Workshop Teater BERSAMA SUTRADARA “THE LIGHT WITHIN A NIGHT”

Minggu, 19 Februari 2017, pukul 15.00 WITA

Serangkaian pentas teater The Light Within A Night atau Cahaya Memintas Malam di Bentara Budaya Bali, digelar pula workshop teater dengan narasumber Bob Pavlich dan Sahlan Mujtaba. Selain berbagi pengalaman perihal dasar-dasar seni peran (vokal, gestur hingga blocking, moving di atas panggung), diulas pula secara khusus mengenai kolaborasi teater antara dua negara ini, berikut proses kreatif produksi pertunjukan kali ini.

bob-pavlichBob Pavlich meraih gelar sarjana bidang Sains di Melbourne University, Australia tahun 1982. Ia mengajar teater dan menjadi tutor di Jurusan Drama dan Teater, La Trobe University tahun 1997. Sedari tahun 1996 hingga kini, ia merupakan Artistic Director di La Trobe University, Australia yang bertanggung jawab untuk mengembangkan program teater dan film serta menyutradarai berbagai pertunjukan. Beberapa lakon yang pernah digarap di antaranya: The Three Sisters, Medea, As You Like It, Macbeth, Twelfth Night, Much Ado About Nothing, Richard II, Richard III, The Ecstatic Bible oleh Howard Barker, Wake in Fright (adaptasi novel karya Kenneth Cook), Marat Sade oleh Peter Weis, Salome karya Oscar Wilde, Ursula karya Howard Barker, The Golden Age karya Lois Nowra dan sejumlah naskah terpilih karya mahasiswa di universitas tersebut.

Bob telah menekuni dunia teater sebagai aktor, penata artistik, dan sutradara sejak tahun 1986. Ia sempat bergabung dengan sejumlah kelompok teater yang berbasis di Melbourne, semisal: Whistling in The Theatre (1986-1993), Hungry Ghost Theatre Company (1992-1998), dan Fiasco Practise Theatre Company (2003-2004). Bob juga menerima penghargaan Green Room Award kategori Outstanding Direction, Fringe or Independent Theatre atas arahannya dalam pementasan bertajuk The Art ‘n Death Trilogy pada The Adelaide Fringe Festival dan Trades Hall, Carlton, Melbourne.

Beberapa pertunjukan yang ia sutradarai di antaranya: European Features karya Kris Hemmensley (1990), Private Republics karya James Quealy (1993), Catastrophe Practice (1) – Skylight karya Nicholas Mosley (2005), The Trial of Salome, adaptasi dari karya Oscar Wilde (2006), Have Dreamed of a Time karya Adam Cass (2002), Interviews with Famous People (2009) serta The Wild Party, adaptasi puisi karya Joseph Moncure March (2009).

img-20170117-wa0015Sahlan Mujtaba, lahir di Cianjur, Jawa Barat, 12 Agustus 1985. Lulusan S-1 jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan menyelesakan S-2 Departemen Ilmu Susastra, Kajian Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dunia teater digelutinya sejak tahun 2005 di Teater Lakon Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bersama Teater Lakon, telah meraih beberapa penghargaan teater di tingkat nasional, antara lain: sutradara terbaik dalam Festival Teater Mahasiswa Nasional ke-4 di Jakarta, Indonesia (2009). Meraih juara 3 Festival Drama Bahasa Sunda (2010). Meraih sutradara terbaik dalam Festival Monolog Mahasiswa Nasional ke-2 di Samarinda (2011). Meraih sutradara terbaik Festival Drama Bahasa Sunda (2013). Pada tahun 2010, berkolaborasi dengan seniman dari Jerman, Boris dalam produksi teater “Kiamat atawa Dunia Sebentar Lagi Akan Hancur”. Pada tahun 2013, berkolaborasi dengan Fredrik Brattberg, penulis drama dari Norwegia, dalam produksi teater “Kembali” (Tilbakekomstene). Pada tahun 2015, berkolaborasi dengan seniman teater dan musisi dari Australia, Sandra Fiona Long dan Mal Web, dalam produksi poetry performing arts Urat Jagat/Veins of the Universe.
Terlibat sebagai aktor dalam naskah, diantaranya: Kereta Kencana (Eugeune Ionesco), Tapas Birahi, Maunya Macam-macam (Moliere), Maaf Maaf Maaf (N.Riantiarno), Orang Kasar (Anton Chekov), Orkes Madun 2 atawa Umang-umang (Arifin C.Noer), Electronik City (Falk Richter), Unter Eis (Falk Richter), Ladang Perminus (Ramadhan KH), Sandekala (Godi Suwarna), Hamster Makan Bulan dan Sikat Sikut Sakit (Yusef Muldiyana), Urat Jagat/Veins of the Universe, dll. Karya-karya yang disutradarai, antara lain: 88,08 FM (Ridwan Saidi), Sadrah (Nunu Nazaruddin), Kiamat atawa Dunia Sebentar Lagi Akan Hancur (Jura Soyfer), Satru (Nunu Nazaruddin), Monolog Tukang Cuci (Mardi Luhung), dan Nagri Katumbiri (Nunu Nazaruddin), Monolog Trik (Putu Wijaya), Tembang Tanah Karuhun (Hadi AKS), Kembali/Tilbakekomstene (Fredrik Brattberg), Carita Pole Ri Ceddi Wanua/Dongeng dari Sebuah Teluk (Yopi Setia Umbara), BER(C)I(N)TA (Zulfa Nasrulloh), Kabar Buruk (Roby Aji) dan Konspirasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s