Komponis Kini #5 A Tribute to Lotring BERSAMA WAYAN SUDIARSA & PRIYA KUMARA JANARDHANA

Senin, 24 Oktober 2016 pukul 19.00 WITA

Komponis kini 4Komponis Kini digagas sebagai upaya melakukan re-formasi, memberi format dan pemaknaan baru (re-interpretasi) terhadap gending-gending yang tergolong klasik atau yang sudah ada, sekaligus melakukan penciptaan (re-kreatif) yang (sama sekali) baru, buah respon perenungan yang panjang atas perjalanan ragam seni ini. Maka yang dikedepankan bukan semata sebuah upaya konservasi, namun juga eksplorasi yang lebih mendalam terhadap ragam komposisi musikal ini; sebuah penciptaan baru melampaui kebakuan serta tetap merefleksikan makna filosofis tertentu.

Komponis Kini #5 menampilkan dua komposer muda terpilih yakni I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn (Gianyar) dan Yan Priya Kumara Janardhana, S.Sn (Tabanan). Selain mempresentasikan karya musik terkini terkininya, dua komposer juga akan berbagi pandangan dan berdialog sebagai sebentuk pertanggungjawaban penciptaan.

Lotring1Secara khusus, program yang dirancang berkala ini mengetengahkan tajuk “A Tribute To Lotring” sebagai sebentuk penghargaan dan penghormatan kepada maestro gamelan Bali I Wayan Lotring. Lotring adalah sebuah fenomena, seorang seniman pelopor yang memberi sentuhan personal pada keberadaan seni gamelan Bali. Lotring dikenal sebagai sosok yang pertama kali mendeklarasikan diri sebagai ‘komposer’, sesuatu yang terbilang asing bagi seniman gamelan di Bali masa itu. Musik bagi warga asal Banjar Tegal – Kuta kelahiran 1887 ini, bukan semata sebuah persembahan untuk memaknai upacara atau ritua-ritual tertentu, melainkan juga sebuah proses penciptaan dan penemuan diri yang menandai hadirnya kemodernan pada masa itu.

Semangat pencarian dan penemuan diri Lotring itulah yang diharapkan menjadi spirit program ‘Komponis Kini’ di Bentara Budaya Bali, sekaligus sebuah ajang bagi komponis-komponis new gamelan untuk mengekspresikan capaian-capaian terkininya yang mencerminkan kesungguhan pencarian kreatifnya. Seagai kurator adalah I Wayan Sudirana, Wayan Gde Yudane dan Dewa Alit.

komponis_sudiarsaI Wayan Sudiarsa, S.Sn, M.Sn, lahir di Gianyar, 02 Juli 1985. Ia telah menghasilkan sejumlah garapan, antara lain beberapa musik tari untuk Tugas Akhir mahasiswa jurusan Tari ISI Denpasar (sedari tahun 2005), musik tari untuk mewakili ISI Denpasar dalam “Pekan Seni Mahasiswa Nasional” (Peksiminas) Jambi (2008), musik Tari Satyaning Drupadi untuk mewakili UNHI Denpasar dalam Temu Karya Ilmiah 2013 di Palangkaraya. Kepiawian mengolah komposisi gamelan mengantarnya meraih penghargaan seperti Penata Musik Tari Unggulan dalam Festival Nasional Seni Pertunjukan (Menparekraf) Jakarta 2013, Penata musik Terbaik dalam Parade Tari Nusantara (Taman Mini Indonesia Indah) 2014 s/d 2016 dan Penata musik Terbaik dalam Festival Nasional Seni Pertunjukan Jakarta 2014. Karya-karya komposisinya yakni:Tubuhku dan Kendiku (2008), Menanti Senyum Sang Ibu (2009), Cinta Tanah Air (2011), Bunyi Bungi (2012), Banyuling (2013).

komponis_priya-janardhanaYan Priya Kumara Janardhana, S.Sn, lahir di Tabanan, 28 September 1992. Ia merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Sedari tahun 2007 telah aktif terlibat dalam berbagai pertunjukan gamelan, seperti pada Pesta Kesenian Bali dan Jazz Goes to Campuss, kerjasama Universitas Indonesia dengan Institut Seni Indonesia Denpasar. Ia juga menciptakan sejumlah komposisi, semisal : “Simpang Siur” dan “Kembung” yang dipentaskan dalam Pekan Komponis Indonesia (2013) di Taman Ismail Marzuki, Disfonia (2013), “Not as short as you think” (2016), dll. Ia kerap bekerjasama dengan sejumlah kelompok dan seniman dalam menggarap musik untuk pertunjukan atau teater, antara lain: berkolaborasi dengan IMUTA (Indonesia Music Talent) Orchestra dalam acara Christmas Charity Concert di Jakarta, grup tari Kontemporer “Tindak Alit” untuk koreografi berjudul “Manusia Jatuh Tempo”, “Selaka Tanpa Guna” dan “Sita Disita”, Cak Modern bekerjasama dengan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan. Selain mengkomposisi musik gamelan, ia juga pernah menciptakan komposisi untuk musikalisasi puisi. Meraih Juara I Lomba Seni Pertunjukan Kontemporer di Universitas Udayana (2014).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s