Sinema Bentara #KhususMisbar ROMAN POLANSKI & KISAH TERSEMBUNYI

Jumat – Sabtu, 18 – 19 November 2016, pukul 17.00 WITA

Sinema Bentara kali ini mengangkat kisah-kisah yang ‘tersembunyi’ dengan mengedepankan persoalan-persoalan psikologis para tokohnya. Seringkali masyarakat terkelabui oleh figur-figur tersohor atau tertentu yang pandai menyembunyikan watak, berikut sifat-sifat aslinya; kejam, berkepribadian ganda, bipolar, split personalitiy, serta dirundung obsesi tertentu yang ganjil dan tak wajar serta cenderung psikopat.

Melalui karya Roman Polanski, Giuseppe Tornatore, Dietrich Brüggemann, serta sutradara tersohor lainnya, termasuk Joko Anwar dari Indonesia, pemirsa akan diajak meresapi sebuah konflik yang penuh intrik dan kekerasan, namun bukan semata film thriller. Para sutradara mumpuni ini menghadirkan sejumlah adegan yang menawan serta keelokan artistik yang memikat, seraya membangun jalinan cerita yang menegangkan sekaligus penuh dengan sentuhan kemanusiaan. Penonton seakan dajak bertemu dengan pengalaman kesehariannya, penuh kerumitan dan tak sepenuhnya dapat dipahami oleh nalar umum; sebentuk absurditas yang membayangi pertanyaan akan hakikat kehidupan.

Program Sinema Bentara ini merupakan didukung oleh Alliance Francaise Bali, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Sinematek Indonesia dan Goethe Institut. Film-film yang diputar antara lain : The Tenant (Prancis, 1976, Roman Polanski), The Unknown Woman (Italia, 2006, Giuseppe Tornatore) , Modus Anomali (Indonesia, 2012, Joko Anwar), Kreuzweg -Stations of the Cross(German, 2014, Dietrich Brüggemann).

Lewat film The Tenant (1976), Roman Polansky menghadirkan nuansa psikologis mencekam sekaligus absurd tentang seorang penyewa apartemen bernama Trelkovsky. Ia mendapati sang penghuni apartemen yang kini ditinggalinya mencoba bunuh diri dengan melemparkan diri ke luar jendela. Film ini berangkat dari sebuah novel berjudul Le locataire chimérique karya Roland Topor.

Sementara sutradara Jerman, Dietrich Brüggemann, mengetengahkan problematik psikologis yang dihadapi Maria, gadis berusia 14 tahun yang tumbuh terkungkung dalam keluarga yang menganut nilai-nilai Katolik yang ketat, bahkan cenderung mengarah para fanatisme. Mereka meyakini bahwa hidupnya hanya untuk melayani Tuhan, dan itu merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai surga.

Dalam The Unknown Woman (Italia, 2006, Giuseppe Tornatore), Irena nampak seperti perempuan imigran lainnya yang mencoba mencari penghidupan dengan bekerja sebagai pembersih di sebuah apartemen elite di Italia Utara. Belakangan, melalui adegan-adegan serta peristiwa kilas balik, barulah terungkap traumatis mendalam yang dialami Irena yang memiliki masa lalu sebagai seorang pelacur dan mengalami aneka kekerasan fisik dan pelecehan seksual.

Sutradara Joko Anwar (Indonesia) melalui film Modus Anomali juga tak kalah menghadirkan ketegangan psikologis dan kejutan tak terduga. Berkisah tentang seorang laki-laki yang sedang berlibur dengan istri dan kedua anak mereka di sebuah kabin di hutan dikejutkan dengan kedatangan seorang tamu yang tak mereka undang. Seorang psikopat menyandera istri dan mengancam akan membunuh anak-anaknya.

