Dialog Sastra #52 MERAYAKAN INDONESIA MELALUI PUISI

Senin, 5 September 2016, pukul 18.30 WITA

dialog sastra_14-JALAN PUISI-page-001Dialog sastra kali ini akan membincangkan perihal puisi, terkait sejarah dan perkembangannya hingga kini. Merujuk buku “Jalan Puisi”, terbitan Kompas (2016), Maman S. Mahayana, selaku penulisnya mencoba menegaskan kembali peran puisi yang tak terpisahkan dari riwayat dan keberadaan bangsa Indonesia.

Dalam momen dan peristiwa apa pun, puisi kerap ambil bagian melakukan penyadaran, bahkan juga perlawanan. Ia menjelma mantra perjuangan yang menerakan jejak heroisme. Boleh dikata, teks lagu Indonesia Raya dan teks Sumpah Pemuda tidak lain adalah puisi yang ‘melahirkan’ Indonesia yang dibayangkan. Itulah spirit yang membentuk bangsa ini yang dikatakan Ben Anderson (1986) sebagai komunitas bayangan (imagined community).

dialog sastra_14-Bali-1Akan ditelaah pula puisi sebagai sarana menanamkan nilai-nilai, termasuk mewartakan kekayaan multikultur dan heterogenitas negeri ini, seraya merayakan keindonesiaan yang beragam. Tampil juga sebagai narasumber Étienne Naveau yang belum lama ini menerbitkan buku puisi berjudul Florilège: Plus de 120 Sonnets Indonesien de Muhammad Yamin a Sapardi Djoko Damono, merangkum puisi-puisi penyair Indonesia hasil terjemahannya ke Bahasa Prancis selama ini.

Dua narasumber ini juga akan berbagi pandangan perihal puisi di masa lalu (syair) yang terbukti merepresentasikan serta mengartikulasikan intelektualitas pujangga nusantara lebih dari lima abad, sebuah bangunan peradaban yang merupakan warisan intelektual bangsa ini.

dialog sastra_maman s mahayana Maman S. Mahayana lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) 1986, dan sejak itu ia mengajar di almamaternya. Tahun 1997 selesai Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Kini tinggal di Seoul dan menjadi pengajar di Department of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul. Telah menulis puluhan buku, antara lain Bermain dengan Cerpen (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006), Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia (Jakarta: Grafindo, 2007), Bahasa Indonesia Kreatif, Jakarta: Wedatama Widya Sastra, Kitab Kritik Sastra (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2015), Akar Melayu: Ideologi dalam Sastra (Edisi Revisi), Jakarta: Bukupop, 2010, serta editor sejumlah buku penting. Ia juga aktif sebagai penerjemah, semisal bersama Prof Koh Young Hun menerjemahan 10 cerita rakyat Korea ke dalam bahasa Indonesia. Ia juga salah seorang pendiri Creative Writing Institute (CWI) dan Pendiri Komunitas Cerpen Indonesia, sempat pula menjadi Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) (2003—2006). Meraih sejumlah penghargaan: Penghargaan Penulis artikel dalam Jurnal Internasional (Universitas Indonesia, 2011), Anugerah Sastera Majelis Sastera Asia Tenggara (MASTERA) ke-5 (2007), Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia (2005) dll.

dialog sastra_4-Bali EtienneÉtienne Naveau, lahir akhir tahun 1960 di kota Le Mans, Barat Laut Prancis. Menyelesaikan pascasarjana (S-2) di Universitas Sorbonne. Sempat mengajar bahasa dan sastra Prancis di UI dan di CCF, Jakarta (1985-1987). Kemudian kembali lagi ke Prancis mengajar filsafat di beberapa SMA. Menyelesaikan S-3 (Ph.d) dalam bidang filsafat di Universitas Nantes (2000), dan S-3 (Ph.d) dalam sastra Indonesia di Universitas Inalco, Paris (2002). Sedari 2003 ia merupakan dosen sastra & bahasa Indonesia di Inalco, Paris. Menjadi peneliti di CASE dengan fokus perhatian pada bidang sejarah dan politik. Sejak tahun 2014 menjadi peneliti di CERLOM dengan fokus perhatian pada bidang sastra. Kini gencar menerjemahkan khazanah sastra Indonesia untuk diperkenalkan dan disebarluaskan kepada masyarakat Prancis. Karya-karya terjemahannya, antara lain, Florige: Plus de 120 Sonnets Indonesien de Muhammad Yamin a Sapardi Djoko Damono, Anthologie Bilingue Français—Indonesien (Paris : Association Franco-Indonesienne Pasar Malam, 2016) dan L’Homme—Tigre (Paris: Sabine Wespieser Editeur, 2016).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s