Pustaka Bentara GELIAT SASTRA & BUKU-BUKU INDIE

Rabu, 18 Januari 2016, pukul 19.00 WITA

pustaka-bentaraSebagaimana film ataupun musik indie, keberadaaan buku-buku indie menjadi fenomena tersendiri belakangan ini. Maraknya toko-toko online membuka peluang lahirnya penerbit indie yang tentu saja punya sistem tersendiri, baik dalam merekrut penulis maupun dalam menetapkan perjanjian kerjasama dibandingkan penerbit-penerbit umumnya atau yang sudah mapan. Kehadiran penerbit dan buku indie tersebut tentu saja memperkaya khazanah perbukuan di Indonesia.

Boleh dikata, para penerbit buku ini menjadikan website dan media sosial seperti facebook, twitter dan instagram sebagai sarana untuk menawarkan atau menjual produk mereka. Jaringan dunia maya yang lintas batas ini di satu sisi berdampak positif, dapat mempertemukan antara penerbit dan penulis dari manapun juga dari pelosok tanah air, sekaligus memungkinkan mereka untuk bekerjasama menerbitkan buku. Namun di sisi lain, kemudahan sistem penerbitan ini mengundang sejumlah pertanyaan perihal bagaimana kualitas karya dari buku-buku terbitan indie ? Seberapa profesionalkah editor bekerja menghadirkan bacaan yang berkualitas, serta menyangkut originalitas karya dari pengarang bersangkutan, mengingat teknologi informasi kita memudahkan orang melakukan copy paste dari tulisan-tulisan mana saja di internet.

pustaka-bentara_terbitan-pustaka-ekspresiPustaka Bentara kali ini akan bertimbang pandang menyangkut penerbitan dan buku indie. Selain mencoba merunut dan menginformasikan kepada khalayak perihal dinamika penerbitan indie di Indonesia, juga akan dibincangkan dampak positif berikut problematinya dari keberadaan penerbit indie dengan segala sistemnya dalam upaya pengembangan dunia literasi di tanah air. Juga akan dibahas perihal posisi strategis editor serta maraknya plagiasi belakangan ini, yang sempat mengemuka pula di dunia akademis. Sebagai narasumber adalah praktisi penerbitan indie di Bali yakni I Made Sugianto dan Dr. I Ketut Sumadi, M.Par. Selain aktif dalam dunia penebitan buku-buku indie maupun jurnal akademis, keduanya juga merupakan penulis, esais dan wartawan.

made-sugiantoMade Sugianto lahir di Marga, Tabanan-Bali, wartawan Harian Nusa Bali dan telah dua kali menerima hadiah sastra Rancage untuk pencapaian dan dedikasinya terhadap sastra berbahasa Bali. Ia banyak menerbitkan buku indie, khususnya yang berbahasa Bali melalui penerbitan yang didirikannya pada tahun 2007 yakni Pustaka Ekspresi. Tahun 2009 Pustaka Ekspresi menerbitkan buku pertamanya berjudul “Jangkrik Maénci”, memuat kumpulan cerpen karya IGP Bawa Samar Gantang. Hingga kini, kehadiran Pustaka Ekspresi telah turut mendorong lebih banyak terbitan buku-buku berbahasa Bali, baik berupa kumpulan puisi, cerpen, maupun novel, serta melahirkan penerus sastra Bali modern. Made Sugianto juga menerbitkan novelnya dalam bahasa Bali yakni Sentana dan Ki Baru Gajah. Buku kumpulan cerpen berbahasa Bali yang telah diterbitkan berjudul “Bunga Valentine” dan “Sundel Tanah”, serta kumpulan puisi berbahasa Bali “Meong Garong”. Ia diundang dalam berbagai pertemuan sastra seperti Mitra Praja Utama dan Ubud Writers and Readers Festival.

dr-i-ketut-sumadiDr. Ketut Sumadi, M.Par, sedini remaja senang menulis puisi, cerpen, esai sastra di Mingguan “Bali Post”. Aktif menerbitkan berbagai jurnal dan buku melalui penerbitan Sari Kahyangan Indonesia. Ia merupakan Ketua Redaksi Pangkaja, Jurnal Ilmiah Pascasarjana IHDN Denpasar, Ketua Redaksi Vidya Duta, jurnal Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar, dan Ketua Redaksi Hitangkarah, jurnal terbitan Yayasan Sari Kahyangan bekerjasama dengan Komunitas Pengkajian Agama, Budaya, dan Pariwisata. Sejak tahun 1980 dan sampai kini tetap menjadi wartawan, kontributor Bali Travel Newspaper. Tahun 2003 ia menyelesaikan pendidikan Magister (S2) Bidang Kajian Pariwisata Budaya di Universitas Udayana Denpasar. Tahun 2010 meraih gelar doktor dalam Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana. Ia sekaligus terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana Periode 2004 – 2008. Beberapa bukunya yang sudah terbit, “Menimba Mata Air Keabadian Pahlawan Bangsa”, “Tuhan Di Sarang Narkoba, Weda Di Ruang Tamu”, “Bali Island Of God”, “Desa Adat Kuta dan Pariwisata Budaya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s