Workshop & Diskusi “SENI GRAFIS DALAM PENDIDIKAN SENI”

Selasa, 23 Mei 2017
Workshop : pukul 15.00 – 17.00 WITA
Diskusi : pukul 18.00 – 20.00 WITA

Serangkaian pameran seni grafis oleh Komunitas Studio Grafis Undiksha bertajuk “Explora(c)tion” digelar pula sebuah workshop dan diskusi. Lokakarya grafis yang ditujukan bagi pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum ini secara khusus akan mempresentasikan bagaimana membuat karya grafis dengan teknik linocut atau cukil kayu yang dipandu oleh I Nyoman Putra Purbawa.

Sedangkan diskusi yang mengetengahkan tematik “Seni Grafis Dalam Pendidikan Seni” menampilkan narasumber Hardiman (seniman, kurator, dosen seni rupa Undiksha Singaraja) dan Susanta Dwitanaya (seniman, kurator). Diskusi akan mengulas mengenai ihwal seni grafis di Bali, berikut perkembangannya selama ini.

Dalam konteks seni rupa Bali, aktivitas seni grafis tampaknya masih belum begitu menggeliat jika dibandingkan dengan perkembangan seni grafis di daerah lainnya di Indonesia sebut saja di Yogyakarta ataupun Bandung. Agenda-agenda seni rupa di Bali yang khusus menampilkan karya- karya seni grafis masih terbilang minim, sehingga pewacanaan tentang seni grafis di Bali nyaris sangat jarang terdengar.

Minimnya pewacanaan terhadap perkembangan seni grafis di Bali secara tidak langsung juga menjadi sebuah ruang untuk mempertanyakan ihwal proses regenerasi dalam perkembangan seni grafis di Bali. Di Bali ada beberapa perguruan tinggi ataupun lembaga pendidikan dengan basis kesenirupaan di dalamnya, dan hal ini tentu saja adalah salah satu potensi yang bisa digerakkan lebih jauh untuk melakukan proses tranfer pengetahuan yang dapat menstimulus dalam menggeliatkan gairah para pegrafis pegrafis muda untuk berkarya pada jalur seni grafis. Peran lembaga pendidikan kesenirupaan di Bali bisa menjadi salah satu ranah yang penting dalam mengembangkan seni grafis di Bali. namun dari beberapa lembaga pendidikan kesenirupaan di Bali sampai saat ini masih belum ada yang memiiki program studi ataupun jurusan yang khusus seni grafis. Seni grafis baru menjadi mata kuliah dengan jumlah SKS yang minim, ataupun baru menjadi salah satu pilihan konsentrasi pada mata kuliah Tugas Akhir seperti yang diterapkan di Prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja.

Berangkat dari hal tersebut, maka para perupa yang berasal dari Dosen, Mahasiswa dan Alumni Prodi Seni Rupa Undiksha yang memilih untuk menekuni seni grafis sebagai pilihan kreatif mereka dalam berkarya seni rupa, menggagas sebuah pameran bersama yang terbingkai dalam sebuah tema kuratorial “Explora(c)tion”. Pameran ini menghadirkan bingkai kuratorial yang sedemikian cair dalam artian tidak menghadirkan isu atau tema yang spesifik, hal ini bertimbang pada sangat beragamnya kecenderungan gagasan masing-masing perupa yang tidak mungkin dapat diringkas dalam satu tema yang spesifik. Sehingga bingkai kuratorial ini diarahkan pada usaha untuk merayakan keberagaman gagasan tematik serta upaya untuk menelisik dan mempresentasikan bagaimana ihwal proses eksplorasi gagasan, medium, dan teknik pada karya para perupa masing masing.

Hardiman dilahirkan di Garut, Jawa Barat. Lulusan Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan UPI Bandung. Kini sedang menempuh program Doktor kajian Budaya Unud. Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha. Penulis seni rupa dan kurator independen. Tulisannya dipublikasikan di Kompas, Visual Art, Media Indonesia, Gatra, dan sejumlah jurnal. Salah seorang penulis buku Modern Indonesian Art: From Raden Saleh to the Present Day (2010), dan Wacana Khatulistiwa: Bunga Rampai Kuratorial Galeri Nasional Indonesia 1999-2011(2011). Esai-esainya dikumpulan dalam buku Eksplo(ra)si Tubuh: Esai-esai Kuratorial Seni Rupa (2016). Puisinya terhimpun dalam antologi Yang Tujuh Ini , dan Peta Lintas Batas.

Hardiman pernah menekuni fotografi, teater, seni lukis, dan penulisan puisi. Pamerannya antara lain Bienale Seniman Muda Indonesia di TIM (Jakarta), Pameran Berdua di Aliance Prancaise (Bandung), Pameran Bertiga di Andi’s Gallery (Jakarta), Pameran Tunggal di Galeri Bandung, (Bandung), Pameran Jogya International Bienale Miniprint (Jogya), dll. Karya drawingnya digunakan sebagai gambar sampul dan ilustrasi sejumlah buku sastra, sosial, dan politik oleh sejumlah penerbit, beberapa buah dimuat di Kompas sebagai ilustrasi cerpen. Buku puisinya Yang Tujuh Ini (antologi tujuh penyair IKIP Bandung), dan Peta Lintas Batas (bersama Sunaryono Basuki Ks dan Dinullah Rayes).

I Made Susanta Dwitanaya, lahir di Banjar Penaka Tampaksiring Gianyar pada 22 Juli 1987. Menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja Bali. Finalis dalam sayembara penulisan esai dan feature seni rupa antar mahasiswa se-Indonesia dalam rangka HUT majalah seni rupa Visual Art di Galeri Nasional Indonesia. Pada tahun 2012 lolos seleksi dalam workshop penulisan Kritik Seni dan Budaya Visual yang diselenggarakan Ruangrupa Jakarta dan Loka Karya Kurator Muda Indonesia yang diselenggarakan oleh Ruangrupa dan DKJ (Dewan Kesenian Jakarta, 2014). Bersama Wayan Seriyoga Parta, Dewa Gede Purwita, dan Wayan Nuriarta, mengembangkan Gurat Institute sebuah lembaga studi dan riset independen dengan basis seni rupa dan budaya visual di Bali. Dua buku sudah tergarap oleh lembaga ini yakni Lempad For The World dan Nyoman Erawan, Ermotive ; Recontructing Visual Thought.

I Nyoman Putra Purbawa, lahir di Denpasar, 21 Desember 1995. Karya-karyanya pernah dihadirkan dalam berbagai pameran, seperti: Pameran Bali Act “Va(Se)Rious Di Ruang Pameran Kampus Bawah Undiksha Singaraja (2013), Pameran “Cetak Membahana” Di Stkip Surabaya (2015), Pameran “Embrace ! Past & Future At Present” Di Pkkh Ugm, Yogyakarta (2015), Surabaya “ Move On #3 “ Di Sandiolo, Surabaya (2016), Pameran Seni Rupa Nusantara “Rest Area” Galeri Nasional Indonesia (2017), dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s