Sinema Bentara #KHUSUSMISBAR “AIR DAN PESISIR”

Pemutaran Film Fiksi & Dokumenter
Sabtu – Minggu, 25 – 26 Maret 2017, pukul 17.00 WITA

Sinema Bentara kali ini akan menghadirkan film-film dokumenter dan cerita yang terangkai dalam program “Sedulur Air”. Film-film itu dapat dikatakan merupakan seruan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Yang mengemuka bukan hanya kisah-kisah di seputar kawasan Meditarania melalui film Mediterranea karya sutradara Jonas Carpignano (Italia), melainkan juga mengisahkan tentang petualangan dan kegigihan nelayan-nelayan di Desa Lamalera, Pulau Lembata (NTT). Terungkap lewat film dokumenter Lewa di Lembata (sutradara Dandhi Dwi Laksono) kehidupan keseharian nelayan yang sederhana serta sistem jual beli yang masih barter.

Disamping itu, akan ditayangkan pula sebuah film Jerman yang meraih berbagai penghargaan internasional, mengisahkan perihal tata kelola kota berikut perubahan-perubahankawasan di Jerman dari wilayah pabrik yang ditutup dengan lahan-lahan yang terbengkalai akibat berbagai hal. Sinema kali ini juga menghadirkan satu kisah tentang nahkoda sekaligus navigator ulung yang berupaya memenangkan perlombaan yacht mengelilingi dunia selama tiga bulan. Film ini bukan semata menceritakan tentang kompetisi berlayar internasional, namun juga menggambarkan bagaimana manusia di tengah kekuatan alam yang luar biasa serta absurditas kehidupan yang membayanginya.

Masih dengan konsep misbar, pemutaran film ini digelar di halaman terbuka dengan layar lebar, mengedepankan suasana nonton film bersama yang hangat, guyub, dan akrab. Program ini didukung oleh Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Pusat Kebudayaan Prancis Alliance Francaise de Bali, Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, Watchdoc Image serta Udayana Science Club.

SINOPSIS :
MEDITERRANEA
(Italia, 2015, Durasi:107 menit, Sutradara: Jonas Carpignano)
Didukung Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar

Sebuah film drama yang mengangkat cerita tentang imigrasi di wilayah laut Mediterranea (Mediterania). Mediterranea adalah laut yang memisahkan antara benua Afrika dan Eropa, dimana belakangan ini telah dijadikan sebagai sarana perjalanan untuk para imigran menuju berbagai negara di Eropa. Beberapa negara selama ini telah terlibat dalam perjalanan panjang itu demi mendapatkan kehidupan baru, baik itu dengan tujuan ekonomi atau politik.

Film ini telah diputar pada International Critics Week – Cannes Film Festival 2015.Meraih penghargaan Film Terbaik pada Cairo International Film Festival 2015, FEST International Film Festival 2016; Aktor terbaik pada Cairo International Film Festival 2015 dan Stockholm Film Festival 2015; Sutradara terbaik pada Gotham Awards 2015 dan Tbilisi International Film Festival 2015. Mediterranea juga menerima penghargaan Human Rights in Cinema Competition pada Istanbul International Film Festival 2016, One Future Prize pada Munich Film Festival 2015, serta Best First Film pada Stockholm Film Festival 2015.

TURNING TIDE/ En Solitaire
(Prancis, 2013, Durasi 101 menit, Sutradara: Christophe Offenstein)
Didukung Alliance Francaise de Bali

Film ini mengisahkan tentang Yann Kermadec, seorang nahkoda sekaligus navigator yang bertekad untuk memenangkan Vendée Globe – sebuah perlombaan yacht selama 3 bulan di seluruh dunia, dengan masing-masing yacht dikemudikan oleh kapten tunggal. Film ini menggambarkan bagaimana kompetisi berlayar internasional, di mana manusia benar-benar sendiri melawan kekuatan yang luar biasa dari alam.

Ketika dia mengikuti lomba tersebut, ia menemukan Mano, seorang remaja dari Mauritania yang telah menyelinap masuk ke dalam perahu. Tidak ada pilihan lain selain menyembunyikannya, setidaknya sampai mereka berlayar melintasi Atlantik. Keduanya menghabiskan waktu saling mengabaikan satu sama lain. Apakah Yann berhasil memenangkan kompetisi tersebut?

Film ini menerima penghargaan Audience Award pada Gijón International Film Festival – Spanyol, nominasi Best First Film pada Lumières Award, dan nominasi Best First Feature Film pada César Award.

LEWA DI LEMBATA
(Indonesia, 2015, Dokumenter, Durasi: 45 menit, Videografer: Dandhy Dwi Laksono, Suparta Arz)
Didukung Watchdoc Image (Indonesia)

Menceritakan tentang kehidupan para nelayan pemburu paus dan pari di Desa Lamalera, pulau Lembata (NTT) dan sistem ekonomi barter yang masih dijalankan di zaman di mana uang telah ditempatkan di puncak sistem ekonomi. Semua ikan dan mamalia laut yang dilindungi, justru diburu di sini. Uang yang menjadi alat tukar utama dalam sistem ekonomi, justru dihindari. Bagaimana semua bisa bertahan dan terjadi? Manusia dinilai dari ketekunannya memproduksi dan mengusahakan bahan pangan agar dapat ditukar dengan bahan pangan lain. Bukan dari kehebatannya mengelola investasi sektor keuangan (fund managing). Masyarakat pesisir membawa ikan (protein) yang ditukar dengan hasil bumi masyarakat pegunungan seperti jagung atau ubi (karbohidrat).

GÖTTLICHE LAGE
(German, 2013/2014, Durasi: 104 menit, Sutradara: Ulrike Franke, Michael Loeken)
Didukung Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Jakarta

Dortmund, di kawasan Hörde: Pabrik baja Thyssen dan Krupp sudah lama tutup. Di tengah lahan yang terbengkalai itu dibangun Danau Phoenix sebagai atraksi. Sementara gedung pabrik terakhir dibongkar, di sekeliling danau bermunculan hunian dan rumah tinggal mewah yang tidak terjangkau oleh warga setempat. Para perencana proyek berharap bahwa permukiman buruh di kawasan itu akan menjadi korban kekuatan pasar. Mereka sibuk memikirkan cara menjual perumahan yang baru. Gentrifikasi kawasan tersebut tampaknya bukan saja tidak terelakkan, tetapi memang diharapkan. Apakah para perencana kota gagal menjalankan tugas mereka?

Film ini telah diputar di berbagai festival film di berbagai belahan dunia, seperti: Architecture Film Festival Rotterdam 2015, Festival International Jean Rouch Paris 2015. Menerima penghargaan film terbaik di Saratov Sufferings International Film Festival of Documentary Drama 2015, Grimme Preis 2016.

JADWAL PEMUTARAN FILM :

Sabtu, 25 Maret 2017 

17.00 Wita Pasar Misbar
18.30 Wita Mediterranea
20.30 Wita Turning Tide/En Solitaire
Minggu, 26 Maret 2017

17.00 Wita Pasar Misbar
18.30 Wita Lewa di Lembata
20.30 Wita GÖttliche Lage

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s