Kelas Kreatif Bentara “RESENSI SENI & KRITIK FILM”

Minggu, 2 April 2017, pukul 15.00 WITA

Sebuah peristiwa seni, entah pameran lukisan, tayang film, pertunjukan teater serta musik, dan lain-lain, tak hanya memerlukan penonton yang apresiatif, melainkan pula tanggapan kritis berupa resensi maupun kritik. Dengan demikian, terbuka peluang bagi para kreator untuk merefleksikan proses ciptanya menuju capaian yang lebih unggul serta cemerlang.

Kelas Kreatif Bentara kali ini menghadirkan Oka Rusmini, seorang sastrawan dan redaktur budaya, yang mencoba berbagi pandang perihal menulis resensi seni atau kritik film. Bukan semata keterampilan berbahasa yang terdepankan, akan tetapi juga bagaimana sudut pandang penulis yang kuasa merangkum kedalaman referensinya sekaligus dapat menguraikan keunggulan ataupun kelemahan dari karya seni yang tengah dikritisinya ini.

Serangkaian tayang film ‘Omnibus 15’ buah cipta para sutradara muda Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar angkatan 2015, kelas kreatif ini juga tertaut program lokakarya Silang Pandang Tiga Sineas Muda yang diadakan sehari sebelumnya tanggal 1 April 2017. Diharapkan publik muda khususnya serta peserta lokakarya dapat meresapi suatu pengalaman utuh menyeluruh terkait proses cipta, problematik estetik, dan tanggapan kritis publik. Melalui kelas kreatif ini, semoga terkondisikan kreator-kreator muda yang gigih serta memiliki wawasan penciptaan yang luas sekaligus mendapat dukungan masyarakat seni yang apresiatif.

Rangkaian kelas kreatif telah dimulai sedini awal tahun 2012 dalam bentuk lokakarya di berbagai bidang, semisal fotografi bersama M. Bundhowi, Ida Bagus Putra Adnyana, Ida Bagus Andi Sucirta, dll; teater bersama Abu Bakar, Kaseno, Iswadi Pratama, Eugenio Barba, Julia Varley, Godi Suwarna, Wawan Sofwan, Sahlan Mutchaba, Heliana Sinaga, Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dll; tari bersama I Nyoman Sura, Ni Luh Menek, dan Ni Ketut Arini dll; film bersama Happy Salma, Garin Nugroho, Putu Kusuma Widjaja, Agung Bawantara, Denny Chrisna, Gusti Aryadi, dkk.

Sedangkan sedari bulan Mei 2016 lalu, telah diselenggarakan lokakarya dasar-dasar jurnalistik oleh wartawan senior, Maria Hartiningsih, kemudian workshop penulisan feature (berita kisah) dan fiksi (cerpen) bersama Putu Fajar Arcana dan penulisan esai bersama Arif Bagus Prasetyo.

Oka Rusmini lahir di Jakarta, 11 Juli 1967. Tinggal di Denpasar, Bali. Menulis puisi, novel dan cerita pendek. Banyak memperoleh penghargaan, antara lain : Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2003, 2012), Anugerah Sastra Tantular , Balai Bahasa Denpasar (2012). South East Asian (SEA) Write Award , Bangkok Thailand (2012) dan Kusala Sastra Khatulistiwa (2013/2014). Sering diundang dalam berbagai forum sastra nasional dan internasional, antara lain Festival Sastra Winter­nachten di Den Haag dan Amster­dam, Belanda dan menjadi penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003) dan Universitas Napoli, Italia (2015); Singapore Writers Festival di Singapura (2011); OZ Asia Festival di Adelaide, Australia (2013) dan Fankfurt Book Fair , Frankfurt Jerman (2015).

Bukunya yang telah terbit : Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Akar Pule (2012), Erdentanz (novel Tarian Bumi edisi Jerman, 2007, 2015), Jordens Dans (novel Tarian Bumi edisi Swedia, 2011), Earth Dance (novel Tarian Bumi edisi Inggris, 2011) La danza della terra (Tarian Bumi edisi Italia, 2015), Tarian Bumi edisi Korea (2015), Pandora (2008), Tempurung (2010), dan Saiban (2014).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s