Obituari TEDJA SUMINAR

Pameran, Pemutaran Dokumenter, Dialog & Pertunjukan
Kamis, 22 September 2016, pukul 18.30 WITA
Pameran Foto & Sketsa Tedja Suminar :
22 – 25 September 2016, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Obituari (5)Tedja Suminar adalah pelukis lintas zaman. Karya-karya sket dan potret dirinya terbukti telah melampaui kemolekan rupa untuk sampai pada keindahan yang tidak lagi kasat mata. Kepiawaiannya menggores garis atau meluluhkan keindahan dalam sebentuk komposisi merangkum pula berbagai peristiwa pertemuan dan persahabatan, baik dengan orang biasa atau tokoh-tokoh seniman serta budayawan.

Pelukis ini berpulang di Surabaya pada tanggal 24 Juni 2016 dalam usia 80 tahun. Sketsa-sketsanya yang cermerlang, perihal tempat dan peristiwa di berbagai kota di tanah air ataupun di luar negeri, termasuk seri Bali, memperlihatkan pengembaraannya yang panjang. Secara khusus ia juga memiliki persahabatan yang erat dengan Cak Rina. Tedja berkali-kali melakukan semacam studi bentuk, menangkap momen langsung pertunjukan Cak Rina dalam berbagai situasi dan tempat yang berbeda-beda. Seolah keliaran gerak tangan dan perubahan komposisi tak terduga dari pementasan tari ini adalah tahapan mematangkan kelebat garisnya yang diupayakan tetap spontan namun merefleksikan suatu kedalaman pengalaman hidup serta kreativitasnya.

DSC03938 nObituari kali ini didedikasikan bagi seniman yang dulu juga pernah mengelar pameran tunggal ‘Melodi Garis Tedja’ di Bentara Budaya Bali pada bulan Januari 2012. Selain menghadirkan testimoni dan dialog perihal sumbangsihnya pada dunia seni rupa Indonesia, Obituari ini juga dimaknai pameran karya-karya sketsa dan foto perjalanan terakhir Tedja. Tampil pula pertunjukan Cak Rina dan pemutaran kompilasi dokumenter pendek perjalanan, renungan hidup dan semangat berkesenian Tedja Suminar.

Tedja Suminar lahir di Ngawi, 16 April 1936, lama bermukim di Bali. Ia mengawali karir seni lukisnya dengan belajar di Akademi Kesenian Surakarta (1959) dan sempat bertugas di Penerangan Angkatan Laut Surabaya untuk membuat dokumentasi sketsa kehidupan AL keliling Indonesia (1960). Secara khusus ia juga belajar seni lukis pada maestro Abas Alibasyah. Tahun 1990 ia berkeliling ke museum-museum di Eropa. Beberapa kali berpameran tunggal maupun bersama di dalam negeri maupun mancanegara. Ia menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur tahun 1980 dan dari Walikota Surabaya tahun 1989. Tahun 2011, bersama seniman Surabaya lainnya, yakni Leo Kristi dan komponis Abdul Syukur, menerima Jasa Pengabdian Seni dari Walikota Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s