Pameran Seni Rupa Komunitas Perupa Tampaksiring

Pembukaan : Jumat, 19 Agustus 2016, pukul 18.30 WITA
Pameran berlangsung : 20 – 29 Agustus 2016, pukul 10.00 – 18.00 WITA
Diskusi dan Workshop Seni Rupa : Minggu, 28 Agustus 2016, pukul 15.00 WITA

Ida Bagus Ketut Djiwartem, Mancing, menikmati berkah peradaban air 1

Ida Bagus Ketut Djiwartem, Mancing, menikmati berkah peradaban air

Sejumlah perupa yang tergabung dalam Amarawati Art Community: Komunitas Perupa Tampaksiring menggelar pameran bersama dalam bingkai tajuk “Peradaban Air: Pakerisan Petanu”. Mendalami tematik tersebut, para seniman, dengan kecenderungan stilistik dan karakteristik visual tersendiri, berupaya menginterpretasi peran sentral “Air” dalam peradaban Bali, khususnya di Tampaksiring.

Maka yang mengemuka kemudian adalah sebuah upaya tafsir melalui medium seni visual yang personal, menghadirkan kekayaan sudut pandang, semisal aspek spiritualitas, mitologis, historis, ekologis, maupun sosial. Pameran yang diikuti 31 seniman ini dikuratori oleh Made Susanta Dwitanaya. Para seniman tak hanya terkungkung oleh kebesaran masa lalu berupa tinggalan historis atau jejak arkeologis, melainkan juga merayakan kekinian sebagai pencipta yang merdeka.

Peninggalan-peninggalan kerajaan Bali Kuno atau kerajaan Bali pra Majapahit, banyak ditemukan di daerah dataran tinggi dan sepanjang daerah aliran sungai, terutama Pakerisan, Petanu, Tampaksiring, Pejeng, hingga Bedulu (Gianyar) dan juga di sekitar wilayah Kintamani, Bangli.

I Made Suisma, untuk sang maha bijak

I Made Suisma, untuk sang maha bijak

Banyak tinggalan arkeologi dan jejak historis di wilayah tersebut, mencerminkan kepercayaan masyarakat Bali yang menganut agama Hindu, pada beberapa teks lontar sering disebut sebagai Agama Tirtha, dimana air merupakan unsur penting dalam setiap ritual keagamaan. Sejumlah candi yang dapat ditemui pada wilayah itu, semisal: Candi Gunung Kawi, Candi Kerobokan, Candi Kelebutan, dan Candi Jukut Paku.

Boleh dikata pameran bersama kali ini tertaut juga dengan peristiwa sebelumnya, yakni pameran “Mahendradatta: Jejak Arkeologis dan Sosok Historis”, kerjasama Bentara Budaya Bali dengan Balai Arkeologi Denpasar (April 2016), di mana para perupa Amarawati Art Community: Komunitas Perupa Tampaksiring turut terlibat dengan menampilkan karya-karya sket hasil on the spot di situs-situs tinggalan tersebut.

Para perupa yang berpameran antara lain: I Made Suwisma, I Wayan Arya Aripta Guna, I Putu Edy Asmara Putra, I Made Muliana “Bayak “, I Nyoman Suarnata, Ida Bagus Ketut Djiwartem, Pande Wayan Suputra, I Made Kartiyoga, I Wayan Arinata, I Made Renaba, Ngakan Ketut Parweka, Ida Bagus Sudana Astika, Ida Bagus Asmara Wirata, Ida Bagus Dewangkara, Dewa Gede Saputra, Ngakan Agus Artha Wijaya, Jro Mangku Jiwatman, Ni Komang Atmi Kristiadewi, Ni Nyoman Kartika Tri Dewi, I Made Sudiana “Pedjeng”, I Nyoman Kandika, I Made Suwi, I Made Adi Putra Sentana, I Made Ardiana, I Gede Arya Danu Palguna, I Wayan Gede Kesuma Dana, Jro Mangku Nyoman Sutrisna, I Wayan Gede Suwahyu, I Ketut Darmayasa, Putu Krisna Soma Mayudata dan Damar Langit Timur.

I Made Renaba- Mata Air, Air Mata

I Made Renaba- Mata Air, Air Mata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s