Kelas Kreatif Bentara Muda Bersama Putu Fajar Arcana

FAKTA-FIKSI DALAM CERITA DAN BERITA 

Senin, 11 Juli 2016, pukul 15.00 – 17.00 WITA

Peserta terbatas, pendaftaran diperlukan. Kontak person : 0857 3749 5538

Unduh formulirnya di sini.

Seorang jurnalis menulis berita sudah seharusnya berdasarkan fakta atau peristiwa nyata. Sedangkan cerpenis boleh menuturkan cerita rekaan yang bersifat fiksi. Namun, keduanya memang menggunakan bahasa sebagai sarana menyampaikan informasi, ide atau pesan. Sungguhkah antara berita dan cerita (cerpen) sepenuhnya bertolak belakang, tak bertaut satu sama lain, terlebih dalam proses penulisannya? Di sisi lain kita mengenal feature atau berita berkisah, sebagai bagian dunia jurnalistik. Tidakkah feature adalah juga cerita? Memerlukan kepiawaian bertutur sang wartawan untuk mengungkapkan fakta terdalam dari sebuah peristiwa?

Melanjutkan Kelas Kreatif Bentara yang sempat menghadirkan wartawan senior Kompas, Maria Hartiningsih, akan digelar pendalaman materi di seputar penulisan feature dan cerita pendek. Selain mengungkapkan hal-hal mendasar menyangkut teknik penulisan feature yang berbeda dengan reportase umumnya atau hard news, akan dibahas pula penggunaan ragam bahasa yang persuasif dan memikat serta indah; sebagai bagian dari upaya menggugah keterlibatan emosi pembaca. Bersama itu, akan diurai pula proses cipta sebuah cerpen, yang terbukti kerap juga berangkat dari hal-hal yang faktual atau nyata, serta mengelaborasi tema-tema yang kontekstual dengan masalah sosial sehari-hari. Dengan kata lain, kedua ragam tulisan ini, boleh jadi berangkat dari satu peristiwa atau latar kejadian yang sama.

Bertindak sebagai narasumber adalah redaktur budaya Kompas yang juga cerpenis dan penyair, Putu Fajar Arcana. Selain membandingkan perbedaan pokok antara berita dan cerita (cerpen), Putu Fajar juga akan menyandingkan kesamaan proses dan penggunaan bahasa pada kedua ragam tulisan ini, berikut hal mendasar lainnya.

Kelas Kreatif_Putu Fajar_foto dok Kompas MudaSebelum memutuskan menjadi wartawan dengan bergabung di Harian Nusa Tenggara (1989-1990), Dwi Mingguan Ekbis (1991-1992), Majalah Berita Mingguan Tempo (1992-1994) dan Harian Kompas (1994-sekarang), Putu Fajar Arcana kuliah di jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Udayana. Perjalanan jurnalistiknya mencapai kota-kota dunia seperti Athena (2003), Paris (2003/2007), Brussel (2007), Kohln (2007), Luxemburg (2007), Singapura (2003/2004/2007), dan Bangkok (2004), serta belakangan Rusia, India dan Cannes. Ia telah menulis kumpulan cerpen Bunga Jepun (2003), Samsara (2005), dan kumpulan esai Surat Merah Untuk Bali (2007). Menerbitkan novel Gandamayu (2012), antologi puisi Manusia Gilimanuk (2012) yang memperoleh penghargaan Pataka Widya Karya dari Pemerintah Provinsi Bali, buku naskah teater Monolog Politik (2014) dan kumpulan cerpen Drupadi (2015). Karya-karya esai, puisi dan prosanya juga diterbitkan dalam berbagai buku antologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s