Akademika Bentara TAYANG FILM “OMNIBUS 15”

Sabtu, 1 April 2017 pukul 19.00 WITA

Selaras program Kelas Kreatif Bentara, digelar pula tayang film “Omnibus 15” yang merangkum 6 film fiksi pendek produksi mahasiswa Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar angkatan 2015. Film-film yang diputar merujuk tajuk “Kearifan Lokal” atau mengelaborasi cerita-cerita unik yang berlatar kultur Bali, antara lain Ampura (2017, I Kadek Yuliana Putra), Nyame (2017, IB Kade Widyautama), Iwang (2017, Kadek Mahendra), Saiban (2017, I Gusti Rai Tisno),Taksu (2017, I Wayan Aditya Pratama), Toya Damuh (2017, IB Giri Semara Putra).

Kerjasama Bentara Budaya Bali dengan Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar juga telah berlangsung sebelumnya pada program pemutaran film dan diskusi ‘Cinema AK13’ tahun 2016, menghadirkan empat film pendek terpilih karya mahasiswa unggulan angkatan 2013. Sebagaimana kala itu, acara juga dimaknai diskusi bersama Yoga Prabhawita, Dosen Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Serangkaian itu, pada siang harinya diadakan lokakarya ‘Silang Pandang Tiga Sineas Muda’ menampilkan Made Rai Budaya Bumiarta S.Sn, M.A, Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha, S.S, M.Si dan I Made Denny Chrisna Putra M.Sn.

Seturut program ini pula, diadakan Kelas Kreatif Bentara: Menulis Resensi Seni dan Kritik Film pada Minggu, 2 April 2017 pukul 15.00 Wita. Bertindak sebagai narasumber, sastrawan dan redaktur budaya Oka Rusmini.

SINOPSIS FILM :

AMPURA
(Sutradara: I Kadek Yuliana Putra, Produksi: 2017, Durasi:7 menit 30 detik)

Nyoman yang tak sengaja bertemu seorang nenek menjadi penasaran pada sosok misterius tersebut. Dari seorang pedagang di warung tipat, sang nenek disebut memiliki ilmu hitam. Nyoman pun menjadi kian penasaran dan memberanikan diri membuntuti nenek yang lagi-lagi berpapasan dengannya. Meski setengah takut, Nyoman diam-diam mencari tahu cara mengintip orang yang mempraktekkan ilmu hitam. Sungguhkah sang nenek bisa menjadi leak? Apa yang terjadi pada Nyoman selanjutnya?

NYAME
(Sutradara: IB Kade Widyautama, Produksi:2017, Durasi: 7 menit)

Dua kakak beradik, Nyoman (22) dan Ketut (21) hanya tinggal berdua sejak ayah ibu mereka meninggal dan sang kakak perempuan menikah. Sebelum meninggal, orangtua mereka berpesan agar menjaga tanah warisan keluarga, namun Nyoman justru ingin menjualnya untuk berfoya-foya. Perselisihan timbul antara kedua bersaudara ini karena Ketut tidak sepakat dengan keinginan Nyoman. Seorang debt collector datang mencari Nyoman untuk menagih hutang. Bagaimanakah nasib Nyoman? Apakah Ketut akhirnya setuju menjual tanah warisan orangtuanya demi melunasi hutang-hutang kakaknya?

IWANG
(Sutradara: Kadek Mahendra, Produksi: 2017, Durasi: 5 menit 25 detik)

Edo baru mendiami kost barunya selama dua minggu. Ia melihat pemilik kost menghaturkan banten dan sebatang rokok di sanggah. Entah darimana datangnya niat tersebut, Edo lantas mengambil rokok yang dihaturkan di sanggah meski sudah dilarang oleh temannya, Wayan. Pada malam hari, Edo bermimpi diganggu oleh mahluk halus. Beruntung Wayan segera membangunkannya dan memberi Edo rokok untuk dikembalikan ke sanggah.

SAIBAN
(Sutradara: I Gusti Rai Tisno, Produksi: 2017, Durasi: 5 menit)

Ngurah yang terbawa arus modernisasi seolah abai dengan tradisi di lingkungannya. Ngurah bahkan tidak mau lagi mendengar nasehat sang Ibu. Ketika terlambat bangun tidur, Ngurah langsung saja bergegas mengambil nasi di dapur. Ia melihat ibunya keluar dari sanggah usai mebanten saiban.

TOYA DAMUH
(Sutradara: IB Giri Semara Putra, Produks: 2017, Durasi: 5 menit 20 detik)

Kadek (18) telah menderita gagap sedari kecil. Berbagai cara telah ia coba, termasuk memeriksakan tenggorokannya ke dokter bersama sang ayah. Namun anehnya, dokter menyatakan bahwa tenggorakan Kadek baik-baik saja. Kegagapan ini membuat Kadek malu karena diejek teman-temannya, ia bahkan tak mau bertemu dengan pacarnya. Kadekpun teringat pada mitos yang pernah diceritakan sang ayah tentang Toya Damuh. Percayakah Kadek pada mitos tersebut? Benarkah meminum Toya Damuh dapat menyembuhkan gagap yang diderita Kadek?

TAKSU
(Sutradara: I Wayan Aditya Pratama, Produksi: 2017, Durasi: 5 menit )

Wisatawan memadati Ubud, berikut barisan artshop, restoran dan minimarket di sepanjang jalan mencerminkan arus modernisasi yang tak terelakkan. Wira yang tengah menuju tempat berlatih kendang bertemu Dolet yang bekerja sebagai guide. Siapa sangka, Dolet yang semula mengejek Wira kemudian menyadari bahwa kawannya tersebut piawai bermain kendang bahkan memukau turis yang diajak oleh Dolet.

 

Partner :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s