Kelas Kreatif Bentara SILANG PANDANG TIGA SINEAS MUDA

Bersama Rai Pendet, Agung Yudha dan Denny Chrisna
Sabtu, 1 April 2017 pukul 15.00 WITA

Kelas Kreatif Bentara kali ini mengetengahkan lokakarya penyutradaraan bersama tiga sineas muda Bali. Acara ini rangkaian dari program tayang film “Omnibus 15” kerjasama dengan Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar.

Sebagai narasumber adalah sutradara muda Bali yang produktif menghasilkan film-film kreatif serta tayang dalam berbagai festival internasional, yakni Made Rai Budaya Bumiarta S.Sn, M.A dan Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha, S.S, M.Si. Keduanya akan saling berbagi pandangan seputar penyutradaraan berikut perspektif kreatif proses cipta mereka, terutama dalam mengangkat tema-tema cerita yang mengelaborasi kearifan lokal. Dibahas pula peran dan posisi strategis DOP (Director of Photography) dalam menegaskan scene- scene terpilih dalam sebuah produksi film bersama I Made Denny Chrisna Putra M.Sn.

Kelas Kreatif Bentara ini digelar sebagai sebuah upaya transfer of knowledge atau perluasan kesadaran akan pengetahuan. Diadakan secara berkala dengan tujuan mendorong lahirnya para kreator-kreator muda yang lintas bidang serta siap berkolaborasi untuk melahirkan buah cipta yang cemerlang. Selain kelas jurnalistik, fotografi, film, penulisan kreatif, diadakan juga lokakarya atau workshop menyangkut kuratorial serta manajemen produksi.

Adapun film-film pendek yang menjadi studi kasus pada lokakarya ini terangkum dalam ‘Omnibus 15’ merujuk tajuk Kearifan Lokal besutan mahasiswa-mahasiswa Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, antara lain: Ampura (2017, I Kadek Yuliana Putra), Nyame (2017, IB Kade Widyautama), Iwang (2017, Kadek Mahendra), Saiban (2017, I Gusti Rai Tisno),Taksu (2017, I Wayan Aditya Pratama), Toya Damuh (2017, IB Giri Semara Putra).

Made Rai Budaya Bumiarta S.Sn, M.A atau akrab disapa Rai Pendet lahir di Denpasar, 21 Agustus 1991. Ia menyelesaikan S1 di Jurusan Televisi Fakultas Media Rekam Institut Seni Yogyakarta dan meraih gelar magisternya di bidang Film Digital dan Televisi di Limkokwing University of Creative Technology, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia aktif mencipta karya seni, video, dan film di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, serta China. Filmnya bertajuk “Tarian Bumi” menerima penghargaan Audiences Award Best Film di Jogja National Museum, Yogyakarta dan diputar di Bentara Budaya International Film Festival serta Ubud International Writers & Reader Festival. Pada Oktober 2015, “Tarian Bumi” ditayangkan keliling Eropa termasuk Jerman dan Italia. Filmnya yang lain bertajuk “A Cigar Time” ditayangkan pada Kuala Lumpur Eco Film Festival sedangkan “Depth of the Bamboo Forest” meraih penghargaan pada kompetisi China Micro-Film di Chengdu, Sichuan, China tahun 2015. Tahun 2016 ia menyutradarai film Menarung Jiwani yang ditayangkan perdana di Denpasar Cineplex dan pada awal tahun 2017 ia mendirikan ruang kolaboratif filmmaker di Ubud, Bali bernama silurbarong.co.

Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha, S.S, M.Si. penggiat kreatif film maker, street photographer, dosen, dan musisi. Hingga saat ini tercatat hampir 50 karya audio visual dibuatnya, antara lain: video clip (Konseptor Bersama Kita oleh Nosstress, Sutradara Harmoni Nada Cinta oleh Emoni, konseptor Kuda Hitam oleh The Kantin dan MR HIT), iklan dan berbagai film fiksi, horor dan dokumenter. Kini, Agung Yudha berkreasi lewat Band Rock MR HIT, Sutradara di Studi_yo Films, Dread Team, dan Manikamerta documentary. Beberapa penghargaan yang pernah diraih: Eagle Awards Documentary Competition Winner in Jury Prize Category lewat film “Pekak Kukuruyuk” (2014); Best Indonesian Short Balinale Bali International Film Festival (2015); Sinematografi terbaik film A Bag of Love di Festival Film Nasional, Presslist (2016); Finalist Hellofest Movie (2016); Kompilasi Indonesia Raja 2015 untuk film Tok Tok Tok; Kompilasi Indonesia Raja 2016 untuk film Rantau di Bali; Semifinalist Red Ditch Halloween Film Festival di United Kingdom (2016). Film-filmnya juga telah diputar di berbagai festival nasional dan Internasioal seperti di Bali Emerging Writers Festival, 2014 dan di Museum du Pont, Amsterdam in Hans Aarsman Program, 2014.

I Made Denny Chrisna Putra M.Sn lahir di Gianyar, 21 Desember. Menyelesaikan studi S1 di bidang Penciptaan Seni Penyutradaraan Dokumenter, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan memperoleh gelar magisternya pada bidang Penciptaan Video Seni, ISI Yogyakarta. Kini ia mengajar sebagai dosen di Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar. Selama enam tahun belakangan ini, Denny menekuni bidang perfilman sebagai DOP (director of photography), color grading artist, editor dan gaffer. Beberapa karya terkini yang diciptakannya antara lain: The Power of Bamboo – Prensentation film (Director, Editor/ 2015) untuk Konferensi COP 12 Paris; Michael Franti – Music Video (DOP,Cameraman, 2016); Buddha to Buddha – Ads Video Product (DOP, Cameraman/ 2016); Menarung Jiwani – Short Film (DOP, Cameraman, Color Grading Artist/ 2016), dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s