentangan atau konflik antar suku, agama, ras, bahkan bangsa yang selalu menjadikan mereka korban yang tak berdaya. Ini adalah cerita-cerita tak terlupa yang hadir dari masa ke masa dan lintas bangsa, mewariskan berbagai hal traumatis dan stigmatis yang membayangi hingga kini.

Sinema Bentara kali ini menampilkan film fiksi dari tiga negara yang meraih berbagai nominasi dan penghargaan internasional, menceritakan kisah anak yang terpinggirkan; yatim atau piatu di tengah keterbatasan sosial dan ekonomi, juga terpisah dari anggota keluarganya akibat konflik perang antar bangsa. Film-film yang akan diputar di antaranya: Kalau Saja Punya Sepeda (Indonesia, 2015, Sutradara: Agus Maladi Irianto); Atambua 39 Derajat Celcius (Indonesia, 2012, Sutradara: Riri Riza); Horizon Beautiful (Jerman, 2013, Sutradara: Stefan Jäger); dan Udaan (India, 2010, Sutradara: Vikramaditya Motwane).

Program ini memaknai Hari Anak Internasional yang jatuh pada 1 Juni. Sebagaimana bulan-bulan sebelumnya, acara ini masih diselenggarakan dengan konsep Misbar, mengedepankan suasana nonton bersama yang akrab, guyub, dan hangat. Sinema Bentara kali ini didukung oleh Bioskop Keliling BPNB Bali Wilayah Kerja Bali, NTB, NTT Kemendikbud RI, Pusat Pengembangan Film Kemendikbud RI, Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, Indian Cultural Centre Bali dan Konsulat Jenderal India di Denpasar, serta Udayana Science Club.

SINOPSIS FILM
KALAU SAJA PUNYA SEPEDA
(Indonesia, 2015, Fiksi Pendek, Durasi: 22 menit, Sutradara: Agus Maladi Irianto)
Didukung oleh Pusat Pengembangan Film Kemendikbud RI

Seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMP bernama Gagah tinggal berdua bersama ibunya di sebuah permukiman kumuh. Gagah ingin membeli sepeda seperti teman-temannya di sekolah. Harga termurah sepeda yang dia lihat adalah 950 ribu. Sementara, tabungan yang dimilikinya hanya sekitar 25 ribu. Gagah bertekad bekerja lebih keras agar dapat membeli sepeda tersebut. Selama ini, dia bekerja sebagai penjual koran di jalanan pada sore hari. Persoalan muncul saat Gagah menemukan sebuah dompet di jalan. Ia mengalami dilema antara kemiskinan, keinginan, dan hati nuraninya.

Film ini diproduksi oleh Laboratorium Seni dan Kebudayaan Lengkok Cilik didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Film ini juga meraih nominasi Film Fiksi Terbaik pada Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2015.

ATAMBUA 39 DERAJAT CELCIUS
(Indonesia, 2012, Fiksi Panjang, Durasi: 80 menit, Sutradara: Riri Riza)
Didukung oleh Bioskop Keliling BPNB Bali Wilayah Kerja Bali, NTB, NTT Kemendikbud RI

Joao telah terpisah dari ibunya sejak berusia tujuh tahun. Ia dibawa eksodus ayahnya pindah ke Atambua setelah referendum 1999, sementara ibu dan dua adiknya yang masih bayi tinggal di Liquica, Timor Leste. Ronaldo, ayahnya, kini bekerja sebagai supir bus antar kota. Ia sering mabuk sampai akhirnya dipecat dari pekerjan. Suatu hari Nikia Dos Santos, gadis Kupang, datang ke Atambua karena kakeknya meninggal. Joao tertarik pada Nikia, tapi tidak tahu cara untuk mengungkapkan perasaannya. Nikia pulang kembali ke Kupang, setelah Joao berusaha mengungkapkan cintanya secara kasar dan berlebihan. Joao mencari Nikia ke Kupang. Di sisi lain, Ronaldo pulang ke rumah yang kosong. Di kamar anaknya ia menemukan kaset-kaset berisikan suara ibunya yang sering didengar oleh Joao. Mendengar kaset itu, Ronaldo menyadari bahwa ia merasakan kehilangan yang sama dengan anaknya. Sementara di Kupang, Joao menemukan kenyataan hidup Nikia yang tragis.

