Pertunjukan “PERAYAAN PEREMPUAN DAN AIR”

Sabtu, 18 Maret 2017, pukul 19.00 WITA

Memaknai Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, seniman Cok Sawitri menghadirkan monolog merujuk tajuk “Perayaan Perempuan dan Air”. Pertunjukan itu menampilkan Arja Siki “Kampanye Calon Gubernur Air”, serta menggunakan visual art; instalatif art, yang dirancang oleh Adrian Tan. Sebelumnya, menghantar pertunjukan, akan ditampilkan tari bertajuk “Sesapi Ngundang Ujan” oleh Kelompok Misra, bertindak sebagai koreografer adalah Ida Ayu Arya Satyani.

Perayaan Perempuan dan Air ini adalah sebuah seruan kesadaran yang mencoba mengingatkan betapa mulianya Air serta pentingnya bagi kehidupan. Melalui rangkaian pertunjukan ini, kita diingatkan tentang kondisi pulau Bali berikut pulau-pulau kecil di sekitarnya yang memiliki problematik untuk mendapatkan air sehat bagi masyarakatnya. Terkait di dalamnya perihal tata ruang kota di Bali, keadaan sungai-sungai yang mencemaskan serta tercemar berbagai hal.

Dalam konteks itu, sesungguhnya banyak faktor ekologi yang menunjukkan bahwa Bali adalah pulau dalam satu kesatuan, tidak bisa digolongkan sebagai pulau kecil bila ditilik dari UU No.27 tahun 2007, tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan pulau-pulau Kecil, sebab memiliki luas lebih dari 2.000 km2.

Dengan demikian, pertunjukan Perempuan dan Air tak cuma membahas persoalan kekeringan yang melanda wilayah-wilayah tertentu saja, melainkan lebih mendalam lagi yakni menyangkut sudut pandang perempuan berikut urusan domestik hingga kesehatan. Tak ketinggalan juga bahasan mengenai tata kelola air yang menciptakan berbagai kerumitan tersendiri, antara kebijakan lingkungan dan kebijakan-kebijakan lain yang sering berbenturan. Hal mana itu membuktikan bahwa pengelolaan air di Bali dengan contoh adanya Cekungan Air Tanah (CAT) yang tersedia, menunjukkan pentingnya satu kebijakan yang holistik, bukan yang parsial. Tata kelola air, itu juga berarti mempertimbangkan kearifan Bali mengenai jalan air yang dahulunya dikelola oleh sekehe subak.

Program terselenggara atas gagasan IAA, Forum Perempuan Mitra Kasih, Desa Eko Wisata Nyambu, Titik Temu. Sebagai produser acara IAA, produser teknis Cok Sawitri. Naskah “Kampanye Gubernur Air” dan pemeran: Cok Sawitri, Penata Musik: Sekehe Geguntangan “Semut Production” dan sound serta tata lampu oleh Gung Anom Antida Darsana.

COKORDA SAWITRI, lahir pada 1 September 1968. Menerbitkan karya-karya puisi antara lain: Rainbow, 18 indonesia women poets, 2008, Kumpulan Puisi: Nyanyian Kota, 7 perempuan penyair Indonesia (CCF, 2006) dan Edisi bahasa Perancis, Selendang Pelangi, antologi puisi 17 Perempuan Penyair Indonesia (2006), Teh Ginseng, Kumpulan Puisi bersama Sanggar Minum Kopi Bali (1992), Negeri Bayang-Bayang, Antologi bersama Puisi, Geguritan & Cerpen (1996),  Kumpulan Buku Seniman Tua Bali Kab. Gianyar (1996), Buku Puisi, Setahun Kematian, Semilyar Nyanyianku Mati, Kiamatku Dalam Jarak 3 centimeter, 2013, penerbit Indie. Cerpen-cerpennya terhimpun dalam buku: Cerpen “Mati Sunyi” dalam Sepi pun Menari di Tepi Hari : Kumpulan Cerpen Pilihan KOMPAS 2004 (2004). Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman, Cerpen “Rahim” dalam Mata Yang Indah : Kumpulan Cerpen Pilihan KOMPAS, 2001 (2001)- Diterjemahkan dalam Bahasa Inggris: Whom, terbitan Kompas, Cerpen sebilah pisau roti, dimuat di kompas, tahun 2004, Cerpen kulkul, karya bakti- dalam bahasa bali, 2000, Cerpen Pan Blasin Bali orti, Balipost, 2005, dan Kumpulan Cerpen Baruni jembatan Sorga tahun 2013, penerbit indie.

