Pustaka Bentara: TIMBANG PANDANG NOVEL SETELAH 17 TAHUN KARYA NOORCA MASSARDI

Sabtu, 22 Oktober 2016 pukul 19.00 WITA


Pustaka Bentara kali ini akan membincangkan novel bertajuk “Setelah 17 Tahun” (Gramedia Pustaka Utama, 2016). Novel ketujuh karya sastrawan Noorca M. Massardi ini berangkat dari kisah nyata kedua tokoh utamanya, yakni ihwal kepedihan dan derita seorang perempuan yang mengalami kekerasan verbal berkelanjutan. Dilakukan oleh keluarga intinya, sejak kecil hingga dewasa, dan kemudian oleh suaminya sendiri selama 17 tahun.

cover-setelah-17-tahun

Survei yang dilakukan Univeristas Iowa, Amerika Serikat, di tujuh belas negara menyimpulkan, kekerasan fisik maupun emosional yang dilakukan pasangan atau mantan pasangan terhadap perempuan hamil, dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, atau lahir dengan berat badan tidak ideal. Dan, itulah yang dialami Putri Maulida, tokoh utama novel ini. Dalam rentang waktu sepuluh tahun, ketiga anaknya semua lahir prematur.

Novel “Setelah 17 Tahun” ini, sebagaimana empat novel Noorca lainnya (Sekuntum Duri, Mereka Berdua, September dan d.I.a cinta dan Presiden), sebelum diterbitkan sebagai buku, terlebih dulu dimuat sebagai cerita bersambung di beberapa surat kabar harian di Jakarta. Dan, bagi Penerbit GPU, ini adalah novel ketiga Noorca yang diterbitkan GPU setelah Sekuntum Duri (1979) dan Mereka Berdua (1982), yang sebelumnya dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas.

Sebagai narasumber atau pembahas adalah Komang Rahayu Indrawati, S.Psi., M.Si., ahli psikologi yang aktif juga dalam penanganan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terutama yang menimpa ibu dan anak.

pustaka-bentara_noorca-1Noorca Marendra Massardi, lahir di Subang, Jawa Barat, 28 Februari 1954. Lulusan Ecole Superieur de Journalisme (ESJ) Paris, Prancis (1978) ini telah menerbitkan novel antara lain: Sekuntum Duri (1978), Mereka Berdua (1982), September (2006), d.I.a. cinta dan Presiden (2008) — semuanya pernah dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas, Media Indonesia, dan Seputar Indonesia — dan Straw (2015), serta 180 (2106) — yang terakhir ini ditulis berdua dengan Mohammed Cevy Abdullah. Pernah menjadi pemimpin redaksi sejumlah majalah, antara lain Majalah Berita Bergambar Jakarta-Jakarta, Vista FMTV, Majalah Berita Forum Keadilan, Hongshui, AND, i-Life-and-Style, Kultur, dan wakil pemimpin umum tabloid Prioritas, sebelumnya Noorca adalah koresponden Tempo di Paris, dan pewarta di harian Kompas. Menerima penghargaan Pemenang Pertama Lomba Penulisan Lakon Cerita Anak Dirkes Depdikbud (1978), Pemenang Kedua Lomba Penulisan Lakon DKJ (1976), General Award in the Arts, dari The Society for American – Indonesian Friendship, Inc. (1975), Pemenang Pertama Lomba Penulisan Lakon Pemerintah Daerah Jawa Barat (1974), dll.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s