Sinema Bentara kali ini juga bekerjasama dengan ARMA, memutar sejumlah film terpilih bulan ini di Museum ARMA, Ubud. Selain itu, acara juga akan dimaknai diskusi bersama dr. Nyoman Sutarsa MPH.

sutarsadr. I Nyoman Sutarsa, MPH adalah dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menamatkan pendidikan sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun 2008 dan menyelesaikan pendidikan Master of Public Health dari La Trobe University, Australia tahun 2014. Tulisan-tulisannya telah dipresentasikan di forum-forum internasional seperti Australasian HIV and AIDS Conference (Melbourne and Darwin) , The Indonesian Post Graduate Forum (Melbourne), The Asia Pasific IUSTI Conference (Bangkok), International Conference on Global Health (Indonesia), dan lain sebagainya. Beberapa tulisannya juga telah dibukukan serta dimuat pula dalam berbagai jurnal ilmiah. Tahun 2014, Sutarsa mendapatkan The Australian Leadership Awards Round 8 serta mendapatkan Ary Suta Centre Award untuk bidang penulisan tahun 2009, 2010, dan 2013. Saat ini Sutarsa sedang menempuh pendidikan S3 di Autralian National University, Australia menggunakan The Indonesian Presidential Scholarship.

Sinopsis :

THE TENANT
(Fiksi, Prancis, 1976, Durasi : 125 menit , Sutradara : Roman Polanski)
Didukung oleh Alliance Française Bali

the-tenantDi Paris, Trelkovsky, seorang birokrat, menyewa sebuah apartemen tua tanpa kamar mandi di mana penyewa sebelumnya, Egyptologist Simone Choule, bunuh diri. Setelah kematian Simone, Trelkovsky merasa terobsesi kepada seseorang bernama Stella dan percaya bahwa sang pemilik tanah dan tetangganya sedang merencanakan skema untuk memaksa dia untuk juga melakukan bunuh diri. Film ini dinominasikan pada Cannes Film Festival 1976 dan Cesar Awards. Perancis 1977.

Roman Raymond Polański merupakan seorang sutradara, produser, penulis naskah film kelahiran Paris, Perancis, 18 Agustus 1933. Ia telah memenangkan Academy Award. Beberapa film kenamaaan garapannya seperti Rosemary’s Baby (1968), Chinatown (1974), Frantic (1988) dan The Pianist (2002) . Ia juga telah masuk lebih dari lima nominasi Oscar, bersamaan dengan dua BAFTA, empat César, dan sebuah Golden Globe Award serta Palme d’Or pada Cannes Film Festival di Prancis. Pada tahun 1968 ia pindah ke Amerika Serikat dan melanjutkan karirnya dengan menggarap film horror Rosemary’s Baby(1968), yang telah memenangkan Best Supporting Actress Award. Selain sebagai sutradara ia juga merupakan seorang aktor yang telah terlibat dalam berbagai judul film diantaranya, Trzy opowieści, Zaczarowany rower, Pokolenie, Nikodem Dyzma.

THE UNKNOWN WOMAN
(Fiksi, Italia, 2006, Durasi : 118 menit, Sutradara : Giuseppe Tornatore)
Didukung oleh : Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar

the-unknow-womanSeorang wanita Ukraina bernama Irena, bekerja sebagai pembantu di sebuah keluarga kaya raya. Ia dipercaya dan menjadi pengasuh yang dicintai anak-anak. Irena mempertaruhkan segalanya dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran tentang keluarga itu. Seperti puzzle yang rumit, The Unknown Woman mengungkapkan sepotong demi sepotong teka-teki masa lalu Irena. Film ini memenangkan penghargaan Best Director dalam Moscow Film Festival dan Audience Awards pada Moscow Film Festival, European Film Award serta Norwegian Film Festival.

Giuseppe Tornatore merupakan seorang sutradara dan penulis latar Italia, kelahiran 27 Mei 1956. Lahir di Bagheria dekat Palermo, Tornatore mengembangkan pemahamannya dalam bidang akting dan teater dari usia 16 tahun. Pada 2007, ia memenangkan Silver George untuk Sutradara Terbaik di Festival Film Internasional Moskwa ke-29 untuk The Unknown Woman. Beberapa film kenamaan garapannya diantaranya The Professor (1986), Cinema Paradiso (1988), Everybody’s Fine (1990), Especially on Sunday (1991), 1995: The Star Maker (1995), Lo schermo a tre punte (1995), Ritratti d’autore: seconda serie (1996) dan The Legend of 1900 (1998)

KREUZWEG / STATIONS OF THE CROSS
(Fiksi, Jerman, 2014 , Durasi : 110 menit, Sutradara : Dietrich Brüggemann)
Didukung oleh : Goethe Institut Indonesia

kreutwegMaria menjalani hidup yang tampaknya normal sebagaimana anak muda lainnya. Tapi di balik itu, Maria adalah anggota dari Persaudaraan Pius XII, yang merupakan interpretasi Katolik yang sangat tradisional. Ibu Maria memaksa putrinya dengan dalih iman yang kaku dan sulit, sedangkan ayah terbiasa membiarkan Maria untuk berlaku lebih bebas. Konflik terbangun di antara keinginan Maria untuk membahagiakan keluarganya, namun di sisi lain ia jatuh cinta pada teman sekelasnya dan tidak yakin bagaimana mendamaikan perasaannya itu sebagaimana keyakinannya dengan prinsip kasih murni Allah.

