BINCANG SENI PERTUNJUKAN INDONESIA

Selasa, 2 Agustus 2016, pukul 18.00 WITA

Seni pertunjukan terus rekah dan berkembang di Indonesia, namun hal ini belumlah sejalan dengan tumbuhnya regenerasi kreator muda, terutama yang terus konsisten berkarya sekaligus mampu membangun komunitas seni yang intens berproses di lingkungannya. Dalam catatan seni pertunjukan Indonesia, dikenal beberapa komunitas seni yang terus produktif berkarya sekaligus punya kemampuan membangun dan meregenerasi komunitas kreatif, sebutlah : Teater Koma, Teater Garasi, Bagong Kusudiardjo, dll. Hal mana ini tidak lepas dari kreatifitas dan kesanggupan mengembangkan gagasan-gagasan kreatif menjadi sebuah project kolaboratif bersama mitra-mitra strategis.

Dialog kali ini membincangkan seputar tumbuh kembangnya seni pertunjukan di Indonesia bersama sejumlah narasumber mumpuni di bidangnya, antara lain Garin Nugroho, Happy Salma dan Eko Supriyanto. Dialog ini adalah rangkaian program yang berkelanjutan di berbagai kota terpilih antara lain Jakarta, Bandung dan Bali, dengan tujuan utama menumbuhkan bakat-bakat baru kreator seni pertunjukan Indonesia. Diharapkan melibatkan publik muda, pegiat seni, kreator serta komunitas kreatif, serta memicu lahirnya gagasan pementasan yang dituangkan dalam “Proposal Art Project” yang bersifat kolaboratif. Mereka yang lolos seleksi akan berkesempatan mengikuti workshop lanjutan di Jakarta. Ketentuan tentang seleksi ini dapat dibaca melalui : http://www.indonesiakaya.com.

Program yang juga mengegendakan workshop ini diselenggarakan oleh Galeri Indonesia Kaya (Bakti Budaya Djarum Foundation) bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali. Kerjasama kolaboratif serupa ini pernah pula dijalin sewaktu penyelenggaraan Pembacaan Dramatik Sang Diponegoro oleh sastrawan sekaligus aktor, Landung Simatupang di banyak kota di tanah air, termasuk Yogyakarta pada tahun 2014. Acara ini didukung pula oleh SET dan Ruang Budaya Ekspresso 88 (Bali FM).

Bincang seni pertunjukan_Eko SupriyantoEko Supriyanto adalah penari, koreografer, sekaligus dosen di ISI Surakarta. Namanya mulai dikenal secara internasional saat ditunjuk oleh penyanyi Madonna untuk menjadi penata tari untuk 268 kali konsernya di berbagai negara. Pertunjukan Lion King di Teater Boradway New York, Amerika Serikat juga tak lepas dari sentuhan karyanya. Setamat dari STSI Solo, ia melanjutkan studi di UCLA (California) dan belajar teknik tari modern, improvisasi, dan koreografi dari David Rousseve, Simone Forti, Victoria Marks, dan Angelia Leung. Di samping itu ia aktif berkolaborasi dengan seniman dari berbagai wilayah Asia dan AS. Di Los Angeles pula Eko bertemu dengan sutradara opera Peter Sellars yang melibatkannya sebagai penari dan koreografer dalam Le Grand Macabre (1998) yang dipentaskan di Chatelet Theatre di Paris dan Covent Garden, London (1999). Eko juga pernah menjadi penari penyanyi pop-AS Madonna dalam Madonna’s “Drowned World” Tour (2001) ke Eropa dan Amerika Serikat. Kini disamping mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI d/h STSI) ia mengambil program S-3 Kajian Seni Pertunjukan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Adapun karya-karyanya antara lain : Prang Buta (2003) untuk Festival Seni Surabaya, Festival Seni Yogyakarta, opera Peter Sellars Love Cloud (2003) untuk Theatro Picolo Venezia Itali, Dhaup (2004) untuk STSI Surakarta, sebagai koregrafi dalam film-film Garin Nugroho Opera Jawa (2005), Peter Sellars Flowering Tree (2006) dipentaskan di Wina Austria untuk New Crowned Hope Festival, sebagai konsultan tari Lion King produksi Disney yang sudah dipentaskan di Pantage’s Theater Hollywood.

Salah satu karya terbarunya ‘Cry Jailolo’ yang terinspirasi dari keprihatinannya pada pemandangan kedalaman laut Jailolo, Halmahera Barat, telah memukau dunia international dan telah dipentaskan di berbagai negara antara lain : Malaysia, Australia, Jepang, Belanda, Swiss, Jerman, Belgia, dan Singapura. Untuk lebih mewadahi kreatifitasnya, Mas Eko mendirikan Solo Dance Studio pada tahun 2003. Bertolak dari berbagai persoalan mulai dari sosial, politik, agama, ekonomi dan kenyataan hidup sehari-hari menginspirasi karya-karya besarnya.

Bincang seni_GarinGarin Nugroho, lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1952. Karya-karyanya melahirkan berbagai penghargaan nasional maupun internasional, diputar di berbagai festival film dunia seperti Cannes dan Berlin. Karya-karyanya memotret berbagai ragam latar belakang budaya, mencerminkan pergulatan lokalitas dengan globalitas ditengah dunia yang berubah dengan cepat dan penuh kekerasan. Ruang berkaryanya adalah mencerminkan pergulatan multikultur. Jenis karyanya meliputi film cerita, esai, dokumenter, film pendek, iklan, video musik, dan juga panggung teater.

 

Bincang seni pertunjukan_Happy SalmaJero Happy Salma Wanasari, atau bernama asli Happy Salma lahir di Sukabumi, 4 Januari 1980. Ia adalah model, aktris sinetron, bintang layar lebar, teater dan presenter TV. Ia menyutradarai film Rectoverso (Hanya Isyarat) adaptasi kumpulan cerpen karya Dewi Lestari (Dee), serta mendukung pementasan teater berjudul Nyai Ontosoroh (sutradara Ken Zuraida). Bersama lembaga budaya Titimangsa Foundation yang didirikannya pada tahun 2006, ia aktif melakukan berbagai macam kegiatan seperti Pentas Teater Ronggeng Dukuh Paruk yang diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang dipentaskan di Amsterdam, Bern Swiss dan Taman Ismail Marzuki (2009), Jabang Tetuko Djarum Apresiasi Budaya (2011), Monolog “INGGIT” Inggit Garnasih, STSI Bandung (2011), dan sebagainya. Ia juga menulis buku Pulang (Kumpulan Cerita Pendek – 2006) dan Telaga Fatamorgana (Kumpulan Cerita Pendek – 2008). Meraih 5 besar Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Awards (2007), Pemeran Pembantu Terbaik Festival Film Bandung (2008), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik Festival Film indonesia (2010), dan sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s