Film ini ditayangkan pada Tokyo International Film Festival 2012 dan meraih penghargaan Sutradara Terbaik pada Asean International Film Festival and Award 2013 serta menerima INALCO Jury Award pada Vesoul Asian Film Festival 2013.

HORIZON BEAUTIFUL
(Jerman, 2013, Fiksi Panjang, Durasi:90 menit, Sutradara: Stefan Jäger)
Didukung oleh Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien

Admassu adalah seorang anak jalanan yatim piatu berusia 12 tahun yang tinggal di Addis Ababa, Ethiopia. Ia tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap. Suatu hari, ia bertemu dengan Franz, seorang tokoh sepak bola dunia yang melakukan tur promosi ke Addis Ababa. Karena keinginannya yang kuat untuk belajar sepak bola, Admassu membuat rencana penculikan palsu agar ia bisa pura-pura menolong Franz dengan harapan Franz akan membawanya ke tempat yang disebut sebagai surga sepak bola dunia. Akankah rencana Admassu berhasil?

Film ini telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Jerman, India, Finlandia, UK, Spanyol, Italia, Afrika, Skotlandia, Swedia, Kanada, Mesir, Amerika, Dubai, Kolombia, Jepang, dan lain-lain. Film ini dinominasikan pada Hamburg Film Festival 2013 dan meraih penghargaan Special Prize of the Festival Director di International Young Audience Film Festival Ale Kino! ke-31 tahun 2013 di Polandia, Special Mention pada International Children and Youth Film Festival di Madrid 2013, Film Terbaik pada Festival Film Anak (FIFEJ) di Tunisia 2014 dan Dubai International Children’s Film Festival 2014.

UDAAN
(India, 2010, Fiksi Panjang, Durasi: 138 menit, Sutradara: Vikramaditya Motwane)
Didukung oleh Indian Cultural Centre Bali dan Konsulat Jenderal India di Denpasar

Sudah delapan tahun Rohan Singh tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Akibat kenakalannya di sekolah asrama Shimla, ia dikeluarkan dan dikirim kembali ke rumah ayahnya. Sesampai di rumah, Rohan mendapati kamarnya telah ditempati oleh seorang anak kecil. Ternyata selama ia bersekolah ayahnya telah menikah lagi (meski pernikahannya gagal), dan dari perinkahan tersebut lahirlah Arjun, sang adik tiri. Sayangnya hal tersebut tak mengurangi perlakukan ayahnya pada anak-anaknya. Sang ayah, tetaplah orang yang sama yang mengirimnya ke sekolah asrama delapan tahun yang lalu. Ia mendidik anaknya dengan keras dan cenderung tak punya hati. Ia juga memaksakan segala kehendaknya pada anak-anaknya. Akankah Rohan bisa tahan terhadap sikap ayahnya? Bagaimanakah ia dapat memperbaiki hubungannya dengan ayah dan adik tirinya, Arjun?

Film ini telah diputar dan meraih nominasi Golden Camera dan Un Certain Regard Award pada Cannes Film Festival 2010; nominasi Film Terbaik pada Asia Pacific Screen Awards 2010; nominasi Cerita Terbaik dan Sutradara Terbaik pada International Indian Film Academy 2011; nominasi pada Warsaw International Film Festival 2010. Menerima penghargaan Film Terbaik pada Deauville Asian Film Festival 2011 dan Filmfare Awards 2011 serta Los Angeles Indian Film Festival 2011 dan Zee Cine Awards 2011.

Jadwal Pemutaran Film
Kamis, 15 Juni 2017
17.00 Wita Kalau Saja Punya Sepeda
18.00 Wita Pasar Kreatif Misbar & Pertunjukan Musik
19.00 Wita Udaan

Jumat, 16 Juni 2017
17.00 Wita Horizon Beautiful
18.30 Wita Pasar Kreatif Misbar & Pertunjukan Musik
18.45 Wita Diskusi Sinema
19.30 Wita Atambua 39 Derajat Celcius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s