Timbang Pandang “AIR DALAM KATA DAN RUPA”

Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 19.00 WITA

Serangkaian Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal dan program “Sedulur Air” diselenggarakan pula timbang pandang bersama para seniman yang terlibat. Akan tampil sebagai narasumber perupa I Ketut Budiana dari Komunitas Seniman Padangtegal dan Romo V. Kirjito dari Komunitas Air Langit. Keduanya akan mengetengahkan perspektif dan pembacaan kreatifnya masing-masing atas tema Air ini. Selain itu, akan tampil pula sebagai pembicara budayawan Wayan Westa, yang akan memaparkan pandangannya seputar peranan Air dalam konteks kultural Bali, berikut pemaknaannya secara simbolis maupun filosofis.

Timbang Pandang ini akan mengurai pula proses kreatif dan perjalanan kesenirupaan Komunitas Padangtegal selama tiga generasi. Pencapaian pelukis Padangtegal ini mencerminkan juga sebentuk pola perubahan yang berulang terjadi di Bali, di mana seni tradisi bertemu modernitas melahirkan aneka kemungkinan penciptaan berikut jalan simpangnya masing-masing. Di sisi lain, elan kreatif ini menjadi keniscayaan pergaulan lokal-global di Bali, meneruskan ragam kerjasama para pendahulu; Miguel Covarrubias dan I Tegehan dalam melahirkan ikonik dari sosok-sosok unik pada seni lukis dan patung; Walter Spies dan Rudolf Bonett bersama pelukis Bali era Pitamaha; Sardono dengan warga Teges, Ubud, dll.

Sementara itu, Romo V. Kirjito juga akan berbagai pandangannya tentang Budaya Air Langit serta berbagai bentuk kajian dan upaya pengembangan yang telah dilakukan bersama Komunitas Air Langit sebagai sebuah gerakan kesadaran. Dengan upaya yang terus menerus dan intens, berikut aneka dialog serta silang pengetahuan tentang Air Langit yang dilakukan secara saintifik eksperimental, diharapkan Budaya Air Langit ini dapat diwujudkan sebagai sebentuk kesalehan sosial.

I Ketut Budiana, lahir di Padang Tegal Ubud tahun 1950. Ia telah menggelar pameran tunggal sejak tahun 1999 di ARMA Museum, Ubud, Pameran Tunggal Kazaxi Gallery Melbourne, Australia (2000), Pameran Tunggal di Tokyo Station Gallery, Japan (2003). Tahun 2008, berpameran tunggal di Maruki Art Museum (Japan), tahun yang sama juga menggelar pameran tunggal Setagaya Art Museum (Japan, Pameran Tunggal “Kosmologi Ketut Budiana” di Bentara Budaya Bali, Bentara Budaya Yogyakarta dan Bentara Budaya Jakarta (2014), Pameran Tunggal “Prabu Udayana: Wiracarita Dalam Rupa” di Bentara Budaya Bali (2016), dll. Pameran bersama di antaranya; Pameran lukisan di Jerman (1980), mengikuti dan menjadi koordinator pameran di Fokuoka Jepang (1985), berpameran di Tropen Museum Amsterdam, Holand (1986), Pameran lukisan di U.S.A. (THE WORLD PRESIDEN ORGANITATION, WASHTNGTON DC, U.S.A.) (1992), berpameran di Sunjin Gallery Singapore (2005), mengikuti International painting Vestival di Ujjain Madyaprades India (2007).

Berbagai penghargaan yang ia terima, antara lain: Penghargaan dari Cormsh Colege Othe Arts tahun 1995, Penghargaan dari La Trobe University Melbourne, Australia tahun 2000, Penghargaan dari Arhus Kunsbygning, Denmark, tahun 2004, Penghargaan dari Peace Festival in Itabashi, Japan, tahun 2005. Penghargaan Wijaya Kusuma Kab. Gianyar tahun 2005. Penghargaan Seni Dharma Kusuma Propinsi Bali tahun 2008. Penghargaan dari Institut Kesenian Jakarta – LPKJ. tahun 1993. Penghargaan dari Yayasan Seni Rupa Jakarta tahun 1997 dan sederet penghargaan lainnya.

