“BREATHING A REVERIE”

Kolaborasi Seni 3 Negara
Jumat, 29 Juli 2016, pukul 19.00 WITA

Kolaborasi 3 Negara_02-makanusiaIni bukan semata sebuah pertunjukan yang menghadirkan lakon dan tema tertentu, melainkan adalah sebentuk demonstration performing yang mencerminkan biografi kreatif para pelakonnya, yakni Carmencita Palermo (Australia-Italia) dan Karensa Dewantoro (Australia). Keduanya berkolaborasi dengan dukungan pemusik Rendra Freestone (Australia), Dewa Nurjana Putra dan musisi I Made Denis, beserta Sanggar Seni Werdhi Sanggita; menghadirkan satu ragam presentasi yang bersifat kekinian atau kontemporer, namun berangkat dari eksplorasi dan elaborasi seni-seni tradisi Bali, semisal tari Topeng.

Baik Karensa maupun Carmencita memiliki minat yang sama, yakni mendalami seni-seni pertunjukan tradisi Bali yang kaya akan filosofi. Menariknya, keduanya juga mempunyai latar pengalaman dan proses pembelajaran yang panjang dalam seni-seni pertunjukan modern serta kontemporer; memperkaya pencapaian kesenian mereka.

Sempat belajar di Institut Seni Indonesia Denpasar atau sebelumnya disebut STSI, Karensa dan Carmencita juga terbilang gigih berguru kepada para maetro tradisi di sekaa-sekaa pedesaan di Bali. Sebagaimana diakui keduanya, pertemuan mereka dengan pulau Bali, berikut kesenian-keseniannya yang adiluhung telah mewarnai kehidupan masing-masing. Terbukti menjadi bagian dari proses penemuan diri sekaligus penciptaan karya mereka hingga belakangan ini; sesuai dengan tajuk repertoar kali ini yakni “Breathing A Reverie”.

tualuhi goa gajah

Adapun repertoar ini terselenggara berkat kerjasama Aliansi Australia Indonesia Arts, Ekspresso 88, DarahRouge Bandung, Bentara Budaya Bali, serta didukung oleh Konsulat Jenderal Australia di Bali dan Color of the World. Bertindak sebagai produser adalah Judith Shelley, yang juga Ketua Aliansi Australia.

Kolaborasi 3 Negara_CarmencitaCarmencita Palermo, lahir di Sisilia, kerap berlatih di Bali dan berbasis di Tasmania. Ia adalah seorang peneliti dan pemain topeng lintas budaya. Ia menyelesaikan riset doktor PhD-nya tentang tari topeng-drama Bali di Universitas Tasmania. Karyanya didorong oleh semangat yang kuat untuk menciptakan dialog antar budaya melalui seni. Dia telah memfasilitasi pertemuan antara seniman, masyarakat, guru dan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda di Indonesia, Eropa, Brasil dan Australia. Dr Palermo kini merupakan mahasiswa post-doktoral di “L’Orientale”, University of Naples di mana ia juga mengajar dan meneliti tentang perempuan Bali dalam sastra kontemporer dan teater kontemporer.

Kolaborasi 3 Negara_KarensaKerensa Johnston Dewantoro, lahir di Australia, berbasis di Indonesia. Kecintaannya pada teater membawanya pergi melintasi Asia hingga Eropa. Meskipun ia belajar Topeng Bali selama 12 tahun, namun pertunjukannya tidak terfokus hanya pada satu style saja. Ia memiliki latar belakang Topeng Randai Sumatera Barat dan tari India. Karya-karyanya terilhami dari teori-teori legendaris Eugenio Barba, Antonin Artaud dan Grotowski. Ia juga kerap menyelenggarakan workshop, pertunjukan teater lintas budaya, merancang teater topeng dan karakterisasi sang tokoh. Beberpa pertunjukannya antara lain: Cooking Murder; Menjahit Marat Sade; You and Me Artaud, Red Room. Pertunjukannya “ ell Laura” ditampilkan pada Women Playwrights International Conference di Sweden tahun 2012. Ia juga kerap tampil dengan berbagai grup asal Indonesia, seperti: Teater Cassanova, Keluarga Teater, Gamelan Gunung Sahari, dan lain sebagainya.

 

????????????????????????????????????

Rendra Freestone lahir pada 22 Februari 1973, merupakan musisi asal Asutralia. Pada tahun 2004, ia mendirikan kelompok musik Rhythm Hunters dan hingga kini telah melahirkan lima album antara lain: Soundscape (2004), Cicada Factory (2009), Amazing People (2012), Kinship (2014), Lintau Basiang (2015). Kelompok ini sempat tampil pada berbagai festival besar Australia, seperti Woodford Folk Festival, National Folk Festival, National Multicultural; beragam festival tari seperti Subsonik, Peats Ridge, Psyfari, serta tampil di Gedung Parlemen, Opera House, dan sebagainya.

Kolaborasi 3 Negara_made denisI Made Denis, musisi gamelan Bali yang telah tampil diberbagai pertunjukan budaya di Bali maupun internasional. Memperoleh Residensi untuk musisi bersama Australia Indonesia Arts Alliance. Tampil dan memberikan workshop dalam National School Tour di Australia.

 

Kolaborasi 3 Negara_Dewa Made NurjanaI Dewa Made Nurjana Putra, lahir tahun 1954 di Samsam, Tabanan. Ia merupakan musisi gamelan, komposer dan pengajar. Telah berpentas ke sejumlah negara antara lain Australia, Jepang, Cina, Prancis dan Belgia.

 

Didukung oleh :

Kolaborasi 3 Negara_australia-embassy Kolaborasi 3 Negara_sanggar wedhi sanggita Kolaborasi 3 Negara_logo darahrouge carmencitaRise of Eco dan Kolaborasi 3 Negara_Logo color of the world Kolaborasi 3 Negara_SIK_NEW_LOGO_BEkspresso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s