Selain itu, Maria juga dihadapkan dengan adiknya yang menderita gangguan perkembangan yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Untuk membebaskan saudaranya dari penderitaannya, Maria berpikir untuk berkorban bagi kesehatan saudaranya tersebut. Film ini telah meraih Special Jury dalam Abu Dhabi Film Festival tahun 2014, Best Script dalam Berlin International Film Festival tahun 2014, Best Ecumenical Film dalam Norwegian International Film Festival tahun 2014.

Dietrich Bruggemann merupakan seorang sutradara dan aktor Jerman yang lahir pada 23 Februari 1976 di Munich, Bavaria Jerman. Ia telah meraih banyak penghargaan film internasional yang mana telah meraih 11 kemenangan dan masuk dalam 16 nominasi di berbagai festival film internasional antara lain: Penghargaan sebagai Special Jury dalam Abu Dhabi Film Festival tahun 2014 dalam film Kreuzweg, Penghargaan sebagai Best Script dalam Berlin International Film Festival tahun 2014 dalam film Kreuzweg, Penghargaan sebagai Best Ecumenical Film dalam Norwegian International Film Festival tahun 2014 dalam film Kreuzweg, Penghargaan sebagai Best Student Critics Jury dalam Edinburgh International Film, Festival tahun 2014 dalam film Kreuzweg, Penghargaan sebagai Best Screenplay dalam German Film Critics Association Awards tahun 2015 dalam film Heil Adapun film-film yang telah disutradarai oleh Dietrich Bruggemann sendiri antara lain berjudul Renn Wenn Du Kannst/Run if You Can (2010), Kuche/Move (2012), Kreuzweg/Stations of the Cross (2014) dan Heil (2015)

MODUS ANOMALI
(Fiksi, Indonesia , 2012, Durasi : 86 menit, Sutradara : Joko Anwar)
Didukung oleh : Sinematek Indonesia

modus-anomaliJohn Evans (Rio Dewanto) mendadak tersadar di sebuah hutan sendirian. Diliputi rasa kebingungan dan ketakutan, ia kemudian mencari penjelasan tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Sebuah file di handycam yang ditemukannya menceritakan sebuah keluarga sedang berlibur di hutan tersebut dan John Evans adalah bagian dari keluarga itu. Di sebuah pondok, ia menemukan istrinya telah dibunuh oleh seseorang, namun anak-anaknya masih belum jelas keberadaannya. Ia lantas menyadari bahwa ada seorang pembunuh yang tengah mengincar keluarganya. Film ini meraih Bucheon Award dari Network of Asian Fantastic Film.

Joko Anwar merupakan seorang sutradara, penulis skenario, dan produser dari Indonesia kelahiran Medan, Sumatera Utara, 3 Januari 1976. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia telah menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. Joko kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung untuk belajar Aerospace Engineering Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia kemudian menjadi wartawan di The Jakarta Post sebelum kemudian menjadi seorang kritikus film. Joko menyutradarai film pertamanya, sebuah komedi romantis berjudul Janji Joni (Joni’s Promise) (2005), dan memenangkan “Best Movie” di MTV Indonesia Movie Awards tahun 2005. SET Foundation yang diketuai oleh pembuat film Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk “cara bercerita yang inovatif’ dalam film itu. Janji Joni juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival. Selama karirnya ia telah menggarap beberapa film seperti Kala (2007) , Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), A Copy of My Mind (2015), Impetigore (2015).

 

Jadwal Pemutaran :

Jumat, 18 November 2016 

18.00 The Tenant

20.00 The Unknown Woman

Sabtu, 19 November 2016 

18.00 Modus Anomali

20.00 Kreuzweg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s