Romo V. Kirjito, lahir di Kulon Progo, 18 Nopember 1953. Beliau merupakan Imam Katolik Keuskupan Agung Semarang. Pernah menjadi guru di Sekolah Dasar Marsudiri Semarang (1972-1975) dan Pastor Paroki di Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang ( 1984-2013). Romo Kirjito aktif dalam berbagai kegiatan sosial antara lain Gerakan pertanian organik (1990-1999), Gerakan Budaya Cinta Air (2000-2011) di Lereng Merapi Barat Kabupaten Magelang, Pembelaan Budaya Masyarakat Air Hujan Merapi Timur (2011 – 2014) dan Laboratorium Air Hujan Lab U3060A (2014- sekarang).

Meraih penghargaan Maarif Award (2010) di bidang kepemimpinan lokal, lingkungan dan kemanusiaan dan penghargaan Kebudayaan Kementerian Pendidikan RI (2015) dalam bidang Penelitian Budaya Air Hujan secara sientifik.

Wayan Westa lahir di Klungkung, 27 Januari 1965, I Wayan Westa menyelesaikan pendidikan di FKIP Universitas Dwijendra Denpasar, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali. Tahun 1989-1993 mengajar SLUA Saraswati Klungkung, dosen di sejumlah perguruaan tinggi swasta. Menekuni dunia jurnalistik, tulisannya tersebar di sejumlah media; Mingguan Karya Bhakti, Harian Nusa, Bali Post, Kompas, dan Radar Bali. Tahun 2000-2009 bekerja sebagai Redaktur Majalah Gumi Bali SARAD. Tahun 2010-2012 dipercaya sebagai Pemimpin Redaksi Majalah SABDA. Sebelumnya, dalam rangka Program Pemetaan Bahasa Nusantara, tahun 1999 ia bekerja di The Ford Foundation. Menyunting sejumlah buku diterbitkan Yayasan Obor Indonesia, Wulan Sedhuwuring Geni (Antologi Cerpen dan Puisi Daerah), Seribu Kunang-Kunang di Manhatan (Terjemahan dalam 13 Bahasa Daerah), dan Sunari (Novel Basa Bali karya Ketut Rida). Rabindranath Tagore, Puisi Sepanjang Zaman, Penerbit Yayasan Darma Sastra, 2002. Menulis buku Tutur Bali, diterbitkan Yayasan Deva Charity, Utrecht, The Netherlands.

 

Unduh makalah di sini

 

RANGKAIAN PROGRAM SEDULUR AIR :
Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal
Pembukaan : Jumat, 10 Maret 2017, pukul 18.30 WITA
Pameran berlangsung : 11 – 21 Maret 2017, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Workshop
BERSAMA KOMUNITAS AIR LANGIT
Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 15.00 WITA
Minggu, 12 Maret 2017, pukul 10.00 WITA

Timbang Pandang
AIR DALAM KATA DAN RUPA
Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Narasumber : I Ketut Budiana, Romo Kirjito dan Wayan Westa

Bali Tempo Doeloe #16
AIR: HARMONI BUMI DAN DIRI
Tayang Dokumenter Bali 1928 & Timbang Pandang
Selasa, 14 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Narasumber : Marlowe M. Bandem (Koordinator Proyek Repatriasi Rekaman Bali 1928) dan Drs Deny Suhernawan Yusup, MSc. (Dosen Jurusan Biologi Universitas Udayana).

Pertunjukan
PERAYAAN PEREMPUAN DAN AIR
Sabtu, 18 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Menampilkan : Arja Siki “Kampanye Calon Gubernur Air” oleh Cok Sawitri
Visual art & instalatif art oleh Adrian Tan
Tari “Sesapi Ngundang Ujan” (koreografer Ida Ayu Arya Satyani)

Sinema Bentara #KHUSUSMISBAR
AIR DAN PESISIR
Pemutaran Film Fiksi & Dokumenter
Sabtu – Minggu, 25 – 26 Maret 2017, pukul 17.00 WITA

Iklan

Terkadang, sebagian pengunjung Anda melihat i

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s