Kelas Kreatif Bentara ” SENI RUPA KITA DALAM PERSPEKTIF KINI”

Selasa, 28 Februari 2017, pukul 18.00 WITA

Situasi penciptaan era kini telah mendorong para perupa kontemporer, seperti lazimnya intelektual kreatif lainnya, untuk lebih seksama dalam menegaskan pilihan estetik dan proses ciptanya. Sebagaimana fenomena dalam berbagai bidang seni, terdapat simpang kenyataan yang harus disikapi. Selain bagaimana menyikapi warisan tradisi, juga tak terelakkan hadirnya sistem simbolik dan tata nilai baru yang ditawarkan globalisasi.

Dengan kata lain, para kreator kini haruslah menyadari sekaligus berupaya mengungkapkan masalah-masalah yang sebenarnya secara sistematis melalui sarana artisitik serta intelektual dalam dialektika antara yang lokal dan yang global, agar menghasilkan suatu ragam modernitas atau postmodernitas, di mana masyarakat (baca:pencipta ) setempat adalah pelaku yang sesungguhnya dari perubahan yang dialaminya, bukan hanya sebagai pelengkap penderita saja (plagiat atau pengekor), melainkan pelopor.

Bolehdikata tidak banyak seniman kini yang menyadari akan adanya tantangan atau resiko menyangkut pilihan-pilihan tersebut. Hal mana itu juga membatasi pemahaman mereka atas yang sesungguhnya telah dan tengah terjadi. Dunia penciptaan kita dipenuhi oleh berbagai karya yang sekadar mengadopsi ikon, corak dan nilai-nilai yang diandaikan sebagai global, tersaji dalam suatu ragam seni yang tak jelas identitasnya. Di sisi lain, rentetan peristiwa di ruang publik, informasi-informasi serentak yang bersifat lokal maupun global, sering disikapi secara banal dan permukaan, serta kemudian memicu lahirnya karya-karya yang artifisial, kurang mengandung kedalaman perenungan.

Kelas Kreatif Bentara ini mengetengahkan perbincangan tentang ‘Seni Rupa Kita dalam Perspektif Kini”, menghadirkan pembacaan atas ragam estetik kontemporer di dunia seni rupa, berikut adanya fenomena interteks yang belakangan melahirkan karya-karya penuh dengan ironi dan parodi buah penyikapan atas karya-karya masterpiece dari seniman-seniman terdahulu. Bertindak sebagai narasumber adalah kurator dan pengamat seni rupa, Eddy Soetriyono.

eddy-soetriyonoEddy Soetriyono lahir di Semarang, Jawa Tengah, 3 Maret 1956. Ia menamatkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus pada 1982, ia menjadi dosen di almamaternya. Ia kemudian menjadi wartawan dan editor mingguan Tempo serta turut andil melahirkan majalah Swa. Ia juga menjadi executive editor di Gatra, serta sebagai editorial consultant sejumlah majalah terkemuka. Ia juga aktif menulis esai dan ulasan termasuk seni rupa, karya-karyanya dimuat di Kompas, Media Indonesia, Pikiran Rakyat dan lain-lain. Eddy Soetriyono juga mendirikan C-Arts Magazine yang berfokus pada perkembangan seni kontemporer di Asia. Ia sekaligus bertindak selaku Chief Editor.

Sebagai kurator, Eddy Soetriyono telah mengkurasi sejumlah pameran, beberapa diantaranya ialah: Pameran Bersama “The Sizhuan Movement, New Paintings from China”, Museum Nasional Indonesia (2008), Pameran Tunggal “Palon” dari pematung Noor Ibrahim,Galeri Nasional Indonesia (2008), Pameran Tunggal seniman Heriawan Siauw, Langgeng Gallery, Jawa Tengah( 2007), Pameran Tunggal seniman Ma Yung Qiang, Museum Nasional Cina (Namoc), Zhong Guo Mei Su Guan, Beijing, Cina (2007), “Art Festival Surabaya”(2006), “Jakarta Biennale XII”, Galeri Nasional Indonesia, Museum
seni visual dan Keramik Jakarta, Taman Ismail Marzuki, (2006), “Bali Biennale I” (2006), Pameran Tunggal Made Wianta, Emmitan Gallery, Surabaya (2005), dll. Ia juga menulis dan menerbitkan sejumlah buku antara lain: Palon (2008), Affandi (2007), Indonesia Porcelain Figurines (2007), Lanskap China Indonesia dari Ma Yung Qiang (2007), Dari Bunga ke Panorama (2005), dll.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s