Akademika Bentara “LOKAKARYA JURNALISTIK MAHASISWA”

Sabtu – Minggu, 17 – 18 Desember 2016, pukul 09.00 – 16.00 WITA

akademika-bentaraAkademika Bentara kali ini menghadirkan program Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa, kerjasama Tim Jurnalistik Maestro Fakultas Teknik Universitas Udayana dengan Bentara Budaya Bali. Pada program ini, peserta akan memperoleh pelatihan dalam bidang Fotografi Jurnalistik dan Artistik, Video Citizen Journalism, Wawancara dan Penulisan Berita serta Layoting Majalah dan Berita.

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa 2016 ini merujuk pada tema “Jurnalis Muda Berkarya”. Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih mahasiswa untuk menekuni bidang jurnalistik, sekaligus mendorong mereka kelak menjadi seorang jurnalis muda yang berkualitas dan idealis, serta berani menunjukkan karyanya ke masyarakat.

Lokakarya akan berlangsung selama dua hari, terbagi dalam sekian sesi  berupa pembekalan materi atau teori, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik menulis artikel atau berita on the spot dan wawancara langsung. Bertindak sebagai narasumber antara lain : Luh De Suryani (Penulisan Berita), Anggara Mahendra (Fotografi), Agung WS (Layouting) dan Nyonyo Esha (Video Citizen Journalism).

Lokakarya ini sejalan dengan program Akademika Bentara, sebuah upaya untuk melakukan transfer of knowledge atau perluasan kesadaran akan pengetahuan, terutama bagi generasi muda. Sedini awal keberadaannya, Bentara Budaya Bali secara khusus bekerjasama dengan berbagai kalangan civitas akademika, menggelar aneka kegiatan berupa pameran seni, pertunjukan teater, tari, musik, pemutaran film, workshop, diskusi, dan juga kolaborasi lintas bidang lainnya. Kerjasama tersebut antara lain dengan : Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Jurusan Film dan TV ISI Denpasar, Jurusan Fotografi ISI Denpasar, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Persma Linimassa Universitas Udayana, Persma Akademika Universitas Udayana, Udayana Science Club, BEM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, BEM PM Universitas Udayana, STMIK STIKOM Bali, Alfa Prima, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Papua Centre FISIP Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, dll.

Selain program Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa yang bekerjasama dengan Tim Jurnalistik Maestro ini, Bentara Budaya Bali juga telah menyelenggarakan serangkaian lokakarya dalam bidang jurnalistik, fotografi, penulisan esai dan produksi film pendek, digelar secara berkala dan berkelanjutan sedari bulan Mei 2016, yang  terangkum dalam Kelas Kreatif Bentara.

Kelas Kreatif Bentara
SEPUTAR BUKU DAN EDITOR
Bersama Fransiskus Wendoko
Minggu, 18 Desember 2016 pukul 14.00 – 16.00 WITA

Melanjutkan program Kelas Kreatif Bentara yang telah dimulai sedari bulan Mei 2016 lalu, kali ini akan diulas perihal upaya penerjemahan dan penyuntingan buku. Secara harfiah, menerjemahkan berarti mengalihbahasakan, dalam konteks ini ialah mengalihbahasakan istilah atau kalimat dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Apakah menerjemahkan sama dengan menyadur atau menulis kembali (rewriting) ? Bagaimanakah upaya menerjemahkan suatu tulisan, khususnya fiksi, tanpa kehilangan makna dari sumber aslinya? Bagaimana pula seorang penerjemah mampu mengalihbahasakan dan menyusun kalimat dengan lancar dan tidak hambar, supaya tidak terasa sebagai terjemahan ? Lantas seperti apa kriteria penyuntingan yang baik, khususnya ketika seorang editor dihadapkan pada karya-karya terjemahan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas oleh narasumber Fransiskus Wendoko, penerjemah dan sekaligus juga editor buku. Program ini merupakan bagian dari Lokakarya Jurnalistik Mahasiswa yang digelar pada 17 – 18 Desember 2016, kerjasama Tim Jurnalistik Maestro Fakultas Teknik Universitas Udayana dengan Bentara Budaya Bali.

Kelas Kreatif Bentara dirancang berupa lokakarya atau pembekalan yang berkelanjutan, meliputi; pengenalan mendasar terkait jurnalistik, fotografi, film, penulisan kreatif dan kuratorial. Ini juga adalah sebuah upaya transfer of knowledge atau perluasan kesadaran akan pengetahuan. Diadakan secara berkala dengan tujuan mendorong lahirnya para kreator-kreator muda yang lintas bidang serta siap berkolaborasi untuk melahirkan buah cipta yang cemerlang.

Unduh makalah narasumber di sini :

Penerjemahan & Penyuntingan oleh Fransiskus Wendoko

PROFIL NARASUMBER :

luh-deLuh De Suriyani adalah jurnalis dan juga co-founder media online yang berbasis citizen journalism, Balebengong.net. Ia juga pernah menjadi kontributor sejumlah media seperti Mongabay.co.id, Kulkul, Media Indonesia, Detik.com, dll. Co-founder dan aktif di Sloka Institute, sebuah organisasi sosial yang berbasis di Bali. Ia adalah co-writer sejumlah buku seperti Prospek Pluralisme Agama di Indonesia (2009), Wisata Jajan Bali (Intisari, 2009), Where to Go Bali (Intisari, 2010), Lentera, Lembaran tentang Realita AIDS, Sloka Institute (2007), “Buka Mata tentang Narkoba” (2006), dll.

anggaraAnggara Mahendra, fotografer di The Beat Magazine (2010-2011), Bali Buzz/The Jakarta Post (hingga 2016) dan kontributor foto di sejumlah media nasional maupun luar negeri. Ia aktif dalam berbagai pelatihan dan workshop fotografi, seperti Photo Forum – Visual Literacy Workshop bersama Ahmad ‘deNy’ Salman (2016), Foundry Photojournalism Workshop, oleh James Whitlow Delano, Kael Alford dan Thorne Anderson (2015), Permata Photojournalist Grant 2014 dll. Ia juga aktif berpameran fotografi di antaranya “Air Dalam Simbol”, Denpasar Film Festival (2015), “Indonesian Heritage”, Permata Photojournalist Grant 2014 di Erasmus Huis, Jakarta (2014), “Celebration of Prophet Muhammad” Freedom Week, Jakarta (2014), “Bali Bomb Survivor”, Screen Below the Wind Festival (2012), dll.

agung-wsAgung W.S., menamatkan pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual FSRD ISI Denpasar. Kini sebagai dosen DKV di Sekolah Tinggi Desain Bali (STD Bali). Ia juga pernah aktif di Matamera Design & Communication serta sebagai koordinator divisi Usaha dan Penerbitan Sloka Institut.

 

 

nyonyo-eshaNyonyo Esha, filmaker alumnus Jurusan Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia merupakan Direktur Indonesia Movie Production (1993– 2016) dan sutradara film Kelompok Lakon (CV. Laras Komunika).

 

 

 

 

pustaka_wendokoWendoko adalah penyair, cerpenis, editor dan penerjemah. Meraih SIH Award (2002) dari Jurnal Puisi. Dua buku puisinya, Sajak-Sajak Menjelang Tidur (2008) serta Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa (2009), masuk dalam shortlist Khatulistiwa Literary Award 2008 dan 2009. Sejumlah puisinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan terbit dengan judul Selected Poems (2010). Buku puisinya yang lain Oratorio (Edisi Kedua, 2011), Jazz! (2012) dan Catatan Si Pemabuk (2014).

 

Rekanan :

akademika_logo-maestro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s