Cok Sawitri juga produktif menulis novel, karya-karyanya diantaranya: Janda dari Jirah, Gramedia Media Utama, tahun 2007 (lima besar Khatulistiwa Award), telah diterjemahkan The Widow Of Jirah; Sutasoma, terbit juni 2009, (lima besar Khatulistiwa award), penerima Dharmawangsa Award 2010; Tantri, perempuan yang bercerita, terbit 2011, kompas, masuk liba besar Khatulistiwa award; Novel Karna- E-book, Penerbit Tantraz Comics tahun 2016; Novel Sitayana- Ebook, Penerbit Tantraz comics tahun 2016. Selain itu, ia juga menulis artikel seni budaya, diterbitkan dalam Buku Seniman Tua Bali PKB (1997), Majalah Kalam – Edisi Puisi (1999), Bali Behind The Seen – Kumpulan Puisi (1999), Bali Living in Two Worlds (2002), “Ghost in Paradise” dalam Bali Rediscovered (2004). Karya lain berupa Karya Tulisan, Puisi, Cerpen, Artikel, Features & Wawancara di : Bali Post, Bali Echo, Nusa Tenggara, Lalitudes, Jurnal Kalam, KOMPAS, Gatra, Jurnal Perempuan, The Jakarta Post, Bali Rebound, dll, majalah time, radio dan tv,dll.

Sejumlah karya teater modern maupun tradisi, serta pembacaan puisi yang pernah dipentaskannya antara lain: Meditasi Rahim (1991), Puisi Pembelaan Dirah dan Ni Garu (1996), Permainan Gelap Terang (1997), Sekuel Pembelaan Dirah (1997), Hanya Angin, Hanya Waktu (1998), Ram dan Wana : 1998, Bicara Sunya, Puisi Gelap Terang bersama Restu Imansari (1998), Nyurya (1998), Pentas Dramatisasi Puisi “Namaku Dirah”, di Pekan Seni Kontemporer “Tari, Puisi, Teater” (Agustus 1999), Pembelaan Dirah, di Festival Monolog 1999, Taman Budaya (1999),  Pembelaan Dirah, di Tirta Gangga, Karangasem, pada Festival Internasional MSPI (1999), Pembelaan Dirah, Kawean Episode, Gedung Kearsipan, Jakarta (1999), Puitika ¼ Melamar Tuhan (2000)
14. Puitika Melamar Tuhan (2001),  Anjing Perempuanku, di Denpasar, Singaraja, Sidemen – Karangasem (2003), Aku Bukan Perempuan Lagi, Denpasar dan Jakarta, festival Monolog DKJ Jakarta (2004),  Badan Bahagia, Bagian pertama Episode pertama Pembelaan Dirah, Ubud, Denpasar, (2004),  Monolog Rahim, 2009, Sekuel Bubat for Gusmiati Suid, Play reading di UWRF 2009, Percakapan sunya nirwana tahun 2010, Monolog Bahaya Bukan racun tembakau 2011, Black BoX: Eksperimen Seni pertunjukan- Bentara Budaya Bali tahun 2014, Adaptasi END Game tahun 2014-2015, Dagang Obat Berijazah, Monolog, tahun 2015, Ayahku Matahari, Ibuku Bidadari, Arja Siki, tahun 2015, Deklatari (eksperimen tari dan puisi) tahun 2015.

