Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal “SEDULUR AIR”

Pembukaan : Jumat, 10 Maret 2017, pukul 18.30 WITA
Pameran berlangsung : 11 – 21 Maret 2017, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Air merupakan salah satu memori kultural Bali yang memiliki peranan penting dalam tataran keseharian masyarakat, juga secara simbolis dan filosofis. Sebagai sebuah budaya yang memuliakan air, Bali memandang toya dalam aneka perspektif penting: Air mengalir sebagai karunia yang menumbuhkan, menyuburkan sekaligus menyucikan seisi semesta. Kehadirannya begitu dipuja dalam berbagai ritual keseharian maupun keagamaan— bahkan menjadi kebutuhan utama setiap upacara. Dalam tataran lain, air adalah representasi dari sang Dewata itu sendiri, termanitestasikan dalam keagungan Dewa Wisnu, yang memelihara seluruh alam semesta ini.

Penghormatan kita terhadap air, sang sedulur yang menghidupi manusia dan makhluk lainnya, diuji oleh arus perubahan yang membutuhkan sikap konkrit atas upaya-upaya pelestariannya. Merujuk tajuk “Sedulur Air”, kali ini dihadirkan serangkaian program sebagai sebentuk pemaknaan dan perayaan atas Air.

Melalui perspektif para perupa Tiga Generasi Padangtegal, yang merespon tematik “Sedulur Air” ini, kita diajak untuk meresapi kembali makna air dalam kehidupan masyarakat Bali. Mereka, para pelukis ini, tumbuh dari komunitas tradisi yang mempraktikkan laku keseniannya mula-mula sebagai undagi; masing-masing merespon filosofi Hindu dan mewujudkannya ke bentuk patung, relief maupun ukiran seperti yang digeluti oleh para pendahulunya. Aspek teknis dan filsafati mengalir terwariskan dalam komunitas ini hingga sejauh tiga generasi, di mana tiap-tiap dari seniman mengetengahkan kosarupa yang khas dengan dirinya, tanpa kehilangan ciri lukis Padangtegal yang dari waktu ke waktu terbukti memperkaya khazanah seni lukis di Bali.

Para seniman tiga generasi tersebut antara lain, dari generasi pertama: A. A. Sobrat, A. A. Raka Turas, A. A. Mergeg, Dewa Nyoman Leper, Dewa Ketut Ding, Dewa Ketut Rangun, Nyoman Madya, Ketut Tungeh, Wayan Kuplir, Dewa Putu Bedil, Mangku Wayan Nomer, Ida Bagus Rai, I Wayan Tegun, Ni Luh Siki. Generasi kedua (1950-an) antara lain: Wayan Serati, Made Sukada, Made Poster, Ketut Budiana (1950), I Ketut Rawiasa (1950), Nyoman Suradnya (1951), I Made Subrata (1952), Made Subrata (1952), I Wayan Sulendra (1954), I Made Parna (1955), Nyoman Wardana (1959). Generasi ketiga: Ida Bagus Jembawan (1960), I Wayan Supartama (1962), I Wayan Wartama (1963), Ketut Parmita (1963), I Made Karsa (1964), Nyoman Cheeyork Anna (1966), I Nyoman Darmayasa (1969), I Wayan Mudara (1970), Putra Gunawan (1971), Kadek Suraja (1972), Dewa Gede Artawan (1972), I Nyoman Sudana (1976), I Wayan Sudarna Putra (1976), Ida Bagus Putra Yadnya (1987).

Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal ini terangkai dalam program “Sedulur Air” yang mengetengahkan juga Pementasan “Seni Jantur Panji Udan” oleh Agus Bima Prayitna; Timbang Pandang “Air Dalam Kata dan Rupa”; Workshop “Komunitas Air Langit” bersama Romo V. Kirjito; serta dialog Bali Tempo Doeloe #16 “Air: Harmoni Bumi dan Diri” yang menayangkan pula dokumenter Bali 1928. Turut memaknai “Sedulur Air”, akan dipertunjukkan Arja Siki oleh Cok Sawitri, menggunakan visual art dan instalatif art oleh Adrian Tan, merujuk pada “Perayaan Perempuan dan Air”. Pementasan ini menampilkan juga tari “Sesapi Ngundang Ujan” buah cipta koreografer Ida Ayu Arya Satyani.

Unduh katalog pameran di sini: katalog sedulur air (4,7 MB)

RANGKAIAN PROGRAM SEDULUR AIR :
Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal
Pembukaan : Jumat, 10 Maret 2017, pukul 18.30 WITA
Pameran berlangsung : 11 – 21 Maret 2017, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Workshop
BERSAMA KOMUNITAS AIR LANGIT
Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 15.00 WITA
Minggu, 12 Maret 2017, pukul 10.00 WITA

Timbang Pandang
AIR DALAM KATA DAN RUPA
Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Narasumber : I Ketut Budiana, Romo Kirjito dan Wayan Westa

Bali Tempo Doeloe #16
AIR: HARMONI BUMI DAN DIRI
Tayang Dokumenter Bali 1928 & Timbang Pandang
Selasa, 14 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Narasumber : Marlowe M. Bandem (Koordinator Proyek Repatriasi Rekaman Bali 1928) dan Drs Deny Suhernawan Yusup, MSc. (Dosen Jurusan Biologi Universitas Udayana).

Pertunjukan
PERAYAAN PEREMPUAN DAN AIR
Sabtu, 18 Maret 2017, pukul 19.00 WITA
Menampilkan : Arja Siki “Kampanye Calon Gubernur Air” oleh Cok Sawitri
Visual art & instalatif art oleh Adrian Tan
Tari “Sesapi Ngundang Ujan” (koreografer Ida Ayu Arya Satyani)

Sinema Bentara #KHUSUSMISBAR
AIR DAN PESISIR
Pemutaran Film Fiksi & Dokumenter
Sabtu – Minggu, 25 – 26 Maret 2017, pukul 17.00 WITA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s