Bali Tempo Doeloe #17 PERADABAN PESISIR BALI UTARA

Rabu, 31 Mei 2017, pukul 19.00 WITA

Program Bali Tempo Doeloe seri ke-17 ini akan membahas perihal kehidupan masyarakat yang hidup di daerah Pesisir Bali Utara, yang memiliki potensi kelautan cukup besar. Perairan Bali Utara memiliki luas ± 3.850,03 km², meliputi perairan pantai sepanjang Kabupaten Buleleng. Potensi lestari sumberdaya ikan diperkirakan 24.606,0 ton/tahun. Jenis potensi sumber terutama terdiri dari jenis ikan bambangan, kakap, terbang, teri, layang, tongkol dan jenis-jenis ikan karang lainnya. Selain dalam bidang perikanan, pesisir Bali Utara juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, seperti di kawasan Lovina dan kawasan Pemuteran.

Pesisir Bali Utara juga memegang peranan penting dalam sejarah Bali. Dahulu, di pesisir Bali Utara terdapat dermaga terbesar di Pulau Bali yang dikenal sebagai Pelabuhan Buleleng. Semula adalah pelabuhan alam yang dalam catatan sejarah merupakan pintu masuk pergaulan global sedini itu bagi masyarakat Bali. Pada sekitar abad ke-17 dan juga pada masa Hindia Belanda berikutnya, pelabuhan ini merupakan pintu masuk utama ke Pulau Dewata. Masyarakat sekitar pesisir Bali Utara ini mengalami pergaulan lintas kultur sekaligus terjadi berbagai akulturasi, yang jejak dan peninggalannya hingga kini masih dapat ditemukan dan dipelajari.

Pada tahun 1846, Belanda mulai menduduki bagian Bali utara, kemudian Buleleng sempat menjadi ibu kota Kepulauan Sunda Kecil dan ibu kota Bali sampai tahun 1958. Di Buleleng tercatat ada berbagai bangunan historis yang mencerminkan dinamika panjang dari peradaban pesisir Bali Utara, semisal adanya Pura-Pura tertentu seperti Gambur Anglangyang, merefleksikan pergaulan global sedini itu; juga bangunan-bangunan klenteng; Pusat Dokumentasi Lontar yang sohor Gedong Kirtya, dan lain-lain.

Buleleng juga mencatat dinamika kesenian yang marak sedini itu bahkan hingga sekarang ini, seperti: Gong Kebyar, Topeng Prembon, Janger Menyali, dan Wayang Wong Tejakula yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tidak Benda. Di Buleleng terdapat juga desa-desa Bali Aga atau Bali Mula seperti: Desa Sidatapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa, Desa Pedawa dan Desa Banyusri.

Selain menayangkan seri dokumenter Bali 1928 yang didukung oleh STMIK STIKOM Bali dan Arbiter Cultural Traditions, akan disertai pula dialog bersama narasumber Dr. I Putu Gede Suwitha, SU (Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana).

Dr. I Putu Gede Suwitha, S.U., lahir 27 Juli 1958, adalah dosen Sejarah dan Politik di Fakultas Ilmu Budaya dan juga aktif mengajar S2 dan S3 di Kajian Budaya Unud, serta aktivis Forum Pemerhati Budaya dan Kebijakan Publik Bali-FPBKPB. Ia kuliah di jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada hingga tingkat Magister. Ia juga memperoleh gelar Doctor dalam bidang Sejarah dan Kajian Budaya di Universitas Udayana. Aktif menulis artikel-artikel dan penelitian. Beberapa penelitian yang pernah dilakukannya antara lain : Dialog Tradisional dan Modern Dalam Cerpen-cerpen Gede Aryanta Soetama (1996), Kesenian Baris Cina : Suatu Tinjauan Historis-Sosiologis (1998), Perubahan Sosial Pada Masyarakat Bali (1998), Masyarakat Multikultural Budaya Bali: Tinjauan Sejarah, Migrasi dan Integrasi (2010), di Sulawesi Selatan meneliti Sejarah dan Kebudayaan Bugis (1989-1991), juga Penelitian di Universitas Nasional Australia (ANU), Canberra (1991). Tulisannya yang telah diterbitkan antara lain: Islam di Bali : dari Akulturasi Sampai Ortodoks (1998), Sejarah Maritim : Suatu Tentang ke Depan (2004), Bali dari Sisi Lain (2010), Identitas Bali Kontemporer (2012), dll. Ia juga diundang dalam berbagai program kebudayaan tingkat internasional, antara lain:Workshop Kebudayaan Bali di Sydney (1995), Seminar Internasional di UGM (1998), Canberra (1991), Wollongong (1995), Lombok (2012), UNY Yogyakarta (2014) dan di Bangkok (2015).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s