Ia juga aktif dalam Kelompok Tulus Ngayah dari tahun 1990 s/d 2011. Kerap memberikan pelatihan atau workshop teater seperti; Pelatihan teater: proses wiraga, wirama dan wirasa, Festival Sastra Internasional 2002- Art Centre Denpasar, Mendesain Workshop Pekerja Teater se-Bali 2004-2005, Menggagas Temu Pekerja Teater Perempuan se-Bali 2005 dan terlibat dalam Women Playwrights internasional Conference 2006.

Ia telah menekuni dan berproses dalam seni pertunjukan tradisi sedari tahun 1990. Beberapa diantaranya : Proses seni tari Arja : Raja Buduh dan Limbur (2002-2005), Proses Kakang-kakang dalam Gambuh (2005-2008), Proses seni gegirah (Rangda) 1990-2004, Proses Dance teater Bubat for Gusmiati suid (2008- belum selesai), Proses pelatihan menulis dan membaca dongeng bagi guru TK kab. Karangasem , 2009, Pentas Bubat For Gusmiati Suid di Ubud Writers dan Readers festival tahun 2009, Pola gerak panji gambuh style budhakeling, sampai sekarang, Sunya Nirwana tahun 2010, Monolog racun tembakau 2011.

Cok Sawitri juga mendirikan Forum Mitra Kasih Bali, sebuah kelompok yang memfasilitasi pelatihan dasar gender tahun 1998-sekarang. Aktif dalam proses International People Fower (IPF) tahun 2004-2007, melatih ODHA di papua-Irian jaya pertengahan tahun 2007, Director creative Jakarta untuk Film-Film documenter 2006-2007, sebagai Juru bicara Komponen Rakyat Bali 2006- sekarang, Ketua Pengurus di LBH Apik-Bali 2011- sampai sekarang dan Narasumber budaya di dewata TV/kompas tv 2010-2014. Diundang untuk mengajar teater di Fine Art Malaysia, berpentas di India, Singapore, Malaysia. Delegasi Indonesia, Frankfrut Book Fair, tahun 2015 dam Delegasi Indonesia untuk Temu Budaya ( Maroko dan Tunisia) tahun 2016.

IDA AYU WAYAN ARYA SATYANI, S.SN. M.SN, lahir di Denpasar, 17 September 1977. Menamatkan S1 di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (1995-2000) dan menyelesaikan Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Program Pascasarjana ISI Denpasar, tahun 2011-2014. Sedari muda telah aktif dalam berbagai kegiatan kesenian, antara lain : Tahun 1991 tergabung dalam Children Of Bali sebagai duta kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat dalam program KIAS (Kebudayaan Indonesia – Amerika Serikat), tergabung dalam kolaborasi Body Tjak The Celebration di San Fransisco, Pimpinan Prof. Dr. I Wayan Dibia dan Keith Terry (1999). Sebagai koreografer di The Teathere Practise, Singapore, dalam Drama ‘The Missing Sun’, disutradai oleh Nelson Chia (2000-2001). Mengkoreografi Tari Sekar Jempiring, maskot Kota Denpasar (2004), turut dalam kolaborasi Dean Mos – Cok Sawitri berjudul ‘Open’, di Bali (2004), mengikuti Olimpiade Kebudayaan di Yunani bersama Perguruan Yogamusik ‘Maha Bajra Sandhi’ (2004), terlibat dalam proses pemanggungan Pembelaan Dirah karya Cok Sawitri (2004), Duta kebudayaan dalam peringatan 50 th Hubungan Diplomatik Indonesia-Vietnam di Hanoi, Vietnam bersama Perguruan Yogamusik ‘Maha Bajra Sandhi’ (2005), sebagai koreografer dalam program recovery bali “pencitraan kembali Bali dimata dunia” di enam Negara Eropa (Belgia, Belanda, Prancis, Jerman, Luxemburg, Brussel) dengan karya “Sutasoma, Jiwa Murni Yang Baru Terbit” (2006).

