Dialog Sastra #54 “RASTHA SINDU & CERITA KITA KINI”

Jumat, 24 Maret 2017, pukul 18.30 WITA

Sejarah susastra modern di Bali memang penuh kisah cemerlang. Sedini I Gusti Panji Tisna dengan novel-novel sohornya, hingga masa sekarang dengan penulis-penulis kini yang karya-karyanya tak kalah memikatnya,semisal Gde Aryantha Soethama, Oka Rusmini, Cok Sawitri, Putu Fajar Arcana atau yang lebih belakangan lagi semisal Wayan Sunarta, Kadek Sonia Piscayanti, Ni Made Purnamasari, Putu Supartika, dan lain-lain. Sumbangsih mereka, melalui karya-karya dengan ragam tematik yang menarik, layak diberi apresiasi. Tak boleh ketinggalan, patut dicatat kehadiran sastrawan Nyoman Rastha Sindu yang lahir pada 31 Agustus 1943 di Denpasar dan meninggal pada 14 Agustus 1972. Ia dikenal sebagai penyair, wartawan dan terlebih cerpenis, yang salah satu karyanya yaitu “Ketika Kentongan Dipukul di Bale Banjar” memperoleh Anugerah Cerpen Terbaik Horison tahun 1969.

Nyoman Rastha Sindu memang aktif sebagai penggerak kesenian, tidak hanya menciptakan cerpen atau puisi, namun juga turut dalam aktivitas apresiasi di kampus-kampus dan masyarakat umum. Tidak heran ia memperoleh Anugerah Piagam Penghargaan Dharma Kusuma Madya dari Gubernur Ida Bagus Mantra. Karya-karya tersebar di berbagai media, semisal puisinya dalam majalah Mimbar Indonesia, “Pengemis”, “Anak Revolusi”, “Pembakaran”, “Inilah Kota-Kota Kami”, serta dimuat dalam majalah kebudayaan bergengsi kala itu, Majalah Basis berjudul “Yogyakarta”, “Sebuah Perpisahan”, “Kepada Bapak”, dan “Inilah Kota-kota Kami”. Cerpennya yang dimuat dalam majalah Mimbar Indonesia berjudul “Sebuah Rumah”, dalam majalah Sastra “Ni Made Sukerti”, “Malam Semakin Sepi dan Sedih”, “Lelaki yang Pulang”, “Dadong Samprig”,”Tali Timba”, “Jembatan”, “Hujan Turun Sepanjang Hari”, dalam majalah Horison “Ketika Kentongan Dipukul Dibale Banjar”, “THR Setragandamayu Pemedilan”, “Sahabatku Hans Schmitter”, “Pembakaran”, “Semoga Tuhan Menunjuki Mereka Jalan”, dalam harian Kompas “Begitu Saja Saban Pagi, Siang dan Malam”, “Ayah”, “Sahabatnya adalah Matahari”, dan “Saya Bukan Pembunuhnya”. Sebuah cerita pendek Rastha Sindu berjudul “Ayah” dimuat dalam antologi Cerita Pendek Indonesia 4 yang disusun oleh Satyagraha Hoerip.

Melalui Dialog Sastra #54 kali ini kita akan menelisik kekuatan dari karya-karya Rastha Sindu, baik secara estetik maupun stilistik terlebih lagi tematiknya, seraya merujukkannya pada cerita kita kini. Bagaimanakah keunikan dan kekhasan cerita-cerita pendek Rastha Sindu? Apakah tema-tema yang diangkat memiliki tautannya dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi pada masyarakat Bali kini? Bagaimana bila dibandingkan dengan karya-karya cerpen Bali masa sekarang? Lewat dialog ini pula diharapkan dapat direngkuh kembali sumbangsih Rastha Sindu untuk susastra modern Indonesia, terutama bagi masyarakat pecinta sastra di Bali. Bertindak sebagai narasumber adalah Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum.

 

Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum. dosen Sastra Bali Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana ini juga adalah sastrawan peraih Penghargaan Sastra Rancage, melalui buku kumpulan puisi berbahasa Bali “Coffe Shop”. Dosen yang tengah menyelesaikan program doktornya ini dikenal sebagai sastrawan bahasa Bali dengan tema-tema karya yang mencoba mengangkat peralihan antara masyarakat Bali yang agraris-komunal menuju era industri yang lebih individual. Ia juga aktif di berbagai organisasi sosial budaya di Bali, turut membina perkembangan susastra di Bali, termasuk aktif di lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat, khususnya di Bina Antara Budaya, yang menyiapkan pelajar atau mahasiswa Bali untuk berkesempatan memperoleh beasiswa belajar ke Amerika, Eropa dan beberapa negara Asia. Ia juga sering bertindak sebagai editor buku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s