Ia juga pernah berkolaborasi dengan Nandini dari Indian Culture Centre Indonesia (ICCI Denpasar) dalam garapan Tari ‘Grahanada’ (2007), sebagai asisten sutradara dalam Film Under The Three yang disutradarai Garin Nudroho (2008), sebagai koreografer dalam Bubat for Gusmiati Suid karya Cok Sawitri untuk Ubud Writer & Reader Festival, menyutradarai film dokumenter mewakili Kabupaten Karangasem dalam festival Film Dokumenter PKB Bali, mengambil judul Pawiwahan Arsa Wiwaha Buncing Jambaran (2010), berkolaborasi dengan Cok Sawitri dalam proses penggarapan tari Sunya Nirwana untuk Ubud Writer & Reader Festival (2010), menyutradarai Legong Topeng “Tantri” untuk open stage Genta Sidhi di desa Mas Ubud. Berkolaborasi bersama Ying Luna, pemain Pipa asal Cina (2011), berkolaborasi dengan Cok Sawitri dalam Drama Pewayangan “Candra Berawa”, sebuah persembahan untuk karya agung Pura Taman Sari Budakeling (2011), menyutradarai pementasan teatrikal Satarupa dalam event Satarupa Anugrah Dharmawangsa ke-2, th 2012, digagas Taufik Rahzen di Museum Gunarsa Klungkung.

Pada tahun 2013 tergabung dalam pementasan “3+1 Perempuan Patah Hati” bersama Cok Sawitri, Ayu Laksmi, Aryani Willems, persembahan untuk alm. I Nyoman Sura dan alm. Kadek Suardana, pentas perdana di Popo Danes Art Veranda. Setahun kemudian (2014), Ida Ayu Arya Satyani mengkoreografi tari Legong Sukma Swabhawa dalam pentas Semara Pagulingan Pesta Kesenian Bali XXXVI, duta Karangasem. Ia juga menyutradarai pementasan Dramatari Kontemporer “Jirah”, sebagai sebuah proses kreatif panjang eksplorasi perdananya dipentaskan tahun 2010 dan puncaknya pada presentasi karya Ujian Akhir Program Pascasarjana ISI Denpasar tahun 2014. Mengkoreografi Tari Misra sebuah persembahan untuk perayaan 100 th Gong Kebyar, pertama kali dipentaskan dalam event Pentas Garapan Baru Festival Seni dan Budaya Desa Ubud (2014), terlibat sebagai koreografer dalam karya teatrikal kolosal berjudul “Pawon Bali” disutradarai I Wayan Sudirana, S.Sn., MA., P.hd. pada HUT Pemkab Gianyar (2015), mengkoreografi Tari I Kekupu (kontemporer) pada Pagelaran 100 Kebaya diselenggarakan oleh Jurusan Design Fashion ISI Denpasar, Natya Mandala ISI Denpasar (2015), terlibat dalam team penata tari Ketug Gumi ISI Denpasar untuk pembukaan Pesta Kesenian Bali XVII (2015), terlibat dalam produksi film The Seen And Unseen karya Kamila Andini, sebagai koreografer (2016).

ADRIAN TAN, lahir di Jakarta, 4 Januari 1979. Ia menyelesaikan pendidikan dalam bidang Desain Komunikasi Visual di Fakultas Seni dan Desain Universitas Trisakti. Sedari masa kuliah ia telah menekuni dunia fotografi, komputer grafis dan sinematografi. Ia terlibat dalam sejumlah produksi dengan jurusan Film IKJ. Setelah lulus dari Universitas Trisaksi, ia pernah bekerja di sejumlah stasius televisi, Music Video dan proyek grafis lainnya. Aktif pula sebagai produser, art director, editor, scriptwritter, sinematografer dan sutradara dalam sejumlah produksi. Selain mengerjakan produksi video dan film, ia juga mengkreasi aneka desain publikasi dan fotografi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s